EDUCARE.CO.ID – Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) meraih prestasi internasional melalui inovasi penelitian kesehatan berbasis bahan alam. Tim Sirpia membawa pulang medali perak dari International Inventors Day 2026. Selain itu, mereka meraih penghargaan Favorite Poster dalam Soedirman Comprehensive Medical Symposium and Workshop.
Tim ini terdiri atas Lutfi Rahmawati, Muhammad Zidane Hashfi Dzikiranaya Al-Iman, Muhamad Zaenur Royyan, Husnul Khotimah, dan Aryabima Aulia Nuswantoro. Mereka mengembangkan Sirpia sebagai kandidat agen antiinflamasi melalui pendekatan penelitian in vitro dan in silico.
Lutfi Rahmawati, mahasiswa FK UMS angkatan 2025, menyebut pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus mengembangkan riset kesehatan. Menurutnya, Sirpia menggabungkan pemanfaatan bahan alam, teknologi komputasi, dan pengujian eksperimental.
“Melalui pengembangan Sirpia, kami ingin mengintegrasikan pemanfaatan bahan alam, teknologi komputasi, dan metode penelitian eksperimental untuk menghasilkan inovasi yang memiliki potensi dalam bidang kesehatan,” ujar Lutfi, Senin (12/10/2026).
Sirpia Kaji Potensi Bahan Alam untuk Antiinflamasi
Sirpia berfokus pada eksplorasi senyawa bioaktif dari bahan alam untuk mengkaji potensinya dalam menghambat inflamasi atau peradangan. Untuk mendukung penelitian tersebut, tim menggunakan dua pendekatan ilmiah.
Pertama, metode in vitro membantu tim menguji aktivitas antiinflamasi dalam kondisi laboratorium. Selanjutnya, pendekatan in silico memungkinkan peneliti menganalisis interaksi senyawa aktif dengan protein yang berperan dalam mekanisme inflamasi.
Kombinasi kedua metode itu membantu tim mengkaji potensi bahan alam dari sisi eksperimental dan komputasi. Dengan demikian, penelitian tidak hanya mengeksplorasi senyawa alami, tetapi juga menelaah aktivitasnya melalui pendekatan ilmiah.
Meski demikian, potensi tersebut masih memerlukan pengujian dan pengembangan lebih lanjut. Hasil penelitian awal belum otomatis membuktikan efektivitas atau keamanan penggunaannya pada manusia.
Lutfi menegaskan bahwa tim berupaya membangun dasar penelitian yang terukur. Mereka ingin memastikan potensi bahan alam mendapat kajian ilmiah yang memadai sebelum memasuki tahap pengembangan berikutnya.
“Penelitian kami tak hanya berfokus pada pemanfaatan bahan alam, tetapi juga bagaimana membuktikan potensinya melalui metode ilmiah sehingga dapat menjadi dasar pengembangan inovasi kesehatan ke depannya,” jelasnya.
Raih Dua Penghargaan, Tim Sirpia Perkuat Riset Mahasiswa
Prestasi di International Inventors Day 2026 dan Soedirman Comprehensive Medical Symposium and Workshop menambah capaian tim Sirpia dalam bidang riset dan inovasi kesehatan. Kedua penghargaan tersebut juga membawa karya mahasiswa FK UMS ke ajang yang lebih luas.
Di sisi lain, pengembangan Sirpia menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian berbasis bahan alam. Melalui karya ini, tim berupaya berkontribusi terhadap perkembangan ilmu kesehatan sekaligus mendorong eksplorasi inovasi yang berlandaskan metode ilmiah.
Lutfi berharap pencapaian tersebut dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif meneliti. Ia juga mendorong rekan-rekan mahasiswa agar terus belajar dan mengembangkan karya yang berpotensi memberi manfaat bagi masyarakat.
“Semoga pencapaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkontribusi dalam bidang penelitian,” ungkap Lutfi.
Berdasarkan laman resmi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, Tim Sirpia meraih medali perak pada International Inventors Day 2026 dan penghargaan Favorite Poster dalam Soedirman Comprehensive Medical Symposium and Workshop. Tim tersebut mengembangkan penelitian berbasis bahan alam untuk mengkaji potensi antiinflamasi melalui pendekatan in vitro dan in silico.

