EDUCARE.CO.ID – Di balik kepraktisan popok sekali pakai yang digunakan jutaan keluarga setiap hari, tersimpan persoalan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Limbah popok yang tersusun dari plastik dan polimer sintetis membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai, sehingga menjadi salah satu penyumbang sampah rumah tangga yang sulit dikelola. Melihat tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi PLASTERA (Plastic Decomposer Era), sebuah pembungkus limbah popok berbasis biokomposit yang dirancang untuk membantu mempercepat proses biodegradasi sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang dipimpin Andi Aliyah Tenri Awaru bersama tiga mahasiswa lintas disiplin. PLASTERA dibuat dari perpaduan limbah kulit singkong sebagai sumber pati pembentuk bioplastik, serbuk cangkang telur untuk memperkuat struktur material, serta eco-enzyme yang mendukung aktivitas mikroorganisme dalam proses penguraian. Tak hanya ramah lingkungan, produk ini juga dilengkapi perekat sehingga popok bekas dapat ditutup lebih rapat, membantu mengurangi bau, dan lebih praktis dibawa saat bepergian.
Pengembangan PLASTERA berangkat dari fakta bahwa Indonesia menghasilkan jutaan ton limbah plastik setiap tahun, sementara bayi menggunakan rata-rata lima hingga delapan popok sekali pakai setiap hari. Dengan jutaan kelahiran setiap tahunnya, jumlah limbah popok yang dihasilkan diperkirakan mencapai miliaran lembar dalam setahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan limbah popok bukan sekadar isu rumah tangga, melainkan tantangan besar yang memerlukan solusi inovatif berbasis sains sekaligus perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
Didampingi Dr. Ir. Nursinah Amir, S.Pi., M.P., IPM., tim mahasiswa Unhas optimistis PLASTERA dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan limbah popok yang lebih berkelanjutan. Produk ini rencananya akan diperkenalkan melalui media sosial, marketplace, bazar, hingga pameran kewirausahaan mahasiswa, disertai edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Inovasi ini membuktikan bahwa solusi besar tidak selalu lahir dari teknologi yang rumit, tetapi juga dari kepedulian terhadap persoalan sehari-hari. Melalui PLASTERA, mahasiswa Unhas menunjukkan bahwa sains dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan kehidupan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.



