EDUCARE.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses buku bacaan bermutu bagi anak Indonesia. Pemerintah menilai penguatan literasi membutuhkan dukungan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Berdasarkan siaran pers Kemendikdasmen Nomor 661/sipers/A6/VIII/2026, pemerintah melepas distribusi 5,5 juta buku bacaan bermutu untuk SD dan SMP di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).
Literasi Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan sumber daya manusia.
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah terus mendorong peningkatan minat baca anak melalui kerja sama lintas sektor.
“Kami berusaha meningkatkan minat baca anak bersama berbagai mitra agar program ini memberi manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan membaca perlu dibangun sejak dini. Sebab, sekolah memiliki keterbatasan waktu dan ruang untuk menyampaikan seluruh pengetahuan.
Rumah Pendidikan Sediakan Buku Digital Gratis
Selain mengirim buku cetak, Kemendikdasmen juga mengembangkan layanan Rumah Pendidikan. Guru dan murid dapat mengunduh buku teks, buku nonteks, buku audio, dan video pembelajaran secara gratis melalui platform tersebut.
Pemerintah berharap layanan digital ini memperluas akses sumber belajar berkualitas, terutama bagi sekolah yang kekurangan bahan bacaan.
Pendidikan Inklusif Diperkuat
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen yang menyediakan buku braille serta sumber belajar audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, langkah tersebut memperkuat pendidikan inklusif dan mendukung peningkatan mutu literasi nasional.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan bergotong royong memperluas akses buku bermutu agar semakin banyak anak memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik.
Dunia Usaha Ikut Mendukung
Direktur Utama PT Pura Barutama, Bambang Handoko, menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Literasi Nasional 2026. Ia menilai budaya membaca dapat membuka wawasan generasi muda dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Distribusi Menjangkau 38 Provinsi
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa distribusi buku tahun ini menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi.
Kemendikdasmen memprioritaskan sekolah yang hasil Asesmen Nasionalnya menunjukkan kemampuan literasi masih di bawah kompetensi minimum.
Hafidz menambahkan bahwa setiap paket buku dilengkapi pedoman pemanfaatan agar guru, kepala sekolah, dan murid dapat menggunakan buku secara optimal.
“Pedoman pemanfaatan buku kami sertakan dalam setiap paket agar guru, kepala sekolah, dan murid lebih mudah memanfaatkannya,” jelas Hafidz.
Targetkan Generasi Cerdas dan Kritis
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Kemendikdasmen berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh akses bacaan bermutu.
Pemerintah ingin membangun generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui budaya literasi yang kuat.


