EDUCARE.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia madrasah. Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Jembrana berhasil meraih Medali Emas (Gold Medal) dalam ajang Bali International Science Fair (BISF) 2026, kompetisi sains internasional yang mempertemukan ratusan tim dari berbagai negara.
Berdasarkan rilis resmi Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, kompetisi yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Universitas Warmadewa, Bali, pada 19–23 Juni 2026 tersebut diikuti 261 tim dari berbagai negara. Peserta datang dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Turkiye, Thailand, Vietnam, India, Kazakhstan, Bangladesh, Hong Kong, dan Indonesia.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional melalui inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Tampil Membawa Inovasi ECODEEN AI
Tim MIN 1 Jembrana terdiri atas enam siswa, yakni Kuni Syarifatuz Zahra, Zaidan Arya Mahendra, Aruna Sachi Dzakira, Maura Rizky Ayumi, Muhammad Rois Al Azzam, dan Nayla Aulia. Mereka mengikuti kompetisi di bawah bimbingan Wahyu Hadi Martanto.
Dalam kompetisi tersebut, tim memperkenalkan inovasi bertajuk ECODEEN AI (Islamic Environmental Education Based on Artificial Intelligence).
Program ini menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan pendidikan lingkungan hidup yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui platform tersebut, siswa dapat belajar mengenai pelestarian lingkungan dengan pendekatan yang lebih interaktif dan modern.
Selain itu, ECODEEN AI menghadirkan fitur AI Chat sebagai media pembelajaran digital. Program ini juga memanfaatkan teknologi Convolutional Neural Network (CNN) untuk mengenali berbagai objek lingkungan yang digunakan dalam proses edukasi.
Dukung Pembelajaran Coding dan AI di Madrasah
Pembina tim, Wahyu Hadi Martanto, menjelaskan bahwa ECODEEN AI hadir untuk mendukung pembelajaran coding dan kecerdasan buatan di lingkungan madrasah.
Menurutnya, inovasi tersebut juga mendukung implementasi program prioritas Kementerian Agama, khususnya pada bidang Ekoteologi.
Wahyu menilai peserta didik perlu memahami perkembangan teknologi sejak dini. Namun, pada saat yang sama, mereka juga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai keislaman.
Karena itu, tim mengembangkan ECODEEN AI sebagai media pembelajaran yang mampu menghubungkan ketiga aspek tersebut dalam satu platform edukatif.
Hasil Budaya Inovasi di Lingkungan Madrasah
Kepala MIN 1 Jembrana, Kasri, menyampaikan apresiasi atas kerja keras siswa dan guru pembimbing yang berhasil membawa nama madrasah ke panggung internasional.
Menurutnya, prestasi tersebut lahir dari komitmen madrasah dalam membangun budaya inovasi dan kreativitas peserta didik.
Selama beberapa tahun terakhir, MIN 1 Jembrana aktif mengembangkan berbagai program berbasis teknologi. Program tersebut mencakup kelas robotik, pembelajaran digital, hingga penguatan kompetensi sains dan teknologi.
Oleh sebab itu, Kasri berharap capaian ini dapat memotivasi seluruh siswa untuk terus berkarya dan berani bersaing di berbagai ajang nasional maupun internasional.
Jadi Inspirasi bagi Madrasah Lain
Apresiasi juga datang dari Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, Hendra Sidratul Aziz.
Ia menilai keberhasilan MIN 1 Jembrana membuktikan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul, kreatif, dan inovatif.
Selain itu, prestasi ini memperlihatkan besarnya potensi siswa madrasah ketika mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan lingkungan belajar yang positif.
Karena itu, Hendra berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Bukti Madrasah Mampu Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi
Keberhasilan meraih medali emas pada Bali International Science Fair 2026 semakin memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui ECODEEN AI, siswa MIN 1 Jembrana berhasil menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada akhirnya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi MIN 1 Jembrana. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang religius, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.




