EDUCARE.CO.ID – Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) kembali melahirkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Salah satunya adalah Sari Oktavian, peserta pelatihan tata busana dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Inspiratif Fashion di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Sari memulai perjalanan belajarnya tanpa kemampuan menjahit. Namun, melalui pelatihan yang intensif, ia berhasil menguasai keterampilan tata busana dan kini siap meniti karier di industri fashion.
Berdasarkan rilis program PKK, kisah Sari menunjukkan bahwa pelatihan vokasi mampu membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Belajar Menjahit dari Nol
Saat mendaftar kursus, Sari belum memiliki keterampilan menjahit. Ia bahkan harus mengenal alat-alat jahit dari tahap paling dasar.
Kondisi tersebut sempat membuatnya kurang percaya diri. Beberapa peserta lain sudah memiliki pengalaman menjahit, sedangkan dirinya baru memulai proses belajar.
Meski begitu, Sari memilih fokus berlatih dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia.
“Saya sadar kalau ingin bekerja, saya harus punya keahlian. Saat masuk kursus, saya benar-benar belajar dari nol,” ujar Sari.
Konsisten Berlatih hingga Mampu Berkarya
Perjalanan belajar Sari tidak selalu mudah. Ia beberapa kali melakukan kesalahan saat praktik.
Jarum mesin pernah patah. Pola pakaian juga sempat keliru. Hasil jahitan pun tidak langsung rapi.
Namun, Sari terus berlatih setiap hari. Semangat belajar yang tinggi membuat kemampuannya berkembang secara bertahap.
Lambat laun, ia mampu mengoperasikan mesin jahit dengan baik. Ia juga berhasil membuat berbagai produk busana seperti kemeja, rok, dan gamis.
“Sekarang saya bisa membuat pakaian yang layak dipakai dan memiliki nilai jual,” katanya.
Sertifikasi Tingkatkan Peluang Kerja
Selain memberikan pelatihan, LKP Inspiratif Fashion juga mendorong peserta mengikuti uji kompetensi.
Melalui proses tersebut, peserta dapat membuktikan kemampuan yang mereka miliki sesuai standar industri.
Sari mengikuti seluruh tahapan uji kompetensi dengan baik. Hasilnya, ia berhasil memperoleh sertifikat kompetensi yang mendukung peluang kariernya.
Keberadaan sertifikat tersebut membantu lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Raih Kesempatan Berkarier di Industri Busana
Setelah menyelesaikan pelatihan, Sari langsung memperoleh kesempatan kerja di PT Sumbiri yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.
Kesempatan tersebut menjadi langkah awal bagi dirinya untuk membangun karier profesional di industri busana.
Ia mengaku sangat bersyukur karena program PKK tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka akses menuju pekerjaan yang lebih baik.
“Saya senang sekali mendapat kesempatan belajar tata busana dan bekerja di perusahaan. Ini pengalaman yang sangat berarti bagi saya,” ungkapnya.
Pelatihan Vokasi Jadi Jalan Menuju Masa Depan
Kisah Sari membuktikan bahwa keterampilan dapat mengubah masa depan seseorang. Dengan kemauan belajar dan dukungan pelatihan yang tepat, siapa pun dapat meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja.
Program PKK hadir untuk membantu masyarakat memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, program ini juga mendorong lahirnya tenaga kerja yang lebih siap bersaing.
Kini Sari menatap masa depan dengan optimistis. Selain menjalani pekerjaan pertamanya, ia juga memiliki cita-cita membangun usaha busana sendiri dalam beberapa tahun mendatang.



