EDUCARE.CO.ID-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kerja sama riset internasional dengan Prancis. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan (Implementing Agreement) bersama Institut de Recherche pour le Développement (IRD).
Penandatanganan berlangsung di Residence of France, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan Direktur Utama IRD, Dr. Valérie Verdier, ke Indonesia.
Selain itu, acara tersebut juga menandai 50 tahun kehadiran IRD di Indonesia.
Kerja sama ini mempertegas komitmen Indonesia dan Prancis dalam memperkuat riset serta inovasi. Kedua negara ingin menghadirkan solusi untuk berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.
Selama lima dekade terakhir, Indonesia dan Prancis telah menjalin kolaborasi di berbagai bidang. Beberapa di antaranya meliputi lingkungan, kesehatan, keanekaragaman hayati, dan pertanian berkelanjutan.
Dorong Riset Berkualitas dan Berdampak
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menilai kerja sama internasional sangat penting bagi penguatan riset nasional.
Menurutnya, Indonesia dan Prancis akan mengembangkan kolaborasi melalui skema co-funding. Melalui skema ini, kedua negara dapat berkontribusi secara setara dalam pendanaan penelitian.
Selain itu, kerja sama tersebut juga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti untuk berkolaborasi.
Karena itu, kapasitas riset kedua negara diharapkan terus meningkat.
“Indonesia tidak lagi dipandang sebagai objek atau lokasi penelitian, tetapi sebagai mitra riset penting bagi Prancis,” ujar Fauzan.
Perkuat Posisi Indonesia di Tingkat Global
Fauzan menegaskan bahwa riset harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Oleh sebab itu, Kemdiktisaintek terus memperluas kemitraan internasional yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Sementara itu, pemerintah bersama BRIN tengah menyusun Peta Jalan dan Agenda Riset Nasional.
Dokumen tersebut akan menjadi arah strategis pengembangan riset Indonesia pada masa depan.
Melalui kolaborasi global yang semakin kuat, pemerintah ingin mempercepat lahirnya berbagai solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, kerja sama internasional juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem riset dunia.
“Melalui kemitraan seperti ini, kami ingin mempercepat lahirnya solusi atas berbagai persoalan prioritas nasional,” kata Fauzan.
IRD Apresiasi Kemitraan Selama 50 Tahun
Direktur Utama IRD, Dr. Valérie Verdier, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra Indonesia.
Menurutnya, kerja sama yang telah berlangsung selama lima dekade menjadi fondasi penting bagi pengembangan kolaborasi berikutnya.
Karena itu, IRD ingin terus memperluas kemitraan yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
Di sisi lain, Duta Besar Prancis untuk Indonesia juga menegaskan komitmen negaranya dalam memperkuat kerja sama pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan antarpeneliti.
Selain itu, kerja sama ini juga dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta menghasilkan solusi berbasis sains.
Momentum Perluas Kemitraan Strategis
IRD merupakan lembaga penelitian publik Prancis yang fokus pada pembangunan berkelanjutan.
Selama hampir 50 tahun, lembaga tersebut menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam bidang penelitian.
Berbagai program kolaboratif telah membantu penguatan kapasitas riset nasional.
Selain itu, kerja sama tersebut juga mendukung pengembangan sumber daya manusia dan penyusunan kebijakan berbasis data ilmiah.
Kini, momentum 50 tahun kehadiran IRD menjadi langkah penting untuk memperluas kemitraan yang lebih strategis.
Melalui kolaborasi yang semakin erat, Indonesia dan Prancis berharap dapat menghasilkan lebih banyak inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, kerja sama ini diharapkan mampu mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.



