Konsistensi Bawa Fauqiyatul Jadi Mahasiswa Termuda SNBP UNAIR

Must read

educare.co.id, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) secara resmi menerima mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Selasa (18/3/2025). Dari deretan mahasiswa baru tersebut, sosok Fauqiyatul Ulum Ridha mencuri perhatian sebagai mahasiswa termuda yang diterima UNAIR tahun ini.

Fauqiyatul, siswa MAN 3 Kediri berusia 16 tahun, berhasil lolos di Program Studi S1 Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR. Ia mengaku pencapaian ini tidak terlepas dari konsistensi dan dukungan orang-orang terdekat.

“Saya merasa bersyukur dan beruntung bisa diterima di UNAIR. Ini bukan hanya hasil usaha saya sendiri, tetapi juga berkat doa orang tua, guru, dan orang-orang yang mendukung saya,” ungkap Fauqiyatul.

Memilih Fisika sebagai jurusan pilihannya, Fauqiyatul memiliki alasan kuat. Baginya, Fisika adalah ilmu yang mampu menjelaskan banyak fenomena di sekitar kehidupan sehari-hari.

“Saya ingin menganalisis dan memahami bagaimana dunia ini bekerja. Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang dijelaskan oleh Fisika, seperti bagaimana cahaya membentuk pelangi dan bagaimana smartphone berfungsi,” jelasnya.

Fauqiyatul juga mengungkapkan alasan memilih UNAIR sebagai tempat melanjutkan studi. Menurutnya, UNAIR memiliki lingkungan akademik yang kondusif, tenaga pengajar berkualitas, serta fasilitas yang menunjang proses belajar. Ia berharap kelak dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya demi kemajuan sains dan teknologi.

Perjalanan Fauqiyatul hingga diterima di UNAIR tak lepas dari perjuangan panjang. Sejak kecil, ia telah dibiasakan oleh orang tua untuk mencintai proses belajar. Hal itu mendorongnya mengikuti program akselerasi di SMA, sehingga mampu menuntaskan masa sekolah hanya dalam dua tahun.

“Program ini tidak mudah karena materi yang seharusnya siswa pelajari dalam tiga tahun harus selesai dalam waktu lebih singkat. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dalam belajar, terutama ketika merasa jenuh dan kurang percaya diri. Namun, dengan disiplin dan dukungan guru serta orang tua, saya dapat menjalaninya dengan baik,” tuturnya.

Fauqiyatul menekankan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam prosesnya meraih mimpi masuk perguruan tinggi. Ia percaya bahwa keberhasilan tak selalu harus melalui cerita dramatis, tetapi cukup dengan ketekunan dalam hal-hal kecil.

“Saya hanya menjalani proses seperti biasa, yaitu belajar serta mengikuti ujian dengan baik. Tidak semua orang harus punya cerita besar dan perjuangan dramatis untuk mencapai sesuatu. Terkadang, yang terpenting adalah konsistensi terhadap hal-hal kecil, seperti belajar meskipun malas dan selalu optimis,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article