Limbah Organik Disulap Jadi Pupuk POC, Mahasiswa USK Raih Bronze Medal

Must read

EDUCARE.CO.ID – Lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil mengembangkan inovasi pupuk organik cair (POC) dari limbah organik masyarakat. Gagasan tersebut membawa mereka meraih Bronze Medal dan Honorable Mention dalam kompetisi karya tulis ilmiah pada ajang Lomba Business Plan.

Kompetisi tersebut digelar oleh Akademi Riset Indonesia bersama Universitas AKPRIND. Tim USK membawa gagasan pemanfaatan limbah organik sebagai bahan pupuk yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman melalui sistem hidroponik.

Berdasarkan sumber Universitas Syiah Kuala (USK), tim mengembangkan inovasi tersebut di bawah bimbingan Ir. Zikri Maulina Gaznur, S.Pt., M.Si.

Lima Mahasiswa USK Kembangkan Pupuk Organik Cair

Tim USK terdiri atas Ramadhana Azmi, Ahmad Azrilana Rambe, Ainatul Azkia, Marya Shafiya, dan Mhd. Azzam Zahid Handika.

Kelima mahasiswa tersebut mengangkat persoalan limbah organik yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka kemudian melihat potensi limbah tersebut sebagai bahan yang dapat menghasilkan produk bernilai guna.

Melalui gagasan POC, tim mencoba menghubungkan pengelolaan limbah dengan kebutuhan sektor pertanian. Mereka juga mengarahkan pemanfaatan pupuk tersebut untuk mendukung pertumbuhan tanaman dalam sistem hidroponik.

Pendekatan ini membuat satu persoalan lingkungan bertemu dengan kebutuhan budidaya tanaman. Limbah tidak hanya menjadi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat dikembangkan menjadi bahan yang lebih bermanfaat.

Bronze Medal Jadi Medali Pertama Tim

Bagi anggota tim, penghargaan dari kompetisi tersebut memiliki arti khusus. Ramadhana Azmi mengaku senang karena Bronze Medal menjadi medali pertama yang mereka raih bersama.

“Kami sangat senang karena berhasil meraih medali pertama bersama,” ujar Azmi.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengalaman baru bagi kelima mahasiswa. Mereka tidak hanya mengembangkan gagasan, tetapi juga harus mempersiapkan karya untuk menghadapi proses penilaian dalam kompetisi.

Selain Bronze Medal, tim USK juga memperoleh Honorable Mention dalam ajang tersebut.

Diskusi Tim Terkendala Jarak dan Jaringan

Persiapan kompetisi tidak selalu berjalan mulus. Para anggota tim menghadapi tantangan dalam mengatur waktu diskusi karena masing-masing berada di wilayah berbeda.

Situasi tersebut semakin terasa karena kompetisi berlangsung secara daring. Tim juga menghadapi kendala jaringan ketika mengikuti rangkaian kegiatan.

“Kami kesulitan menyesuaikan waktu diskusi karena masing-masing anggota berada di wilayah berbeda, selain itu kami juga menghadapi kendala jaringan selama mengikuti kompetisi secara daring,” kata Azmi.

Meski menghadapi kendala tersebut, mereka tetap membagi waktu untuk berdiskusi dan menyiapkan karya. Proses itu menjadi bagian penting dari pengalaman mengikuti kompetisi sebagai sebuah tim.

Limbah Organik Jadi Produk Bernilai Guna

Tim USK melihat limbah organik masyarakat memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali. Mereka kemudian mengembangkan konsep POC sebagai salah satu bentuk pemanfaatan tersebut.

Pupuk organik cair itu mereka arahkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dalam sistem hidroponik.

Gagasan tersebut juga membawa pesan mengenai pentingnya pengelolaan limbah. Masyarakat dapat melihat limbah organik bukan hanya sebagai sisa aktivitas, tetapi juga sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna.

Dengan pendekatan tersebut, tim mencoba menggabungkan aspek lingkungan, pertanian, dan inovasi dalam satu gagasan.

Azmi Ajak Mahasiswa Aktif Ikut Kompetisi

Pengalaman mengikuti kompetisi membuat Azmi melihat banyak manfaat yang bisa mahasiswa dapatkan di luar ruang kuliah.

Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengikuti berbagai kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menambah pengalaman sekaligus memperluas jaringan.

Kompetisi juga memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji gagasan di hadapan peserta dan juri dari berbagai latar belakang.

Selain mengejar prestasi, mahasiswa dapat belajar bekerja dalam tim, mengembangkan ide, menyusun karya, dan menghadapi tantangan selama proses kompetisi.

Prestasi Bronze Medal dan Honorable Mention yang diraih tim USK pun menjadi langkah awal bagi kelima mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan.

Melalui inovasi POC dari limbah organik, mereka menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat menjadi sumber ide untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai guna.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article