EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi rehabilitasi bahu berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mengusung nama MoveWall-AI: Transforming Shoulder Rehabilitation Through AI-Adaptive Interactive Exergaming, inovasi ini memadukan latihan fisioterapi dengan permainan interaktif.
Gagasan tersebut meraih Bronze Medal dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026. Kompetisi internasional itu berlangsung di Universitas Indonesia pada 13–18 Oktober 2026.
MoveWall-AI menawarkan pendekatan baru untuk membantu pasien menjalani latihan rehabilitasi bahu. Tim mengembangkan konsep ini karena pasien membutuhkan latihan berulang dan konsisten. Namun, rutinitas yang monoton terkadang membuat pasien merasa jenuh dan kehilangan motivasi.
Melalui permainan interaktif yang menyesuaikan kemampuan gerak pengguna, tim ingin menghadirkan pengalaman latihan yang lebih menarik tanpa menghilangkan tujuan terapeutik.
Kolaborasi Mahasiswa UMS dan UTY Lintas Disiplin
Pengembangan MoveWall-AI melibatkan mahasiswa dari sejumlah bidang keilmuan. Kolaborasi ini mempertemukan pengetahuan fisioterapi, farmasi, dan teknologi informasi untuk menghasilkan inovasi di bidang rehabilitasi.
Tim pengembang terdiri atas lima mahasiswa, yaitu:
- Taqiyyah Nurul ‘Azzah dari Profesi Fisioterapi UMS.
- Hafidh Erli Nurdin dari Sarjana Fisioterapi UMS.
- Sri Kusuma Dewi dari Sarjana Farmasi UMS.
- Airlangga Pradana P. dari Sarjana Teknik Informatika UMS.
- Alfin Andhika M. dari Sarjana Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).
Dosen UMS Arif Pristianto, SSt.FT., Ftr., M.Fis. mendampingi tim selama proses pengembangan inovasi.
Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS, Taqiyyah Nurul ‘Azzah, menjelaskan bahwa tim ingin menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan latihan fisioterapi. Mereka melihat pasien dengan gangguan bahu memerlukan latihan secara teratur agar dapat menjalani proses rehabilitasi sesuai program terapi.
“Awalnya, ide MoveWall-AI muncul dari ketertarikan kami untuk mengembangkan inovasi di bidang fisioterapi yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Kami melihat bahwa rehabilitasi, khususnya pada pasien dengan gangguan bahu, membutuhkan latihan yang dilakukan secara berulang dan konsisten. Namun, terkadang latihan yang dilakukan secara terus-menerus bisa terasa monoton bagi pasien,” ungkapnya, Senin (2/11/2026).
Permainan Memanah Jadi Bagian dari Latihan Bahu
MoveWall-AI mengemas latihan rehabilitasi dalam bentuk permainan memanah. Dalam permainan tersebut, sistem menampilkan target berupa apel pada berbagai posisi dan ketinggian.
Pengguna menggerakkan bahu untuk mengarahkan panah menuju target. Dengan demikian, aktivitas permainan tetap melibatkan gerakan bahu yang berkaitan dengan kebutuhan latihan rehabilitasi.
Konsep exergaming atau permainan berbasis aktivitas fisik ini menghadirkan unsur hiburan dalam sesi latihan. Pasien dapat mengikuti tantangan permainan sambil melakukan gerakan yang menjadi bagian dari program rehabilitasi.
Pendekatan tersebut juga memberi variasi pada latihan yang biasanya mengandalkan gerakan berulang. Tim berharap unsur permainan dapat membantu pasien menjaga ketertarikan dan motivasi selama menjalani latihan.
AI Menyesuaikan Tantangan dengan Kemampuan Gerak Pasien
Kecerdasan buatan menjadi komponen penting dalam MoveWall-AI. Sistem ini dirancang untuk menganalisis gerakan pengguna dan menyesuaikan tingkat kesulitan permainan berdasarkan kemampuan geraknya.
Salah satu bentuk penyesuaian terlihat dari posisi target. Sistem dapat mengubah ketinggian target, mulai dari sudut gerakan yang lebih rendah hingga posisi yang lebih tinggi, mengikuti perkembangan kemampuan pengguna.
Melalui mekanisme adaptif tersebut, tim ingin menghadirkan tantangan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pengguna. Pasien dapat menjalani latihan secara bertahap tanpa harus langsung menghadapi tingkat kesulitan yang sama.
Selain mendukung pengalaman latihan, analisis gerakan juga berpotensi membantu fisioterapis memantau perkembangan pasien. Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi ketika tenaga profesional meninjau respons pasien terhadap program rehabilitasi.
Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta, MoveWall-AI masih membutuhkan penyempurnaan teknologi dan pengujian lanjutan. Tim ingin meningkatkan kemampuan deteksi gerakan serta akurasi AI sebelum menguji manfaatnya secara langsung kepada pasien.
Taqiyyah menegaskan bahwa tim tidak ingin berhenti pada tampilan teknologi yang menarik. Mereka juga ingin memastikan perangkat memiliki dasar pengujian yang memadai dari sisi keamanan dan efektivitas.
“Kami perlu menyempurnakan sistem deteksi gerakan, meningkatkan akurasi teknologi AI, serta melakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Kami juga ingin nantinya MoveWall-AI dapat diuji secara langsung kepada pasien melalui penelitian klinis. Jadi, inovasi ini benar-benar bisa dibuktikan manfaatnya dan bukan hanya menarik dari sisi teknologi,” jelasnya.
Dosen Dorong Mahasiswa Terus Kembangkan Inovasi
Dosen pembimbing Arif Pristianto mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang tetap mengembangkan karya inovatif di tengah kegiatan perkuliahan dan praktik. Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin menjadi salah satu pengalaman penting dalam proses pengembangan teknologi.
Ia juga berharap capaian tim dapat mendorong mahasiswa lain untuk mengikuti kompetisi dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Kami senang dan bangga dengan para mahasiswa yang tetap aktif dan kreatif berinovasi, berkolaborasi, dan berprestasi di tengah kesibukan kuliah dan praktik. Semoga inovasi dan prestasi ini terus dikembangkan serta menjadi motivasi bagi adik tingkat agar ada regenerasi bagi mahasiswa yang aktif dalam kompetisi,” tuturnya.
MoveWall-AI Ditargetkan Lanjut ke Pengujian Klinis
Bronze Medal ISIF 2026 menjadi salah satu pencapaian awal bagi tim dalam mengembangkan MoveWall-AI. Namun, mereka masih memiliki sejumlah pekerjaan sebelum membawa inovasi ini ke tahap penerapan yang lebih luas.
Tim perlu menyempurnakan sistem deteksi gerakan, meningkatkan akurasi AI, serta mengevaluasi keamanan dan efektivitas perangkat. Selanjutnya, pengujian langsung kepada pasien melalui penelitian klinis dapat membantu mengukur manfaat inovasi dalam praktik rehabilitasi.
Jika pengembangan tersebut berjalan sesuai harapan, MoveWall-AI berpotensi menjadi teknologi pendukung latihan fisioterapi yang menawarkan pengalaman lebih interaktif dan adaptif.
Bagi tim mahasiswa UMS dan UTY, penghargaan internasional ini bukan menjadi titik akhir. Mereka ingin terus menyempurnakan inovasi agar hasil pengembangan teknologi dapat menjawab kebutuhan rehabilitasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

