EDUCARE.CO.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperluas kolaborasi dengan pesantren guna meningkatkan keterampilan digital para santri. Melalui kerja sama tersebut, santri dapat mengikuti pelatihan digital berbasis daring sekaligus memperoleh sertifikasi kompetensi yang diakui dunia kerja.
Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era ekonomi digital. Selain itu, Kemkomdigi juga ingin memperkuat literasi teknologi di lingkungan pesantren.
Pelatihan Digital Buka Peluang Kerja bagi Santri
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menjelaskan bahwa Kemkomdigi telah menyediakan berbagai pelatihan digital yang bisa diakses secara online.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta berhak mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Kita memiliki pelatihan digital yang dapat diikuti secara daring dan berujung pada sertifikasi kompetensi yang berguna untuk memasuki dunia kerja,” ujar Nezar saat menerima audiensi Bina Usaha Nahdliyin di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, lulusan pesantren kini memiliki kesempatan berkarier di berbagai sektor. Oleh sebab itu, penguasaan keterampilan digital menjadi bekal penting agar mereka mampu bersaing di dunia industri.
Karena itu, Kemkomdigi mengajak lebih banyak santri memanfaatkan program pelatihan sesuai minat dan kebutuhan masing-masing.
Literasi AI Menjadi Bekal Menghadapi Transformasi Digital
Selain keterampilan dasar, Kemkomdigi juga memperkuat pemahaman santri terhadap berbagai teknologi baru.
Materi pelatihan mencakup kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), serta berbagai inovasi digital yang berkembang pesat.
“Literasi digital sekarang itu lebih mencoba meningkatkan skill atau juga pemahaman terhadap emerging technology. Misalnya artificial intelligence, IoT, dan lain-lain,” jelas Nezar.
Ia menilai AI telah menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Oleh karena itu, santri perlu memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.
“Paling tidak ada literasi tentang bagaimana kita menghadapi artificial intelligence ini. Saya kira di pesantren itu sangat kontekstual,” katanya.
Garuda Spark Innovation Hub Perkuat Talenta Digital
Kemkomdigi juga menawarkan kolaborasi melalui program pengembangan talenta digital dan kewirausahaan berbasis teknologi.
Salah satunya ialah Garuda Spark Innovation Hub, yang kini terus diperluas ke berbagai daerah.
Program tersebut membantu generasi muda mengembangkan keterampilan digital, membangun jejaring industri, serta mengikuti proses inkubasi startup.
Di samping itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi terus menghadirkan berbagai pelatihan guna memperkuat ekosistem talenta digital nasional.
Komdigi Siap Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren
Pada akhir audiensi, Nezar menegaskan dukungan Kemkomdigi terhadap berbagai program Bina Usaha Nahdliyin.
Kolaborasi tersebut mencakup penguatan literasi digital, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga pelindungan anak di ruang digital.
“Komdigi mendukung inisiatif ini. Nanti kita coba cari poin kolaborasinya di mana, apa yang bisa kita support,” tegasnya.
Melalui kemitraan tersebut, Kemkomdigi berharap semakin banyak santri tumbuh sebagai talenta digital yang kompeten. Dengan demikian, mereka tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, membangun usaha digital, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.



