SMA Al Huda Tuban Juara 1 di Jepang! MANGU Project Bawa Isu Lingkungan ke Level Internasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Prestasi internasional kembali diraih pelajar Indonesia. SMA Al Huda Boarding School Tuban, Jawa Timur, berhasil meraih Juara I Japan Education for Sustainable Development (ESD) Award 2025 melalui MANGU Project.

Program tersebut menggabungkan edukasi lingkungan, ketahanan bencana, ilmu pengetahuan, nilai agama, dan kearifan lokal. Tim SMA Al Huda mengembangkan MANGU Project untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan yang muncul di wilayah Tuban.

Prestasi tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan perwakilan SMA Al Huda Boarding School ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Selasa, 29 September 2026. Dalam kesempatan itu, Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini P. Sjahrir menerima langsung perwakilan sekolah.

MANGU Project Angkat Masalah Lingkungan di Tuban

Berdasarkan sumber keterangan KBRI Tokyo, MANGU Project menjadi inovasi utama yang mengantarkan SMA Al Huda meraih penghargaan internasional tersebut.

Program ini memadukan pembelajaran sains dengan nilai agama dan tradisi lokal. Para siswa kemudian menerapkan pendekatan tersebut untuk melihat berbagai persoalan lingkungan di sekitar mereka.

MANGU Project antara lain membahas penebangan liar, banjir, dan pencemaran laut. Para siswa juga mengembangkan edukasi mengenai kesiapsiagaan serta ketahanan menghadapi bencana.

Pendekatan tersebut membuat pembelajaran tidak berhenti pada teori. Siswa juga belajar memahami persoalan lingkungan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

141 Sekolah dari 10 Negara Ikut Berkompetisi

Japan ESD Award menjadi salah satu ajang yang mendorong sekolah mengembangkan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (MEXT) menyelenggarakan penghargaan tersebut bersama Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).

Pada Japan ESD Award 2025, sebanyak 141 sekolah dari 10 negara Asia Tenggara ikut berpartisipasi.

SMA Al Huda Boarding School Tuban kemudian keluar sebagai juara pertama melalui MANGU Project.

Sementara itu, sekolah menengah dari Vietnam meraih Juara II. Adapun Juara III jatuh kepada sekolah dasar dari Filipina.

Dubes RI Apresiasi Prestasi Siswa Tuban

Dubes RI untuk Jepang Nurmala Kartini P. Sjahrir menyampaikan apresiasi kepada para siswa SMA Al Huda.

Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian kompetisi. Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang siswa peroleh dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

“Selamat kepada anak-anak SMA Al Huda Boarding School, Tuban atas prestasi yang mereka peroleh. Muda-mudahan prestasi dan ilmu pengetahuan yang mereka dapat bisa diabdikan bagi kepentingan masyarakat banyak. Sekali lagi saya ucapkan selamat,” ujar Kartini dalam keterangan tertulis, Selasa, 29 September 2026.

KBRI Tokyo juga terus memberikan dukungan kepada pelajar Indonesia yang mengikuti berbagai kompetisi internasional di Jepang.

“KBRI Tokyo senantiasa memberikan dukungan bagi segenap putra putri Indonesia dalam kompetisi tingkat internasional di Jepang. Kami berharap, dengan dukungan ini anak-anak Indonesia akan semakin bersemangat mengikuti kompetisi di Jepang,” ucapnya.

Belajar Mitigasi Bencana dari Jepang

Kunjungan ke Jepang tidak hanya menjadi bagian dari agenda penghargaan. Para siswa SMA Al Huda juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari sistem penanganan bencana di Jepang.

Mereka mengunjungi Tohoku University serta sejumlah sekolah di Fukushima.

Salah satu siswa SMA Al Huda, Singa Arsyada Wisanggeni Aly, mengatakan kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai cara masyarakat Jepang menghadapi bencana alam.

Siswa juga mempelajari pengalaman Fukushima setelah tsunami yang melanda wilayah tersebut dan sekitarnya pada 2011.

“Sejumlah kegiatan di Jepang kami manfaatkan khususnya untuk dapat mempelajari bagaimana penanganan bencana alam. Seperti kita ketahui Jepang sangat baik dalam penanganan bencana alam,” kata Singa.

Menurut Singa, pengalaman tersebut tidak berhenti selama kunjungan di Jepang. Para siswa juga berencana menerapkan pembelajaran tersebut di lingkungan sekolah.

Siswa Belajar Penanganan Pascabencana

Pengalaman di Jepang memperluas pemahaman siswa mengenai mitigasi dan penanganan bencana.

Sekolah kemudian dapat mengembangkan pembelajaran tersebut melalui berbagai kegiatan, termasuk pelatihan penanganan pascabencana.

Selain kemampuan menghadapi bencana, para siswa juga mendapat pembelajaran mengenai kepemimpinan dan etika dasar.

Dengan demikian, pengalaman mengikuti kompetisi internasional sekaligus menjadi ruang pembelajaran karakter.

Siswa tidak hanya membawa pulang penghargaan. Mereka juga memperoleh pengetahuan yang dapat mereka terapkan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Japan ESD Award Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Japan ESD Award telah berlangsung sejak 2012. Program tersebut menyasar jenjang pendidikan dasar dan menengah di negara-negara anggota SEAMEO.

Penghargaan ini mendorong sekolah meningkatkan pemahaman mengenai Education for Sustainable Development (ESD).

Konsep ESD menghubungkan berbagai persoalan global dengan proses pembelajaran. Isunya mencakup perubahan iklim, ketimpangan sosial, kelestarian lingkungan, dan kesehatan.

Sekolah kemudian dapat mengintegrasikan isu tersebut ke dalam kurikulum maupun pengalaman belajar siswa.

Prestasi SMA Al Huda Boarding School Tuban melalui MANGU Project menunjukkan bagaimana pendidikan berkelanjutan dapat tumbuh dari persoalan lokal.

Dari Tuban, para siswa membawa gagasan tentang lingkungan dan ketahanan bencana ke kompetisi tingkat Asia Tenggara. Pengalaman di Jepang pun memperkaya wawasan mereka untuk kembali mengembangkan pembelajaran di sekolah.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article