EDUCARE.CO.ID – Masyarakat tidak selalu menempuh pendidikan melalui jalur formal. Di Kabupaten Natuna, pendidikan nonformal kembali menunjukkan perannya sebagai ruang belajar yang inklusif, terbuka, dan berorientasi pada keterampilan.
Berdasarkan rilis resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Ditjen Dikmen Diksus), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Natuna menggelar Gelar Karya ke-3 Tahun 2026 dengan tema “Kreativitas Tanpa Batas Melalui Pembelajaran Mendalam” di Gedung Sri Serindit, Ranai, pada 21 Mei 2026.
Melalui kegiatan ini, warga belajar menampilkan hasil pembelajaran sekaligus menunjukkan kemampuan yang mereka kembangkan selama mengikuti program di SKB Natuna.
Pendidikan Nonformal Jadi Ruang Kesempatan Kedua
Ketua pelaksana kegiatan, Revina Habila Putri, menjelaskan bahwa SKB Natuna rutin menggelar kegiatan ini pada setiap akhir semester.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh kesempatan untuk menunjukkan karya, keterampilan, serta perkembangan yang mereka capai selama proses belajar.
Menurut Revina, kegiatan ini juga membantu membangun rasa percaya diri warga belajar.
SKB Natuna menyediakan berbagai layanan pendidikan nonformal, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Program Kesetaraan Paket A, Paket B, Paket C, hingga kursus dan pelatihan keterampilan.
Revina menegaskan bahwa SKB tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh ijazah kesetaraan.
Lebih dari itu, SKB hadir sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang membuka akses pendidikan bagi berbagai kelompok usia dan latar belakang.
“Pendidikan nonformal hadir untuk memastikan setiap masyarakat tetap memiliki akses belajar. SKB menjadi ruang belajar yang lebih fleksibel dan terbuka bagi masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal,” ujarnya.
Fokus pada Keterampilan dan Pengembangan Diri
SKB Natuna menerapkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mengejar capaian akademik.
Lembaga ini juga mendorong warga belajar menghasilkan karya, mengembangkan kreativitas, serta membangun keterampilan untuk kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.
Karena itu, SKB Natuna menjadikan gelar karya sebagai bagian penting dari proses pembelajaran mendalam.
Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh ruang untuk tampil, berekspresi, dan membangun kepercayaan diri di tengah masyarakat.
Berbagai kegiatan turut meramaikan acara. Peserta dan warga belajar meramaikan acara melalui pentas seni, bazar keterampilan, serta pengenalan Geopark Natuna.
Seluruh penampilan menunjukkan hasil proses belajar dari berbagai program pendidikan yang SKB Natuna jalankan.
Revina juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga pendidik, orang tua, wali murid, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi warga belajar agar semakin kreatif, mandiri, dan siap menghadapi masa depan.
Dorong Generasi Berkualitas Menuju Indonesia Emas
Boy Wijanarko Varianto membuka kegiatan secara resmi. Ia hadir mewakili Bupati Natuna sekaligus Bunda PAUD Natuna, Cen Sui Lan.
Unsur perangkat daerah, Camat Bunguran Timur, tenaga pendidik, orang tua peserta didik, dan masyarakat turut menghadiri acara tersebut.
Dalam sambutannya, Boy mengapresiasi semangat belajar dan kreativitas warga belajar SKB Natuna.
Menurutnya, pendidikan nonformal memegang peran penting dalam membentuk generasi berkualitas menuju Indonesia Emas.
“Kegiatan yang dibuat oleh SKB ini luar biasa. Pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas menuju Generasi Emas,” ujarnya.
Boy juga menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan tidak hanya berorientasi pada ijazah.
Ia menilai program SKB membangun keterampilan nyata sekaligus membuka peluang masyarakat untuk melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, ijazah Paket C memiliki kesetaraan yang sama dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pendidikan dan promosi potensi daerah melalui keterlibatan Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark.
Melalui gelar karya ini, SKB Natuna menunjukkan bahwa pendidikan nonformal dapat menjadi ruang tumbuh yang mendorong kreativitas, keterampilan, dan kesempatan belajar sepanjang hayat.



