IFP dan AI Ubah Cara Belajar Murid Berkebutuhan Khusus di Kudus, Guru Sebut Hasilnya Mengejutkan

Must read

EDUCARE.CO.ID – Transformasi digital mulai menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi murid berkebutuhan khusus di SLBN Purwosari Kudus, Jawa Tengah. Sekolah ini memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) dan video berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik dan inklusif.

Berdasarkan siaran pers Kemendikdasmen Nomor 663/sipers/A6/VIII/2026, murid SLBN Purwosari Kudus menyimak video pembelajaran melalui IFP, membaca buku digital dari laman budi.kemendikdasmen.go.id, menjawab pertanyaan sederhana, lalu menceritakan kembali isi bacaan. Karena itu, kegiatan belajar terasa lebih hidup dan mendorong murid berpartisipasi aktif.

Guru Nilai IFP Tingkatkan Fokus Belajar

Guru Kelas Tuli SLBN Purwosari Kudus, Riska Widyanasari, menjelaskan bahwa penggunaan IFP mengubah suasana belajar di kelas. Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, ia memanfaatkan video berbasis AI agar murid lebih mudah memahami tata cara memberikan hormat kepada Bendera Merah Putih.

“IFP sangat membantu pembelajaran di SLB. Guru dapat menampilkan gambar, video, dan aktivitas interaktif sesuai karakteristik murid,” ujar Riska.

Selain itu, ia melihat murid menjadi lebih aktif, lebih semangat, dan lebih fokus saat mengikuti pelajaran. Dengan demikian, mereka lebih mudah memahami materi dibandingkan ketika belajar menggunakan media konvensional.

Pendampingan Dilakukan Bertahap

Riska mengakui bahwa kemampuan murid dalam menggunakan teknologi berbeda-beda. Oleh sebab itu, guru memberikan pendampingan secara bertahap.

Selanjutnya, guru memanfaatkan tutor teman sebaya dan memilih media yang sederhana agar seluruh murid dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Dengan cara ini, murid merasa lebih percaya diri saat belajar menggunakan teknologi.

Pemerintah Perkuat Pendidikan Inklusif

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan berkualitas. Karena itu, pemerintah terus memperkuat layanan bagi anak berkebutuhan khusus, anak di wilayah 3T, daerah bencana, dan daerah konflik.

“Pemerintah berkomitmen memberikan layanan pendidikan untuk semua. Pendidikan inklusif membantu anak berkebutuhan khusus belajar bersama teman-temannya, tumbuh percaya diri, dan mengembangkan potensinya,” kata Abdul Mu’ti.

Layanan SLB Terus Diperkuat

Selain memperluas pendidikan inklusif, Kemendikdasmen juga terus memperkuat layanan di Sekolah Luar Biasa (SLB). Pemerintah menambah satuan pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan agar lebih banyak anak memperoleh pendidikan sesuai kebutuhannya.

Teknologi Jadi Sarana Kesetaraan Belajar

Kemendikdasmen menilai teknologi bukan sekadar perangkat di ruang kelas. Sebaliknya, teknologi menjadi sarana untuk membuka kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak Indonesia.

Melalui IFP, AI, dan buku digital, murid berkebutuhan khusus dapat belajar lebih aktif, memahami materi lebih mudah, dan mengembangkan potensinya secara optimal.

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article

spot_img