Menteri PPPA Luncurkan Ruang Bersama Indonesia di Jakarta Selatan, Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

EduNews Edutainment

EDUCARE.CO.ID, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, resmi meluncurkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Peluncuran ini menjadi bagian dari implementasi serentak di 10 kelurahan sebagai upaya memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan ketahanan keluarga dari tingkat akar rumput.

Program RBI menjadi salah satu inisiatif strategis Kementerian PPPA dalam mendukung agenda pembangunan nasional berbasis kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

RBI: Ruang Aman dan Pusat Pemberdayaan di Tingkat Kelurahan

Menurut Menteri PPPA, RBI dirancang sebagai ekosistem yang tidak hanya menyediakan ruang fisik, tetapi juga menghadirkan berbagai program nyata bagi masyarakat.

“RBI adalah upaya menciptakan ekosistem yang mendorong kemajuan perempuan, menjamin tumbuh kembang anak, serta memperkuat ketahanan keluarga melalui kolaborasi berbagai pihak,” jelasnya.

Melalui RBI, perempuan didorong untuk lebih mandiri melalui:

  • Pelatihan keterampilan dan peningkatan kapasitas
  • Akses terhadap peluang ekonomi
  • Pendampingan usaha dan penguatan UMKM

Sementara itu, anak-anak mendapatkan ruang aman untuk belajar, bermain, serta mengenal nilai budaya dan karakter sejak dini.

Fasilitas Lengkap: Dari UMKM hingga Perlindungan Anak

Implementasi RBI di Jakarta Selatan didukung berbagai layanan terintegrasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, antara lain:

  • Layanan perlindungan kekerasan melalui mobil SAPA
  • Perpustakaan keliling
  • Bank sampah dan program lingkungan
  • Cek kesehatan gratis (CKG)
  • Zona kreatif anak (olahraga dan bermain)
  • Ruang laktasi
  • Pelatihan tanggap kebakaran
  • Kegiatan urban farming dan perikanan

Program ini menjadikan RBI sebagai pusat layanan sosial yang aktif dan responsif di tingkat komunitas.

Sinergi Pemda dan Masyarakat Jadi Kunci

Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Ahmad Basarudin, menegaskan bahwa RBI akan dikembangkan sebagai pusat layanan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Kami akan memperkuat peran kelurahan dan kader masyarakat untuk edukasi, pendampingan, hingga deteksi dini masalah perempuan dan anak,” ujarnya.

DKI Jakarta Targetkan RBI di Seluruh Wilayah

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Lies Dwi Oktavia, menyampaikan bahwa program ini akan terus diperluas.

“Tahun 2025 sudah ada dua kelurahan sebagai pilot project. Kini 10 kelurahan di Jakarta Selatan siap menjalankan RBI, dan ke depan akan dikembangkan ke seluruh wilayah DKI Jakarta,” jelasnya.

Ukur Dampak Nyata, Bukan Sekadar Program

Menteri PPPA menegaskan bahwa keberhasilan RBI tidak diukur dari jumlah kegiatan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:  Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XI 2020 Resmi Dibuka

Beberapa indikator keberhasilan RBI meliputi:

  • Penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak
  • Peningkatan kesejahteraan dan kemandirian perempuan
  • Pemenuhan hak anak secara optimal
  • Penguatan ketahanan keluarga

Dorong Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak

Peluncuran RBI di 10 kelurahan—termasuk Srengseng Sawah, Gandaria Utara, hingga Cilandak Barat—menjadi langkah konkret menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan berdaya.

Dengan pendekatan berbasis komunitas, RBI diharapkan menjadi model nasional dalam membangun ekosistem pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *