Gantungan Kunci Berisi Cerita Budaya Antar Mahasiswa UPNVY Raih Juara II Nasional

Must read

EDUCARE.CO.ID – Tiga mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) mengubah limbah kertas menjadi produk kreatif bernilai edukasi. Mereka mengembangkan KERTALA (Kertas Bercerita Lintas Budaya), gantungan kunci yang mengenalkan budaya lokal melalui teknologi digital. Inovasi ini mengantarkan Tim Bismillah Final meraih Juara II National Business Plan Competition KOMIKA 2026.

Berdasarkan sumber laman resmi UPNVY, Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (KAMAGRISTA UNS). Ajang ini melibatkan 40 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Pada babak final, Tim Bismillah Final bersaing dengan peserta dari UPN “Veteran” Jawa Timur, Universitas Sebelas Maret, Universitas Lambung Mangkurat, dan IPB University.

Tim Bismillah Final beranggotakan Aqilla Zulfani Patriasi dan Syifa Nursholikah dari Program Studi Manajemen. Anggota lainnya, Widya Anindya Zahira, berasal dari Program Studi Akuntansi. Ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPNVY angkatan 2024.

KERTALA Ubah Kertas Bekas Jadi Produk Edukatif

Gagasan KERTALA berangkat dari dua persoalan, yaitu penumpukan limbah kertas rumah tangga dan minimnya pengetahuan generasi muda tentang budaya lokal. Tim Bismillah Final kemudian melihat peluang untuk menjawab kedua masalah tersebut melalui sebuah produk kreatif.

Mereka memanfaatkan kertas bekas sebagai bahan baku gantungan kunci. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai aksesori, tetapi juga mengajak penggunanya mengenal kekayaan budaya Indonesia.

KERTALA menghadirkan informasi tentang sejarah, cerita, dan filosofi budaya lokal. Dengan demikian, produk sederhana ini memiliki fungsi tambahan sebagai media edukasi.

Keunikan lainnya terletak pada penggunaan QR code interaktif. Pengguna cukup memindai kode tersebut untuk mengakses informasi budaya secara digital. Cara ini membuat proses mengenal budaya terasa lebih praktis dan menarik.

Melalui konsep tersebut, KERTALA memadukan penggunaan kembali limbah (reuse) dengan edukasi berbasis teknologi. Inovasi ini juga membuka peluang bagi produk ramah lingkungan untuk menjangkau generasi muda melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Mahasiswa Gabungkan Kepedulian Lingkungan dan Budaya

Perwakilan Tim Bismillah Final, Syifa Nursholikah, menjelaskan bahwa timnya ingin menghadirkan produk yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pengenalan budaya lokal.

“Melalui KERTALA, kami ingin menunjukkan bahwa limbah kertas masih memiliki nilai guna dan dapat diolah menjadi produk yang menarik. Kami juga ingin menghadirkan cara yang lebih kreatif bagi generasi muda untuk mengenal cerita dan filosofi budaya lokal melalui teknologi digital,” ujar Syifa.

Menurut Syifa, timnya ingin membawa KERTALA melampaui sekadar gagasan kompetisi. Mereka berharap produk tersebut dapat berkembang menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan dan edukasi budaya.

Karena itu, KERTALA tidak hanya berfokus pada pengolahan material bekas. Tim ini juga memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan budaya.

KERTALA Buka Peluang Bisnis Kreatif Berkelanjutan

Limbah kertas kerap berakhir sebagai sampah setelah masyarakat menggunakannya. Namun, KERTALA menawarkan pendekatan berbeda dengan mengolah material tersebut menjadi produk bernilai tambah.

Di sisi lain, penggunaan QR code membantu menyampaikan informasi budaya secara interaktif. Pengguna dapat mengakses cerita dan filosofi lokal melalui perangkat digital yang mereka gunakan sehari-hari.

Perpaduan tersebut menghubungkan tiga aspek sekaligus, yaitu kewirausahaan, keberlanjutan lingkungan, dan pelestarian budaya. Selain mengurangi potensi limbah, KERTALA juga berupaya menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia.

Konsep ini menunjukkan bahwa inovasi bisnis tidak harus berangkat dari produk yang rumit. Mahasiswa dapat mengembangkan peluang usaha dengan melihat persoalan di sekitar, kemudian merancang solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Raihan Juara II Nasional Jadi Langkah Awal Pengembangan KERTALA

Prestasi di National Business Plan Competition KOMIKA 2026 menjadi pencapaian penting bagi Tim Bismillah Final. Melalui kompetisi tersebut, mereka memperkenalkan gagasan bisnis yang menggabungkan nilai ekonomi dengan manfaat sosial dan lingkungan.

Selanjutnya, pengembangan KERTALA diharapkan dapat memperkuat daya saing produk. Tim juga berpeluang memperluas jangkauan edukasi budaya melalui media yang praktis dan menarik.

Capaian ini sekaligus memperlihatkan peran mahasiswa dalam menciptakan inovasi dari persoalan sehari-hari. Dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi, limbah kertas dapat menjadi titik awal untuk membangun produk yang memiliki fungsi baru.

Melalui KERTALA, mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta menghadirkan gagasan yang mempertemukan bisnis kreatif, pemanfaatan limbah, dan pelestarian budaya. Inovasi tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk ikut menjaga lingkungan sekaligus mengenalkan warisan budaya Indonesia.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article