Mahasiswa FK UMS Raih Medali Emas Lewat Gagasan Pembelajaran Anak Berbasis AI

Must read

EDUCARE.CO.ID – Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS), Muhammad Hilmi Alghozi dan Fahmi Dzikra Al Mumtaz, meraih prestasi dalam Lomba Esai Nasional Forum Indonesia Muda (FIM) 3 2026. Keduanya membawa pulang medali emas dan Juara Harapan I melalui gagasan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kompetisi tersebut berlangsung pada 10–11 Oktober 2026. Capai Cita menyelenggarakannya bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam kompetisi itu, Hilmi dan Fahmi mengajukan gagasan bertajuk “STORIA: Ekosistem Pembelajaran Berbasis Computational Thinking Melalui Integrasi Buku Interaktif dan Aplikasi AI untuk Menguatkan Executive Function Anak Usia 4–9 Tahun sebagai Fondasi Generasi Future Ready Indonesia 2045”.

Gagasan STORIA berangkat dari perhatian tim terhadap semakin mudahnya anak mengakses teknologi AI. Hilmi menilai kemudahan tersebut perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis dan beradaptasi.

“Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir dan beradaptasi agar anak tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu mengolahnya secara kritis dan menggunakannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan,” ujar Hilmi, Senin (12/10/2026).

STORIA Gabungkan Buku Interaktif dan Aplikasi AI

STORIA menawarkan konsep ekosistem pembelajaran yang memadukan buku interaktif dengan aplikasi berbasis AI. Tim merancang pendekatan ini untuk membantu anak usia 4–9 tahun mengembangkan executive function dan computational thinking.

Executive function berkaitan dengan kemampuan mengelola diri, mengendalikan perhatian, merencanakan tindakan, dan menyesuaikan diri dengan situasi. Sementara itu, computational thinking membantu anak menyusun langkah logis dan memecahkan masalah secara sistematis.

Melalui integrasi kedua pendekatan tersebut, STORIA tidak hanya menempatkan teknologi sebagai sumber informasi. Konsep ini juga mendorong anak untuk aktif mengeksplorasi, menyusun strategi, dan mencari solusi.

Hilmi menjelaskan bahwa kemampuan penting dalam perkembangan anak tidak selalu tercermin dari nilai akademik. Keterampilan mengatur diri, menyusun rencana, dan menghadapi masalah juga berperan dalam mempersiapkan anak menghadapi perubahan.

“Melalui STORIA, kami berharap AI dalam pendidikan tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga membantu anak mengembangkan cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah sejak usia dini,” kata Hilmi, mahasiswa FK UMS angkatan 2021.

Kolaborasi Mahasiswa Lintas Kampus Kembangkan Gagasan

Penyusunan STORIA melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Menurut Hilmi, tim rutin berdiskusi secara daring untuk menyempurnakan konsep dan mempersiapkan presentasi kompetisi.

Proses tersebut memberi ruang bagi anggota tim untuk bertukar pandangan dan memperkuat gagasan yang mereka ajukan. Kolaborasi lintas kampus juga mempertemukan perspektif berbeda dalam membahas pendidikan anak dan pemanfaatan teknologi.

Ke depan, Hilmi dan tim ingin membawa STORIA melampaui kompetisi esai. Mereka berharap gagasan tersebut dapat berkembang menjadi inovasi pembelajaran yang diterapkan secara nyata di masyarakat.

“Dengan begitu, manfaatnya tidak berhenti pada sebuah kompetisi, tetapi benar-benar dapat mendukung pendidikan anak Indonesia dalam menghadapi era teknologi,” tuturnya.

Inovasi Pendidikan untuk Generasi Indonesia 2045

Prestasi Hilmi dan Fahmi menunjukkan kontribusi mahasiswa FK UMS dalam menghadirkan gagasan lintas disiplin. Keduanya menghubungkan bidang pendidikan, teknologi, dan pengembangan kemampuan anak melalui konsep STORIA.

Di tengah perkembangan AI, pendekatan pembelajaran yang mendorong anak berpikir aktif menjadi salah satu gagasan yang layak dikembangkan. Anak tidak cukup hanya mengenal teknologi, tetapi juga perlu belajar menggunakannya secara kritis dan bertanggung jawab.

Melalui STORIA, tim berharap teknologi dapat mendukung proses belajar sekaligus membantu anak membangun keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Muhammad Hilmi Alghozi dan Fahmi Dzikra Al Mumtaz meraih medali emas dan Juara Harapan I dalam Lomba Esai Nasional Forum Indonesia Muda (FIM) 3 2026. Mereka mengusung STORIA, gagasan ekosistem pembelajaran yang mengintegrasikan buku interaktif dan aplikasi AI untuk mendukung perkembangan kemampuan berpikir anak usia 4–9 tahun.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article