EDUCARE.CO.ID – Yogyakarta menghadirkan inovasi wisata yang memadukan pendidikan, budaya, dan kreativitas melalui Jogja Educulture Journey – Laras Triloka. Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan program ini pada Senin (12/10/2026) bersama sejumlah mitra strategis. Kepala Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY), Chrestina Erni Widyastuti, turut menghadiri acara tersebut.
Berdasarkan sumber laman resmi Dishub DIY, acara peluncuran berlangsung di Joglo, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), mulai pukul 08.30 WIB. Program ini menghubungkan empat destinasi dalam satu rute perjalanan. Dengan konsep tersebut, wisatawan dapat menikmati rekreasi sekaligus mengenal pengetahuan dan kebudayaan Yogyakarta.
Dishub DIY Dukung Wisata yang Terintegrasi
Kehadiran Chrestina Erni Widyastuti menunjukkan keterlibatan Dishub DIY dalam kolaborasi pengembangan potensi daerah. Dalam hal ini, konektivitas antardestinasi menjadi salah satu aspek penting bagi pengembangan pariwisata.
Konektivitas yang baik membantu wisatawan menjangkau berbagai lokasi dengan lebih mudah. Karena itu, pemerintah perlu bekerja sama dengan mitra strategis untuk membangun perjalanan wisata yang terintegrasi.
Selain menawarkan kunjungan ke tempat wisata, Jogja Educulture Journey – Laras Triloka menggabungkan pengalaman belajar, pengenalan budaya, dan kreativitas. Melalui pendekatan ini, wisatawan dapat menikmati rekreasi sekaligus memperluas wawasan.
Sebelum memasuki agenda utama, panitia menyambut para tamu dengan pertunjukan Tari Sekar Pudyastuti. Para peserta kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, perwakilan Laras Triloka menyampaikan laporan kegiatan. Direktur GIK UGM dan Wali Kota Yogyakarta selanjutnya memberikan sambutan.
Dua MoU Perkuat Kolaborasi Laras Triloka

Agenda utama acara mencakup penandatanganan dua nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Pertama, Yayasan Aji Dharma Nusantara menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Selanjutnya, PT Anindya Mitra Internasional (PT AMI) menandatangani MoU dengan pemerintah kota tersebut.
Kedua kesepakatan ini menjadi landasan kolaborasi untuk mengembangkan wisata edukasi dan budaya. Para pihak juga mendorong keterhubungan sejumlah destinasi melalui rute perjalanan terpadu.
Melalui kerja sama tersebut, setiap destinasi berpeluang menawarkan pengalaman yang saling melengkapi. Dengan demikian, wisatawan dapat mengenal beragam sisi Yogyakarta dalam satu rangkaian perjalanan.
Ini 4 Destinasi dalam Rute Jogja Educulture Journey
Laras Triloka menghubungkan empat destinasi utama di Yogyakarta. Setiap lokasi memiliki karakter tersendiri sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman yang beragam.
1. Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM (GIK UGM)
GIK UGM menjadi titik awal dalam rangkaian kegiatan peluncuran. Kawasan ini menghadirkan lingkungan yang berkaitan dengan inovasi dan kreativitas. Karena itu, GIK UGM turut melengkapi konsep perjalanan yang menggabungkan edukasi dan rekreasi.
2. Taman Bhinneka
Taman Bhinneka masuk dalam rute Laras Triloka dengan unsur pengenalan keberagaman. Kehadiran destinasi ini menambah variasi pengalaman bagi wisatawan. Selain itu, lokasinya melengkapi rangkaian kunjungan dalam program tersebut.
3. Taman Pintar
Taman Pintar menawarkan pengalaman wisata yang berorientasi pada edukasi. Pengunjung dapat menambah wawasan melalui kegiatan rekreatif. Dengan begitu, destinasi ini sejalan dengan konsep wisata yang menggabungkan hiburan dan pembelajaran.
4. Taman Budaya Embung Giwangan
Taman Budaya Embung Giwangan melengkapi rute dengan unsur kebudayaan. Destinasi ini memperluas pengalaman wisata yang mencakup pengetahuan dan kreativitas. Oleh karena itu, lokasinya menjadi bagian dari rangkaian perjalanan edukasi Laras Triloka.
Keempat destinasi tersebut membentuk satu rangkaian wisata edukasi. Melalui rute ini, Laras Triloka mengajak masyarakat mengeksplorasi berbagai lokasi sekaligus menikmati rekreasi dan proses belajar.
Prosesi Pelepasan Shuttle Tandai Perjalanan Laras Triloka
Setelah menandatangani MoU dan mengikuti ramah tamah, para tamu undangan meninjau fasilitas GIK UGM serta Taman Bhinneka. Kunjungan ini memberi peserta kesempatan untuk mengenal sebagian lokasi dalam rute Laras Triloka.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan prosesi pemecahan kendi di depan mobil shuttle wisata Laras Triloka. Musik Dhol mengiringi prosesi tersebut. Setelah itu, armada memulai perjalanan sebagai penanda peluncuran program wisata edukasi ini.
Rombongan selanjutnya menuju Taman Pintar dan Taman Budaya Embung Giwangan. Melalui kunjungan tersebut, para peserta mengenal rute sekaligus destinasi yang masuk dalam program Jogja Educulture Journey – Laras Triloka.
Konektivitas Berperan dalam Pengembangan Wisata Edukasi
Peluncuran Laras Triloka membuka peluang kolaborasi antara sektor pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan transportasi. Setiap sektor dapat mengambil peran untuk menghadirkan pengalaman wisata yang terhubung dan informatif.
Di satu sisi, destinasi edukasi dan budaya menawarkan pengalaman belajar bagi pengunjung. Di sisi lain, konektivitas membantu wisatawan berpindah dari satu lokasi ke lokasi berikutnya dengan lebih mudah.
Karena itu, kerja sama pemerintah dan mitra strategis menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata terintegrasi. Kolaborasi tersebut dapat membantu masyarakat mengenal potensi Yogyakarta melalui perjalanan yang memadukan rekreasi dan pembelajaran.
Pada akhirnya, Jogja Educulture Journey – Laras Triloka menawarkan pendekatan wisata yang tidak hanya berfokus pada kunjungan destinasi. Program ini juga mengajak wisatawan mengenal pengetahuan, kreativitas, dan kebudayaan yang berkembang di Yogyakarta.

