Mahasiswa KKN UNY Gelar Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor dan Daun Teh di Kulonprogo

EduNews

educare.co.id, Yogyakarta – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang bertugas di Desa Timpang, Pengasih, Kulonprogo, mengadakan pelatihan pemanfaatan bahan alami dari daun kelor dan daun teh sebagai produk kecantikan dan kesehatan. Kegiatan ini melibatkan sepuluh mahasiswa KKN, yakni Annafsul Zakiyah, Muhammad Aji Farid Fadila, Muhammad Usman Alfarisi, Cjandra Hendrawan, Anindya Nari Dewati, Tafdilla Azzah Purnama, Nasywa Nur Maheswari, Sillvia Wulan Ramadhani, Mira Susanti, dan Putri Pricilia Siahaan.

Pelatihan ini mendapat respon positif dari masyarakat, khususnya ibu-ibu dan remaja. Ketua Kelompok KKN, Muhammad Aji Farid Fadila, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada warga setempat mengenai manfaat berbagai jenis daun yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. “Daun-daun ini memiliki khasiat antiseptik, antioksidan, dan berbagai nutrisi yang baik bagi tubuh. Selain itu, dampaknya juga dapat dirasakan langsung oleh warga melalui pelatihan pembuatan scrub, jamu tradisional, dan teh,” kata Aji, dalam siaran tertulis uny (3/3/2025)

Pembuatan Scrub Alami

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan cara membuat scrub alami dari campuran ampas teh dengan madu serta minyak zaitun. Penanggung jawab pembuatan scrub, Annafsul Zakiyah, menjelaskan bahwa scrub ini bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati dan menjaga kelembapan kulit. “Juga membantu melawan radikal bebas, mencegah penuaan dini, dan menjaga elastisitas kulit, mengurangi minyak berlebih, mencerahkan kulit serta meredakan peradangan dan jerawat,” ujarnya.

Bahan yang diperlukan antara lain 2 sendok makan ampas teh serta 1 sendok makan minyak zaitun dan madu. Semua bahan dicampurkan dalam mangkuk kecil hingga membentuk pasta, kemudian dioleskan pada kulit dengan gerakan memutar. Setelah didiamkan selama 5-10 menit, scrub dibilas menggunakan air hangat.

Pelatihan Pembuatan Jamu dan Teh Kelor

Sementara itu, penanggung jawab pelatihan pembuatan jamu asam urat, Cjandra Hendrawan, menjelaskan bahwa jamu ini dibuat dari jahe merah, serai, daun salam, daun kelor, air, dan gula merah sebagai opsi tambahan. Cara pembuatannya cukup sederhana, yaitu dengan mencuci bersih semua bahan, menggeprek atau mengiris tipis jahe merah dan serai, lalu merebusnya bersama daun salam dan daun kelor selama 5-10 menit hingga mendidih.

“Rebus air secukupnya, masukan jahe, serai, daun salam dan daun kelor sampai mendidih selama 5-10 menit dan tambahkan gula merah, aduk hingga larut,” kata Cjandra. Setelah agak dingin, jamu disaring dan bisa ditambahkan madu sebelum diminum dalam keadaan hangat.

Selain jamu, peserta juga diajarkan cara membuat teh tubruk dari daun kelor. “Kami buat teh tubruk kelor ini karena di Desa Timpang banyak pohon kelor yang belum dimanfaatkan secara maksimal, hanya dimasak sebagai sayur. Padahal manfaat teh kelor ini banyak sekali,” tutur Cjandra. Pembuatan teh ini melibatkan pengeringan daun kelor yang kemudian direbus dalam air mendidih. Setelah warnanya berubah, teh disaring dan bisa ditambahkan madu sebelum dikonsumsi.

Salah satu warga, Sutiyem, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru tentang pemanfaatan bahan alami yang selama ini belum banyak diketahui. “Biasanya, kami hanya tahu daun-daun ini sebagai bahan masakan atau minuman. Ternyata bisa dibuat produk kecantikan juga,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga dapat mengembangkan keterampilan baru yang berpotensi menjadi peluang usaha berbasis herbal dan produk alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *