Kemendikdasmen Dukung Implementasi MPLS Ramah di Seluruh Indonesia

EduNews

educare.co.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam menciptakan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang ramah, berfokus pada perlindungan anak, penguatan karakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Pelaksanaan MPLS Ramah ini didasarkan pada enam prinsip utama: ramah, edukatif, efektif dan efisien, inklusif, partisipatif, serta fleksibel.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan sambutannya saat peluncuran program MPLS Ramah bersama Penerima Beasiswa ADEM di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (11/7).

“MPLS tidak hanya program yang berkaitan dengan pengenalan lingkungan sekolah saja, namun sebagai lingkungan pendidikan yang menekankan pentingnya pendidikan karakter, pengembangan bakat dan minat, serta semangat belajar,” ujarnya dalam siaran tertulis kemendikdasmen (17/7).

Berbagai sekolah telah menunjukkan keberhasilan dalam menerapkan konsep MPLS Ramah. Salah satunya adalah SMA Plus Islamic Village, Tangerang, Banten. Guru pendamping beasiswa ADEM, Nurhayati Mansaber, menyatakan bahwa sekolahnya telah menjalankan MPLS sesuai arahan kementerian.

“Para siswa tidak lagi menggunakan atribut aneh atau mengalami perpeloncoan. Sebaliknya, dengan MPLS Ramah, para siswa mengikuti kegiatan yang menyenangkan, positif, serta berkarya,” ungkap Nurhayati.

Ia berharap pendekatan MPLS Ramah ini bisa diterapkan secara merata hingga ke wilayah timur Indonesia. “Semoga konsep MPLS Ramah ini dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, terutama wilayah timur yang mungkin memiliki akses informasi terbatas, sehingga tidak ada lagi siswa yang merasa ‘kapok’ mengikuti MPLS,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah sekaligus Koordinator ADEM Papua Provinsi Banten, Widodo, menekankan pentingnya persiapan dalam pelaksanaan MPLS. Ia menjelaskan bahwa sekolahnya telah membentuk kepanitiaan yang melibatkan guru sebagai pembimbing dan pengawas, serta OSIS sebagai pendamping, dengan berpedoman pada petunjuk teknis dari kementerian.

“Tujuannya adalah menciptakan MPLS yang ramah, menghasilkan siswa berkarakter baik, mencegah perundungan, dan menghindari dampak negatif pada psikologi anak,” kata Widodo.

Ia juga berharap MPLS Ramah dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa. “Saya harap konsep MPLS tahun ini mampu menghasilkan murid-murid yang berkarakter baik, ramah terhadap junior maupun senior, serta menciptakan suasana pembelajaran yang semakin nyaman dan saling menghargai,” ujarnya.

Di sisi lain, Saiful Anwar, Koordinator Sekolah ADEM Repatriasi Banten, menyampaikan bahwa persiapan MPLS di jenjang asrama, terutama bagi siswa dari program reguler dan repatriasi, telah dilakukan sejak tiga bulan sebelumnya. Fokus utama dalam kegiatan awal adalah penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Bagi murid dari program ADEM Repatriasi dan dari Papua, mereka telah dikenalkan dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama kedatangan, untuk memastikan mereka saling mengenal dan merasa memiliki keluarga saat masuk sekolah reguler,” jelas Saiful.

Ia mengakui bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya, karena suasana yang lebih kondusif dan pendekatan yang kolaboratif. Dengan waktu persiapan yang cukup, sekolah juga melakukan sejumlah improvisasi dari juknis kementerian, menyesuaikan dengan sistem sekolah full day dan sekolah plus.

“Hasilnya pun positif, di mana murid merasa senang dan bahkan terharu dengan pengalaman MPLS yang menyenangkan. Harapan besar dari MPLS tahun ini adalah agar murid lebih giat belajar, menjadikan sekolah sebagai rumah kedua untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun non akademik, serta menjadi generasi yang unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Kemendikdasmen memastikan akan terus mengawal penerapan MPLS Ramah di seluruh wilayah Indonesia, dengan harapan agar setiap peserta didik baru mendapatkan pengalaman awal sekolah yang membangun semangat belajar dan karakter positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *