EDUCARE.CO.ID – Ikan nila tidak hanya bisa dijual sebagai ikan konsumsi. Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) membuktikannya lewat Fisharia, inovasi abon nila dengan cita rasa khas rempah Aceh.
Produk tersebut membawa tim Fisharia meraih Juara 1 kategori Business Startup dalam The 12th UTU Awards International 2026. Prestasi itu sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan hasil perikanan lokal menjadi produk pangan dengan nilai tambah.
Berdasarkan sumber Universitas Teuku Umar (UTU), Fisharia lahir dari gagasan mahasiswa Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UTU.
Fisharia Olah Nila Jadi Produk Bernilai Tambah
Fisharia mengembangkan ikan nila menjadi abon dengan sentuhan rempah khas Aceh. Tim tidak sekadar mengolah ikan menjadi produk pangan, tetapi juga memasukkan identitas kuliner daerah ke dalam produknya.
Pendekatan tersebut membuat komoditas perikanan bertemu dengan kekayaan cita rasa lokal. Hasilnya, ikan nila memiliki bentuk konsumsi baru yang lebih praktis dan memiliki peluang untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Tim Fisharia terdiri dari Ikhzal Sapril Kadri sebagai ketua, bersama Naila Nuzul Ramadhani dan Siti Amina sebagai anggota. Dosen Zulfadli, M.Si. mendampingi mereka dalam pengembangan inovasi tersebut.
Juara 1 Jadi Dorongan Kembangkan Fisharia
Bagi tim, kemenangan di UTU Awards International 2026 tidak hanya menghadirkan penghargaan. Capaian tersebut juga menjadi dorongan untuk mengembangkan Fisharia sebagai usaha berbasis potensi perikanan daerah.
Ketua Tim Fisharia, Ikhzal Sapril Kadri, ingin menunjukkan bahwa ikan nila memiliki peluang lebih besar daripada sekadar komoditas budidaya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ikan nila tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas budidaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan identitas rasa daerah,” ujar Ikhzal kepada RRI, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, penghargaan tersebut semakin mendorong tim untuk membawa Fisharia ke tahap pengembangan berikutnya.
“Prestasi ini menjadi dorongan bagi kami untuk membawa Fisharia berkembang lebih jauh,” lanjutnya.
Gabungkan Perikanan dan Rempah Khas Aceh
Fisharia membawa dua kekuatan lokal dalam satu produk. Ikan nila menjadi bahan utama, sedangkan rempah Aceh memberikan karakter rasa.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang pengembangan produk perikanan yang lebih dekat dengan identitas daerah. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai budidaya ikan, tetapi juga melihat proses hilirisasi hasil perikanan.
Melalui pengolahan tersebut, produk perikanan dapat memiliki nilai tambah sebelum sampai ke konsumen. Pada saat yang sama, inovasi juga dapat memperkenalkan cita rasa Aceh melalui produk pangan yang lebih praktis.
Latih Jiwa Wirausaha Mahasiswa
Pengembangan Fisharia menjadi bagian dari pengalaman kewirausahaan bagi mahasiswa Akuakultur UTU.
Mereka belajar melihat potensi komoditas lokal dari sudut pandang bisnis. Selanjutnya, mereka mengembangkan ide tersebut menjadi produk yang memiliki karakter dan peluang pasar.
Proses seperti ini juga mempertemukan ilmu perikanan dengan kewirausahaan. Mahasiswa dapat memahami bahwa hasil budidaya tidak selalu berhenti pada tahap produksi.
Dengan pengolahan dan strategi pengembangan yang tepat, komoditas perikanan juga dapat masuk ke sektor pangan olahan.
Dukungan Kampus Jadi Bagian Penting
Ikhzal menyebut keberhasilan Fisharia tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Universitas Teuku Umar, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Akuakultur, dosen pembimbing, keluarga, serta pihak lain ikut mendukung perjalanan tim.
Dukungan tersebut membantu tim melewati proses pengembangan produk hingga mengikuti kompetisi.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk menguji gagasan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha.
Fisharia Ingin Perluas Pasar Abon Nila
Setelah meraih Juara 1 UTU Awards International 2026, Fisharia tidak ingin berhenti pada pencapaian kompetisi.
Tim berkomitmen melanjutkan pengembangan produk olahan hasil perikanan. Mereka juga ingin memperkenalkan abon nila dengan cita rasa rempah Aceh kepada pasar yang lebih luas.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan peluang hilirisasi sektor perikanan melalui inovasi mahasiswa. Ikan nila yang selama ini dikenal sebagai komoditas budidaya dapat berkembang menjadi produk pangan dengan identitas lokal.
Bagi Fisharia, penghargaan ini menjadi titik awal untuk membawa abon nila khas Aceh lebih jauh. Dari lingkungan kampus, inovasi tersebut berpeluang berkembang menjadi produk usaha yang memperkuat nilai ekonomi hasil perikanan lokal.


