EDUCARE.CO.ID – Jamu tetap menjadi bagian penting dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia. Banyak orang masih memilih minuman herbal berbahan kunyit, jahe, temulawak, dan rempah lainnya untuk menjaga kebugaran tubuh.
Namun, banyak orang masih salah memahami cara mengonsumsi jamu. Sebagian masyarakat meminumnya seperti obat modern dan berharap efeknya muncul dengan cepat. Padahal, jamu bekerja dengan pendekatan yang berbeda.
Jamu Berfungsi Menjaga Kesehatan
Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Jony Yuwono, menjelaskan bahwa jamu berfungsi mendukung kesehatan tubuh dan membantu mencegah penyakit.
“Jamu berperan sebagai upaya preventif-promotif,” ujar Jony Yuwono dalam Kosme Health Workshop bertajuk Jamu Naik Kelas di Kosme Health Factory, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (20/5/2025).
Menurutnya, jamu membantu tubuh menjaga kondisi tetap sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh. Karena itu, masyarakat tidak perlu menyamakan jamu dengan obat medis yang berfokus pada penanganan penyakit.
Biasakan Minum Jamu Secara Rutin
Jony menyarankan masyarakat meminum jamu secara rutin sebelum sakit. Kebiasaan tersebut membantu tubuh memperoleh manfaat herbal secara bertahap sehingga hasilnya lebih terasa dalam jangka panjang.
Ia mencontohkan jamu kunyit asam yang secara tradisional membantu menjaga kesehatan lambung dan mendukung kelancaran peredaran darah. Akan tetapi, jamu tidak memberikan efek instan ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan yang berat.
Karena itu, konsumsi jamu dalam jumlah banyak sekaligus tidak otomatis mempercepat pemulihan. Masyarakat lebih tepat menjadikan jamu sebagai bagian dari pola hidup sehat sehari-hari.
Temulawak Jadi Andalan Herbal Nusantara
Selain kunyit asam, masyarakat juga banyak menggunakan temulawak dalam jamu tradisional. Jony menjelaskan bahwa temulawak membantu menjaga fungsi hati dan mendukung nafsu makan. Jony menyebut temulawak dikenal membantu menjaga fungsi hati dan mendukung nafsu makan.
Masyarakat telah memanfaatkan temulawak secara turun-temurun dalam berbagai ramuan herbal. Oleh sebab itu, bahan ini tetap menjadi salah satu komoditas penting dalam industri jamu Indonesia.
Jangan Andalkan Jamu Saat Sakit Berat
Jony mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jamu sebagai satu-satunya pilihan ketika mengalami penyakit serius. Pemeriksaan medis tetap penting untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan jamu untuk melengkapi gaya hidup sehat, sedangkan terapi medis tetap diperlukan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Pahami Posisi Jamu dengan Benar
Edukasi mengenai cara konsumsi yang benar penting agar masyarakat tidak lagi salah kaprah. Masyarakat sebaiknya menempatkan jamu sebagai bagian dari pola hidup sehat bersama makanan bergizi, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.
Kebiasaan meminum jamu secara teratur dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat menikmati manfaat herbal Nusantara tanpa memiliki harapan yang keliru terhadap khasiatnya.
Penulis: Putri Faathiman Niara



