EDUCARE.CO.ID – Potensi pariwisata Blitar memiliki peluang untuk menjangkau wisatawan mancanegara. Namun, promosi destinasi membutuhkan informasi berbahasa Inggris yang jelas, komunikatif, dan tetap membawa karakter lokal.
Peluang tersebut mendorong Mike Yulianti, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR), mengembangkan purwarupa English Travel Guidebook saat menjalani program magang di sebuah instansi pemerintah.
Berdasarkan sumber rilis Fakultas Vokasi UNAIR, panduan tersebut berisi informasi mengenai berbagai destinasi wisata di Blitar. Mike memasukkan wisata alam, budaya, hingga destinasi buatan dalam rancangan panduan tersebut.
Dalam penyusunannya, Mike tidak sekadar menerjemahkan informasi dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Ia juga menyesuaikan gaya bahasa dengan kebutuhan wisatawan internasional dan konteks budaya di setiap destinasi.
Bahasa Inggris Jadi Jembatan Promosi Wisata Blitar
Informasi wisata untuk wisatawan mancanegara membutuhkan lebih dari sekadar terjemahan yang tepat. Pemilihan kata juga harus membuat pembaca memahami daya tarik destinasi tanpa kehilangan konteks lokal.
Mike memanfaatkan pengetahuan linguistik terapan, penulisan persuasif, dan komunikasi lintas budaya yang ia pelajari selama kuliah.
Kemampuan tersebut membantunya menyusun informasi yang lebih sesuai dengan karakter pembaca internasional.
Panduan itu juga memuat informasi mengenai etika saat mengunjungi tempat sakral. Mike turut menjelaskan tata cara berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Hal tersebut menjadi bagian penting dalam panduan wisata. Wisatawan dari negara lain belum tentu memahami kebiasaan atau aturan sosial yang berlaku di Blitar.
Penjelasan yang tepat dapat membantu wisatawan menghindari kesalahpahaman ketika berkunjung. Pada saat yang sama, panduan tetap memperkenalkan budaya lokal secara menarik.
Guidebook Tak Hanya Membahas Destinasi
Mike menyusun English Travel Guidebook dengan memasukkan informasi pendukung di luar daya tarik wisata.
Pembaca dapat memperoleh gambaran mengenai budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Informasi tersebut membantu wisatawan memahami lingkungan yang akan mereka kunjungi.
Pendekatan ini membuat panduan tidak hanya berfungsi sebagai media pengenalan destinasi. Panduan juga dapat menjadi bekal bagi wisatawan sebelum melakukan perjalanan.
Meski begitu, purwarupa tersebut masih membutuhkan pengembangan. Instansi terkait dapat menyesuaikan isi panduan dengan kebutuhan promosi dan karakter masing-masing destinasi.
Bisa Perluas Promosi Pariwisata Blitar
Ketersediaan informasi wisata dalam bahasa Inggris dapat membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan asing.
Informasi yang mudah dipahami membantu calon wisatawan mengenali destinasi sebelum datang. Mereka juga dapat mempelajari budaya serta aturan lokal sejak awal.
Jika pengembangannya berlanjut, English Travel Guidebook berpotensi menjadi salah satu media pendukung promosi pariwisata Blitar.
Promosi yang semakin luas juga dapat memberikan dampak bagi pelaku usaha di sekitar destinasi. Meningkatnya kunjungan wisatawan dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat setempat.
Magang Jadi Ruang untuk Menghasilkan Inovasi
Pengembangan panduan wisata tersebut menunjukkan bahwa program magang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu di luar kelas.
Mike menggunakan kemampuan bahasa dan komunikasi yang ia pelajari selama perkuliahan untuk menjawab kebutuhan nyata di instansi mitra.
Pengalaman tersebut juga memperlihatkan peran mahasiswa vokasi dalam menghasilkan karya yang memiliki potensi manfaat langsung.
Melalui keterampilan yang dimiliki, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja. Mereka juga dapat menawarkan gagasan dan solusi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Dukung Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi
Pengembangan English Travel Guidebook turut memiliki kaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Inisiatif tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penerapan kompetensi mahasiswa dalam situasi kerja nyata.
Selain itu, pengembangan media promosi pariwisata juga berkaitan dengan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Perluasan informasi wisata dapat mendukung peluang ekonomi masyarakat di sekitar destinasi.
Melalui panduan berbahasa Inggris tersebut, Mike berupaya mempertemukan kemampuan akademik dengan kebutuhan promosi pariwisata.
Jika terus dikembangkan, karya tersebut dapat membantu memperkenalkan potensi wisata Blitar kepada wisatawan dari berbagai negara tanpa mengesampingkan budaya dan identitas lokal.


