Mahasiswa UNS Raih Juara II Startup Innovation di Ajang Pendikar 2025
educare.co.id, Surakarta – Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim “Empuk Person” berhasil meraih juara kedua dalam kategori Startup Innovation pada ajang Pendidikan Karya (Pendikar) 2025 yang digelar secara daring oleh BEM Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak 2 April hingga 1 Juni 2025.
Tim yang terdiri dari Neva Shevanya Raya, Navi Atullaily Yarsiska, dan Radina Trikurniaini Sutigno ini mengangkat isu lingkungan sebagai fokus utama inovasi mereka. Ketiga mahasiswa yang berasal dari jurusan yang sama memilih subtema pengurangan jejak karbon dan penggunaan teknologi ramah lingkungan sebagai solusi keberlanjutan.
“Subtema ini berfokus pada strategi pengurangan jejak karbon serta pemanfaatan teknologi ramah lingkungan sebagai solusi keberlanjutan,” ungkap Neva, selaku Ketua Tim, dalam siaran tertulis UNS (16/7).
Hadirkan Produk Multifungsi “Beli-Mbing”
Melalui ide tersebut, tim Empuk Person menciptakan produk inovatif bernama Beli-Mbing, sabun multifungsi berbahan dasar belimbing wuluh. Produk ini dirancang untuk digunakan sebagai sabun cuci tangan, pencuci piring, dan deterjen pakaian. Tak hanya praktis, Beli-Mbing juga ramah lingkungan karena bebas dari bahan kimia berbahaya seperti SLS.
Dengan tagline “Satu Produk, Tiga Solusi, Nol Polusi,” tim berharap Beli-Mbing mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi pencemaran air akibat limbah rumah tangga serta menekan jejak karbon. Inovasi ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mereka terhadap pelestarian sumber daya air dan pengembangan produk berkelanjutan.
Neva mengungkapkan bahwa mereka menemukan informasi lomba ini melalui media sosial Instagram. Antusiasme peserta lain yang terlihat dari unggahan twibbon mendorong mereka untuk menelusuri lebih lanjut akun resmi Pendikar IPB. Setelah membaca buku panduan, mereka memutuskan mengikuti kategori Startup Innovation.
Untuk menjaga efektivitas kerja tim, Neva menyusun worksheet berisi jadwal, pembagian tugas, dan pemantauan progres. Hal ini terbukti penting karena waktu penyusunan video proposal sangat singkat, hanya lima hari. Namun dengan manajemen waktu dan koordinasi yang solid, seluruh proses dapat diselesaikan dengan baik.
Selama kompetisi berlangsung, tim mendapatkan bimbingan dari mentor yang disediakan panitia. Tak hanya aspek teknis, para peserta juga dibekali pemahaman tentang dunia bisnis, mulai dari perancangan model bisnis, analisis pasar, manajemen keuangan, hingga pembuatan prototipe.
Proses awal pengembangan inovasi diawali dengan sesi brainstorming untuk menentukan konsep produk. Kegiatan ini tidak hanya mempertajam kemampuan berpikir kritis, tetapi juga memperkuat kerja sama dan komunikasi antaranggota. Dalam struktur kerja tim, masing-masing anggota memegang peran sebagai CEO, CFO, dan CMO, yang memperjelas pembagian tanggung jawab.
Melangkah Meski Takut: Kunci Keberanian
Usai mengikuti Pendikar 2025, tim Empuk Person berencana melanjutkan langkahnya di ajang serupa, terutama pada kategori Business Plan yang dinilai masih sejalan dengan inovasi startup. Mereka percaya bahwa kunci untuk berkembang adalah keberanian untuk memulai, meskipun disertai rasa takut.
“Jika belum bisa mengalahkan rasa takut, maka tetaplah melangkah walau dalam ketakutan, sebab dari sanalah keberanian akan tumbuh,” ujar Neva, menutup wawancara.
Prestasi yang diraih tim Empuk Person menjadi bukti bahwa mahasiswa UNS mampu bersaing di tingkat nasional dengan ide-ide kreatif dan solutif. Pihak kampus menyambut baik capaian ini dan menjadikannya inspirasi bagi mahasiswa lain agar terus berinovasi sesuai bidang keilmuannya. UNS juga terus mendorong mahasiswanya untuk aktif dalam kegiatan strategis yang berdampak pada pembangunan berkelanjutan.
