Mahasiswi UNY Buat Inovasi Produk Untuk Latih Motorik Anak

EduNews EduSchool

Jakarta – Sekelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mengolah sampah anorganik menjadi sebuah permainan kit anak yang diberi nama Mekar Fun Kit.

Pembuatan produk ini memanfaatkan botol plastik sebagai bahan utama dalam pembuatan dan kain perca sebagai bahannya. 

Mahasiswa tersebut adalah Fathun Ayuba, Talitha Rasendria Nugraheni, Azizah Sekarhani dan Anggit Windyarti dari Program Studi (Prodi) PG PAUD.

Menurut Fathun, inovasi permainan motorik ini didasari oleh permasalahan sampah di Yogyakarta.

Banyak masyarakat yang belum sadar terhadap hal tersebut, sehingga sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan dan akhirnya tutup sementara” kata Fathun, dikutip dalam laman resmi UNY, Jumat (6/10/2023). 

Berbagai jenis sampah pada dasarnya dapat diolah kembali menjadi barang yang berharga, termasuk sampah anorganik. Karena sampah anorganik merupakan jenis sampah yang tidak dapat terurai atau membutuhkan waktu lama.

Fathun memaparkan bahwa dalam memanfaatkan sampah masyarakat Indonesia masih kurang akan kesadarannya. Walau sudah mulai banyak masyarakat Indonesia yang mulai memilah sampah, tetapi belum bisa mengolahnya menjadi lebih Kreatif.

Dok : UNY

Talitha Rasendria Nugraheni menambahkan fun kit yang mereka buat menargetkan para orang tua yang memiliki anak usia 3-5 tahun. 

Media pembelajaran tersebut akan menstimulasi berbagai perkembangan anak usia dini, utamanya perkembangan motorik halus anak saat menyelesaikan karya yang ada” papar Talitha.

Dengan media berkarya tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan kepada pemulung di sekitar Yogyakarta untuk dapat memilah lagi sampah yang akan diolah sebagai bahan media.

Dengan adanya berbagai keuntungan tersebut Talitha berharap Mekar Fun Kit dapat dipasarkan dengan harga terjangkau agar anak-anak dapat merasakan manfaatnya.

Azizah Sekarhani mengatakan bahan yang dibutuhkan untuk membuat Mekar Fun Kit adalah botol plastik, kain flannel dan kain perca, mata ikan, lem kayu, perekat Velcro serta cat akrilik.

“Alatnya menggunakan gunting, penggaris, cutter, bolpoin, pensil, kuas, pistol lem” katanya.

Cara membuatnya pertama siapkan botol plastik lalu dicat menggunakan cat akrilik warna putih sebagai warna dasarUntuk membuat celengan botol dilubangi di samping atas dan jika digunakan untuk tempat pensil botol dipotong seperempatnya. Kain flannel di potong sesuai dengan keliling botol dan diberi perekat pada ujungnya. Kemudian dipackaging dan diberi label merk. Fun kit siap dipasarkan.

Anggit Windyarti menjelaskan bahwa fun kit ini melatih motorik halus anak yang didalamnya terdapat kegiatan menggunting, menempel, merekatkan dan mengancing.

“Melalui produk Mekar Fun Kit ini anak akan melakukan beberapa kegiatan yang melatih motorik halusnya yaitu menggunting pola pada kain flanel, menempelkan pola yang telah digunting, merekatkan kain flanel dan mengancingnya” jelasnya.

Karya ini berhasil meraih dana dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang PKM-K tahun 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *