Kalahkan 151 Tim, PSM Voca Erudita UNS Sabet Grand Champion PICF 2026

Must read

EDUCARE.CO.ID – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Voca Erudita Universitas Sebelas Maret (UNS) membawa pulang gelar Grand Champion The 7th Penabur International Choir Festival (PICF) 2026.

Delegasi asal Surakarta, Jawa Tengah, itu berhasil bersaing dengan 151 tim paduan suara dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.

PICF 2026 berlangsung pada 7-12 September 2026 di Aula Penabur Intercultural Secondary & Junior College Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Berdasarkan sumber keterangan tertulis yang diterima media, kompetisi tersebut diselenggarakan Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Festival tahun ini mengusung tema “Sing Together, Rise Together”. Tema tersebut menekankan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan harmoni melalui seni paduan suara.

Voca Erudita UNS Raih Grand Champion

PSM Voca Erudita UNS tampil dalam tiga kategori pada PICF 2026. Ketiganya yaitu Mixed Choir Level A, Music of Religion, dan Folklore.

Perjuangan tim berlangsung selama sekitar empat bulan. Mereka memulai persiapan dari proses seleksi anggota hingga latihan rutin.

Margaretha, Amabel, dan Ananda yang mewakili Voca Erudita mengaku senang sekaligus bangga atas pencapaian tersebut.

Mereka bahkan tidak menyangka tim mampu meraih gelar Grand Champion.

Persiapan mereka juga menghadapi sejumlah tantangan. Selain persoalan pendanaan, tim harus mengganti konduktor di tengah proses persiapan.

“Banyak tantangan yang dilalui, bukan hanya masalah dana, tetapi juga kami harus mengganti konduktor di tengah jalan,” ungkap perwakilan Voca Erudita.

Mereka berharap PICF berikutnya dapat menjangkau lebih banyak peserta dari dalam dan luar negeri.

“Semoga semakin banyak peserta dari berbagai provinsi yang ikut PICF 2028 dan semakin banyak lagi peserta luar negeri yang mendaftar,” harap mereka.

PICF 2026 Diikuti 152 Tim

PICF 2026 mendapat antusiasme besar dari peserta. Sebanyak 152 tim paduan suara tampil di hadapan dewan juri dan penonton.

Para peserta datang dari 17 provinsi di Indonesia. Daerah tersebut meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat Daya.

Peserta dari luar negeri juga ikut meramaikan festival. Mereka berasal dari Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Ketua Pengarah PICF 2026 Emma P Balubun mengatakan jumlah peserta tahun ini menunjukkan antusiasme yang lebih besar dibandingkan penyelenggaraan dua tahun sebelumnya.

“Ada yang dari Papua bahkan negara-negara tetangga juga ikut berpartisipasi. Kami sangat bersyukur dan bangga atas hal tersebut karena ini merupakan sebuah bentuk kepercayaan yang tinggi,” ujarnya.

Dua Kelompok Kategori Jadi Arena Kompetisi

PICF 2026 membagi kompetisi ke dalam dua kelompok utama, yaitu School Categories dan General Categories.

School Categories mencakup empat jenjang. Peserta dapat mengikuti kategori Kindergarten, Primary School, Junior High School, dan Senior High School.

Sementara itu, General Categories memiliki cakupan yang lebih beragam. Kategori tersebut meliputi Children’s Choir untuk usia 9-17 tahun serta Mixed Youth Choir Level A dan B untuk usia 17-23 tahun.

Ada pula Mixed Choir Level A dan B, Equal Voices untuk peserta di atas 17 tahun, Folklore, Music of Religion, Pop & Jazz Choir, Gospel & Spiritual, serta Ensemble Choir.

Pembagian tersebut memberi ruang bagi kelompok paduan suara dari berbagai jenjang usia dan latar belakang untuk berkompetisi.

Juri Datang dari Indonesia dan Mancanegara

PICF 2026 menghadirkan jajaran juri dari Indonesia dan berbagai negara.

