Kemendikdasmen Luncurkan Program Pengembangan Kompetensi Guru BK, Perkuat Peran dalam Pembentukan Karakter Siswa

EduNews

educare.co.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) resmi meluncurkan Program Pengembangan Kompetensi Bimbingan dan Konseling (BK). Program ini diwujudkan dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Nasional dan ditujukan bagi guru BK di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Langkah ini menjadi strategi Kemendikdasmen dalam memperkuat peran guru BK sebagai penggerak utama pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut saat membuka kegiatan di Jakarta pada Selasa (25/6).

“Saya mengapresiasi kegiatan ini yang menjadi tahapan penting dalam rangka mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Sekaligus meluruskan arah pendidikan yang bertujuan menumbuhkan peserta didik menjadi generasi Indonesia yang memiliki kecerdasan, keterampilan, kemandirian, cinta tanah air, dan demokratis,” ungkap Menteri Mu’ti, dalam siaran tertulis dikdasmen (30/6).

Dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta, Menteri Mu’ti menekankan pentingnya penerapan dua pendekatan dalam pendidikan karakter, yakni knowing dan doing. Pendekatan knowing, menurutnya, berfokus pada pembentukan wawasan dan kesadaran intelektual, sedangkan doing menekankan pada pembiasaan perilaku positif seperti dalam program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.”

“Oleh karena itu, peran guru BK dalam hal ini jangan hanya menjadi wadah bagi peserta didik yang bermasalah, guru BK harus memegang peranan penting dalam melakukan pendampingan kepada peserta didik melalui dua pendekatan tersebut. Sejatinya, setiap peserta didik memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing, dan tugas kita adalah mendampingi, mengembangkan, dan melatih potensi mereka,” tutur Menteri Mu’ti.

Ia pun berharap, melalui program ini akan lahir beragam gagasan dan praktik baik dari para guru BK di satuan pendidikan.

“Guru BK harus memiliki banyak referensi metode pembelajaran dan pendampingan, sehingga para peserta didik merasa sekolah menjadi rumah kedua bagi dirinya. Mari ciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan sebagai pondasi bagi tumbuh kembang murid secara optimal,” tambahnya.

Senada dengan Menteri Mu’ti, Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa kompleksitas tantangan pendidikan saat ini menuntut hadirnya guru BK yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mendampingi peserta didik secara emosional.

“Melalui Bimbingan Teknis Fasilitator Nasional ini, para guru akan dibekali berbagai kompetensi strategis 7 Jurus BK Hebat yang dirancang untuk memperkuat peran guru BK sebagai pendamping, fasilitator, dan motivator bagi murid. Adapun 7 jurus tersebut meliputi Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi,” papar Dirjen Nunuk.

Dirjen Nunuk juga menekankan harapan besar agar program ini menjadi momentum penting dalam membentuk generasi yang tangguh secara akademis dan berkarakter kuat.

“Kami ingin melihat para guru bisa semakin percaya diri dalam menjalankan peran strategisnya sebagai pendidik, pembimbing, pendamping tumbuh kembang, dan penjaga keselamatan psikologis murid. Selamat mengikuti pelatihan dan mari bersama-sama kita tingkatkan kompetensi guru dalam memberikan bimbingan dan konseling untuk mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan,” pungkasnya.

Kegiatan Bimtek Fasilitator Nasional tahap pertama ini diikuti secara luring oleh 319 peserta, terdiri atas 291 guru BK dan 28 dosen atau praktisi dari 10 provinsi. Selanjutnya, peserta akan menjalani pelatihan intensif dan bertugas menyebarluaskan materi serta pengalaman kepada rekan-rekan guru BK di wilayah masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *