TKA Jadi Ajang Uji Nalar! Kepala SMP Negeri 2 Wates Kulon Progo Soroti Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi

EduNews EduSchool

EDUCARE.CO.ID – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 tengah berlangsung dan menjadi momen penting bagi para siswa kelas IX di seluruh Indonesia. Salah satu yang telah menyelesaikan ujian gelombang kedua adalah SMP Negeri 2 Wates Kulon Progo pada 8–9 April lalu. Dua hari penuh ketegangan akhirnya terbayar dengan rasa lega, meski masih tersisa kecemasan menanti hasil yang dijadwalkan rilis pada Mei mendatang. Bagi para siswa, TKA bukan sekadar ujian, melainkan pengalaman yang menguji mental sekaligus kemampuan berpikir mereka.

Cerita dari para siswa menggambarkan tantangan nyata yang mereka hadapi, terutama pada mata pelajaran Matematika. Soal-soal berbasis cerita dengan tingkat penalaran tinggi membuat waktu terasa begitu sempit. Sebaliknya, Bahasa Indonesia menjadi “penyelamat” bagi sebagian siswa karena soal yang lebih mudah dipahami dan waktu pengerjaan yang relatif cukup. Perbedaan pengalaman ini menunjukkan bahwa TKA benar-benar dirancang untuk menguji kemampuan literasi dan numerasi secara seimbang, sekaligus melatih daya analisis siswa.

Di balik kelancaran pelaksanaan TKA, peran sekolah tidak kalah penting. Kepala sekolah Budi Maheni menyampaikan bahwa seluruh persiapan dilakukan secara maksimal, mulai dari penyediaan perangkat hingga antisipasi gangguan teknis seperti listrik. Bahkan, dukungan guru yang meminjamkan laptop pribadi menjadi bukti nyata komitmen bersama demi kesuksesan ujian. Lebih dari itu, TKA dipandang sebagai momentum untuk mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan.

Menariknya, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara TKA dan program daerah seperti ASPD, serta penguatan metode pembelajaran mendalam (deep learning). Ditambah lagi dengan sentuhan digitalisasi melalui penggunaan papan interaktif, proses belajar menjadi lebih menarik dan efektif. Kombinasi antara teknologi, strategi pembelajaran, dan asesmen yang tepat menjadikan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kritis dan adaptif. Inilah gambaran pendidikan masa depan—lebih menantang, namun juga semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

BACA JUGA:  Penyelenggaraan Diseminasi Pencanangan Tahun Kongres Bahasa Indonesia XII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *