FOMO Strava, Pemicu Gaya Hidup Aktif
educare.co.id, Jakarta – Media sosial berbasis olahraga seperti Strava kini menjadi salah satu pemicu tren Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan pecinta lari, bersepeda, hingga olahraga air. Fenomena ini membuat sebagian orang terdorong untuk lebih sering berolahraga agar tidak “tertinggal” dari rekan komunitasnya.
Pengguna Strava, sebuah aplikasi yang merekam dan membagikan rute serta data olahraga, mengaku lebih termotivasi ketika melihat aktivitas teman-teman mereka. Eben (20), anggota komunitas lari di Jakarta, mengatakan fitur leaderboarddan achievement badge mendorongnya konsisten berlari setiap minggu.
“Awalnya ikut-ikutan, lama-lama jadi kebiasaan sehat,” ujarnya, Senin (11/8).
Bradley Busch, psikolog terdaftar dan direktur InnerDrive, menyarankan agar penggunaan aplikasi seperti Strava dapat meningkatkan akuntabilitas dan konsistensi dalam berolahraga.
“One way you can keep tabs on yourself is by using a fitness tracking app such as Strava.”
Selain manfaat kesehatan, Strava juga menjadi sarana membangun komunitas. Melalui fitur club, pengguna bisa saling memberi dukungan, merencanakan kegiatan bersama, dan mengumpulkan donasi lewat event olahraga virtual.
Meski demikian, pakar mengingatkan agar pengguna menjaga keseimbangan. “Jangan sampai terpaku pada angka atau membandingkan diri secara berlebihan, karena tujuan utama olahraga adalah kesehatan dan kebugaran,” tambah Andika.
Dengan tren ini, Strava tidak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga media sosial olahraga yang menginspirasi gaya hidup aktif di berbagai kalangan. (SCP)