Artistic Director PICF 2026 Avip Priatna menjadi salah satu juri asal Indonesia. Ia bertugas bersama Agastya Rama Listya, Rainier Revireino, dan Luciana Dharmadi Oendoen.

Festival juga menghadirkan juri internasional. Mereka antara lain Susanna Saw dari Malaysia, Nelson Kwei dari Singapura, Mark Anthony dari Filipina, serta Lorenzo Donati dari Italia.

Selain itu, terdapat Ambroz Copi dari Slovenia, Josu Elberdin dari Spanyol, dan Theodora Pavlovitch dari Bulgaria.

Para juri tidak hanya menilai penampilan peserta. Mereka juga mengisi berbagai kegiatan pengembangan kemampuan, seperti choral clinic, workshop, dan masterclass.

BPK Penabur Dorong Keterampilan 6C

Penyelenggaraan PICF 2026 menjadi bagian dari upaya BPK Penabur Jakarta mengembangkan bakat siswa melalui seni suara.

Ketua BPK Penabur Jakarta Kenny Lim mengatakan pendidikan perlu memberi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Ia menyoroti enam keterampilan yang dikenal sebagai 6C, yakni critical thinking, creativity, communication, collaboration, character, dan citizenship.

Menurut Kenny, kompetisi internasional dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan tersebut. Peserta juga dapat bertemu dengan kelompok dari berbagai daerah dan negara.

“Karena kompetisi taraf internasional, ajang ini menjadi wadah yang tepat untuk mampu bersaing secara global sekaligus menjalin kebersamaan, persahabatan, kolaborasi, dan sikap saling menghargai dalam keberagaman budaya,” ujarnya.

PICF 2026 sekaligus menandai perjalanan 76 tahun BPK Penabur di Indonesia. Selama perjalanan tersebut, BPK Penabur mengembangkan pendidikan akademik dan nonakademik secara beriringan.

Paduan Suara Mengajarkan Kerja Sama

Artistic Director PICF 2026 Avip Priatna menjelaskan alasan penyelenggara memilih tema “Sing Together, Rise Together”.

Menurutnya, paduan suara tidak hanya mengajarkan kemampuan bernyanyi. Setiap anggota juga perlu belajar bekerja sama dan mendukung satu sama lain.

“Paduan suara tidak hanya mempersiapkan untuk bernyanyi saja, tetapi juga saling bekerja sama, mendukung, dan mengesampingkan ego masing-masing untuk bisa menjadi sebuah paduan suara yang solid. Lewat paduan suara, setiap individu dapat belajar banyak,” kata Avip.

Pesan tersebut menggambarkan paduan suara sebagai ruang pembelajaran karakter. Setiap anggota harus menyatukan suara dan mengurangi ego pribadi untuk menghasilkan harmoni.

Juri PICF Kagum dengan Peserta Muda

Juri asal Spanyol Josu Elberdin turut memberikan apresiasi terhadap penampilan peserta PICF 2026.

Komposer profesional tersebut mengaku terkesan dengan kemampuan peserta, terutama pada kategori Kindergarten.

“Saya bisa melihat betapa manisnya mereka dan yang lebih terpenting lagi, mereka sudah bisa bernyanyi dengan dua lagu di usia yang sangat muda,” ujarnya.

Josu menilai setiap peserta telah melewati proses persiapan sebelum tampil di panggung. Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti festival.

PICF 2026 menunjukkan bahwa kompetisi paduan suara tidak hanya menjadi ajang mencari prestasi. Festival ini juga mempertemukan pelajar dan kelompok paduan suara dari berbagai wilayah serta negara.

Kemenangan PSM Voca Erudita UNS sebagai Grand Champion menjadi salah satu capaian yang menonjol dalam festival tersebut. Di sisi lain, kehadiran ratusan peserta memperlihatkan bagaimana seni suara dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, disiplin, komunikasi, dan kerja sama.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article