Mahasiswa ITB Raih Juara I dan Presenter Terbaik di PERFORMANCE 2024

EduNews EduSchool

Bandung (educare.co.id) – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim SDG ITB, yakni Ghifari Jauhar Yajri (Teknik Perminyakan, 2022), Syakira Fildza Nazhifan (Sistem dan Teknologi Informasi, 2022), dan Dzaky Fariz Ridwansyah (Rekayasa Hayati, 2022), berhasil meraih Juara I serta penghargaan Presenter Terbaik dalam kompetisi Karya Tulis Ilmiah PertaMC for Maintenance Excellence Competition (PERFORMANCE) 2024 yang digelar pada Selasa (17/12/2024).

Kompetisi bergengsi ini mengusung tema “Advanced Asset Integrity Management System (AIMS) for a Resilient Industrial Future” dan diadakan melalui kerja sama antara PT Pertamina Maintenance and Construction (PertaMC) serta Universitas Pertamina. Dalam kompetisi tersebut, Tim SDG ITB mempersembahkan karya tulis berjudul “Optimalisasi Asset Integrity Management System (AIMS) Berbasis Bayesian Network dengan Integrasi Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Keyword Analysis”.

Poster Tim SDG ITB. (Foto: ITB)

Solusi inovatif yang mereka tawarkan dirancang untuk mendorong transformasi industri minyak dan gas (migas) agar lebih tangguh dan berkelanjutan. Salah satu anggota tim, Ghifari, menjelaskan bahwa gagasan mereka lahir dari riset literatur mendalam yang divalidasi melalui jurnal-jurnal internasional.

“Kami mendapatkan dari riset literatur yang diperoleh dari berbagai penelitian yang sudah dilakukan. Kami lakukan validasi dengan cross check ke paper dan jurnal internasional berkaitan dengan ketiga teknologi tersebut,” ujar Ghifari, dalam siaran tertulis itb (27/1).

Dalam karyanya, Tim SDG ITB menguraikan sejumlah tantangan utama yang dihadapi industri migas Indonesia, yang menjadi penyuplai 45,32% kebutuhan energi nasional. Berdasarkan data, industri ini mencatat lebih dari dua juta korban dari 982 insiden kerja antara tahun 2016 hingga 2022, dengan total tumpahan minyak mencapai 63.445 barel. Salah satu insiden terbesar adalah kebakaran di Kilang Balongan yang menimbulkan kerugian hingga Rp1,25 triliun. Hal ini menunjukkan pentingnya solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko operasional.

Tim SDG ITB menawarkan pendekatan terintegrasi untuk mengoptimalkan Asset Integrity Management System (AIMS). Metode yang mereka usulkan menggabungkan Machine Learning, Keyword Analysis, dan Bayesian Network untuk analisis prediktif dan pemetaan risiko operasional. Dengan penerapan Risk-Based Inspection (RBI) serta pemeliharaan prediktif, solusi ini diklaim mampu mengurangi potensi kegagalan alat hingga 54,78% dan kesalahan manusia sebesar 24,23%, sehingga mendorong efisiensi sekaligus budaya keselamatan yang lebih baik.

Keragaman latar belakang anggota tim menjadi salah satu kekuatan utama mereka. “Ghifar (Teknik Perminyakan) berfokus pada penerapan solusi sesuai prinsip standar dan praktik di industri migas. Dzaky (Rekayasa Hayati) berkontribusi pada aspek penerapan K3L serta strategi keberlanjutan. Sedangkan aku (Sistem dan Teknologi Informasi) menggarap algoritma dan integrasinya dengan sistem yang sudah ada,” terang Syakira.

Melalui inovasi ini, Tim SDG ITB berharap budaya keselamatan di sektor migas dapat terus meningkat dengan dukungan teknologi. “Harapannya, jumlah insiden di sektor minyak dan gas dapat ditekan seminimal mungkin sehingga mampu mengurangi kerugian baik secara materi maupun non-materi,” pungkas Dzaky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *