EDUCARE.CO.ID – Mahasiswa Universitas Khairun (UNKHAIR) menghadirkan inovasi eco enzyme berbasis limbah organik untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Inovasi tersebut lahir melalui Program Mahasiswa Berdampak yang digagas Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Berdasarkan sumber rilis Kemdiktisaintek, tim Universitas Khairun mempresentasikan inovasi tersebut dalam Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026. Kegiatan itu berlangsung di Universitas Prima Indonesia, Medan, pada 2 Juli 2026.
Seminar tersebut menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan hasil pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, setiap tim juga memaparkan dampak inovasi yang mereka terapkan di wilayah terdampak bencana.
Membawa Inovasi dari Maluku Utara ke Sumatra
Tim Universitas Khairun berangkat dari Kota Ternate, Maluku Utara, menuju Kabupaten Tapanuli Selatan. Mereka membawa inovasi eco enzyme yang memanfaatkan limbah organik sebagai bahan utama.
Tim mengolah limbah tersebut menjadi cairan pembersih serbaguna. Warga kemudian memakai cairan itu untuk mencuci pakaian, membersihkan peralatan makan, mengepel lantai, dan mengurangi bau tidak sedap akibat sampah organik pascabanjir.
Selain menghasilkan cairan pembersih, tim juga mengolah sisa fermentasi menjadi kompos organik. Dengan cara itu, masyarakat dapat memanfaatkannya kembali untuk membantu memulihkan lahan pertanian.
Anak-anak Ikut Mendapat Pendampingan
Program ini tidak hanya berfokus pada teknologi. Tim juga mengajak anak-anak terdampak banjir mengikuti pendampingan psikososial.
Mahasiswa menggelar berbagai kegiatan kreatif. Mereka mengajak anak-anak membuat kerajinan dari limbah banjir dan menyusun pohon harapan.
Kegiatan tersebut membantu anak-anak mengekspresikan diri. Selain itu, aktivitas tersebut juga menumbuhkan rasa percaya diri, optimisme, dan kreativitas.
Raih Bronze Medal
Kerja keras tim Universitas Khairun membuahkan hasil. Mereka berhasil meraih Bronze Medal pada kategori Nominasi Video Program Terbaik dalam Program Mahasiswa Berdampak.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas dokumentasi program sekaligus dampak yang berhasil dirasakan masyarakat.
Berawal dari Pengalaman Mendampingi Korban Bencana
Ketua tim Universitas Khairun, Aditya, menjelaskan bahwa pengalaman mendampingi masyarakat Aceh Tamiang saat terjadi bencana menjadi titik awal lahirnya inovasi tersebut.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan logistik. Mereka juga membutuhkan pendampingan, pengetahuan, dan solusi yang dapat digunakan setelah bencana berlalu.
“Pengalaman itu menggerakkan kami. Meski berasal dari Maluku Utara, kami ingin hadir mendampingi masyarakat di wilayah barat Indonesia. Melalui teknologi eco enzyme, kami berharap dapat membantu persoalan sanitasi sekaligus memberikan pengetahuan agar masyarakat mampu menghasilkan produk yang berkelanjutan,” ujar Aditya.
Sementara itu, mahasiswa Universitas Khairun, Amelia Abdul Kadir, mengaku memperoleh banyak pelajaran selama mengikuti program tersebut.
Ia tidak hanya belajar mengembangkan inovasi. Ia juga memahami pentingnya empati saat mendampingi masyarakat.
Menurut Amelia, pengalaman di lapangan membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah harus memberi manfaat nyata.
Program Mahasiswa Berdampak memperlihatkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, mitra, dan masyarakat mampu melahirkan solusi yang relevan. Selain membantu pemulihan pascabencana, inovasi tersebut juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang.




