EDUCARE.CO.ID – Museum tak hanya menyimpan benda bersejarah. Tempat ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang alam, tubuh manusia, transportasi, hingga perkembangan musik. Memperingati Hari Museum Nasional setiap 12 Oktober, Jawa Timur Park Group (JTP Group) menyoroti peran empat museumnya di Kota Batu sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.
Keempat museum tersebut meliputi Museum Satwa, Museum Tubuh, Museum Angkut, dan Museum Musik Dunia. Masing-masing menghadirkan koleksi serta pengalaman belajar yang berbeda. Melalui pendekatan ini, JTP Group memadukan kegiatan wisata dengan pengenalan ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan.
Manajer Marketing dan Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, mengatakan bahwa museum perlu terus berkembang agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Momentum Hari Museum Nasional menjadi pengingat bahwa museum perlu terus berkembang sebagai ruang edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui Museum Satwa, Museum Tubuh, Museum Angkut, dan Museum Musik Dunia, Jawa Timur Park Group berupaya menghadirkan beragam perspektif pembelajaran dalam satu ekosistem wisata edukasi. Kami berharap keberadaan museum dapat mendorong rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, sejarah, dan budaya,” ujar Titik.
Museum Satwa Ajak Pengunjung Mengenal Keanekaragaman Hayati
Museum Satwa menghadirkan sekitar 1.000 koleksi awetan satwa dari berbagai belahan dunia. Koleksi tersebut memperkenalkan beragam spesies beserta karakteristiknya. Pengunjung juga dapat mempelajari keanekaragaman hayati melalui penyajian koleksi yang beragam.
Selain itu, Museum Satwa menghadirkan Wanantara Show, sebuah pertunjukan yang mengangkat keanekaragaman flora dan fauna. Melalui pengalaman ini, pengunjung dapat mengenal kekayaan alam dengan cara yang lebih menarik.
Koleksi dan pertunjukan tersebut juga membuka kesempatan untuk membahas pentingnya menjaga kelestarian satwa serta habitatnya. Dengan demikian, kunjungan ke museum tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Museum Tubuh Perkenalkan Anatomi Manusia

Berbeda dari Museum Satwa, Museum Tubuh mengajak pengunjung mempelajari struktur tubuh manusia. Museum ini menghadirkan berbagai replika organ untuk membantu pengunjung memahami anatomi secara visual.
Museum Tubuh juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai museum dengan koleksi replika organ tubuh manusia terbesar. Pencapaian tersebut menjadi salah satu ciri khas museum ini.
Pengunjung berusia 18 tahun ke atas juga dapat melihat spesimen cadaver secara langsung. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal anatomi manusia melalui pengamatan lebih dekat.
Melalui berbagai media visual, Museum Tubuh menyajikan materi anatomi dengan pendekatan yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Pengunjung dapat mengeksplorasi struktur tubuh sekaligus memperluas pemahaman tentang ilmu biologi.
Museum Angkut Telusuri Sejarah Kendaraan dari Masa ke Masa

Bagi pengunjung yang tertarik pada dunia otomotif, Museum Angkut menghadirkan sekitar 350 koleksi mobil dan 150 koleksi motor dari berbagai negara. Koleksi tersebut menggambarkan perkembangan transportasi dari masa ke masa.
Pengunjung dapat melihat perubahan bentuk, desain, teknologi, dan fungsi kendaraan. Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana transportasi ikut berubah mengikuti kebutuhan manusia dan kemajuan teknologi.
Museum Angkut juga menghadirkan berbagai entertainment show bertema transportasi. Pertunjukan ini melengkapi pengalaman melihat koleksi kendaraan dengan unsur hiburan.
Melalui perpaduan tersebut, Museum Angkut mengajak pengunjung mengenal sejarah transportasi secara lebih dinamis. Pengalaman ini juga dapat menjadi pintu masuk untuk memahami hubungan antara perkembangan teknologi dan kehidupan masyarakat.
Museum Musik Dunia Simpan Ratusan Koleksi Alat Musik

Museum Musik Dunia mengajak pengunjung menelusuri perkembangan musik melalui koleksi alat musik dan media rekaman dari berbagai negara. Di dalamnya, terdapat 212 koleksi alat musik tradisional Indonesia serta 643 koleksi alat musik tradisional dari luar negeri. Ragam koleksi tersebut memperlihatkan kekayaan tradisi musik dari berbagai budaya.
Selain itu, museum tersebut memiliki 64 koleksi alat musik klasik dan 625 koleksi piringan hitam atau vinyl. Beragam koleksi ini memperlihatkan kekayaan tradisi musik sekaligus perkembangan teknologi rekaman.
Pengunjung dapat mengenal alat musik dari berbagai latar budaya. Mereka juga dapat menelusuri perubahan cara masyarakat merekam, menyimpan, dan menikmati musik dari masa ke masa.
Melalui koleksi tersebut, Museum Musik Dunia mempertemukan aspek seni, sejarah, dan teknologi. Pengalaman ini turut membuka wawasan tentang musik sebagai bagian dari kehidupan dan identitas budaya masyarakat.
Museum Jadi Ruang Belajar di Luar Kelas
Keberadaan empat museum tersebut mencerminkan pendekatan edutainment yang dikembangkan JTP Group. Konsep ini menggabungkan edukasi dan hiburan dalam satu pengalaman wisata.
Setiap museum memiliki fokus pembelajaran tersendiri. Museum Satwa memperkenalkan keanekaragaman hayati, Museum Tubuh membahas anatomi manusia, Museum Angkut menelusuri perkembangan transportasi, sedangkan Museum Musik Dunia mengajak pengunjung mengenal sejarah musik dan budaya.
Karena itu, museum dapat menjadi pilihan ruang belajar di luar kelas. Pengunjung bisa memperoleh pengetahuan melalui pengamatan langsung, eksplorasi koleksi, dan pengalaman yang sesuai dengan tema setiap museum.
Peringatan Hari Museum Nasional juga mengingatkan masyarakat bahwa fungsi museum tidak terbatas pada penyimpanan koleksi. Museum turut berperan dalam mendokumentasikan perkembangan peradaban, memperkenalkan warisan budaya, dan menyebarkan pengetahuan kepada publik.
Melalui empat museum di Kota Batu, Jawa Timur Park Group berupaya menghadirkan pengalaman wisata yang sekaligus memperluas wawasan. Keberagaman koleksi dan tema pembelajaran tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta mendorong masyarakat untuk terus belajar melalui museum.

