EDUCARE.CO.ID – Dunia pendidikan di Indonesia mulai membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan esports. Aktivitas bermain gim yang dulu sering dianggap mengganggu belajar kini berkembang menjadi salah satu bidang yang mampu melahirkan prestasi sekaligus peluang karier bagi generasi muda.
Perkembangan industri esports mendorong perubahan cara pandang tersebut. Saat ini, banyak sekolah menghadirkan kompetisi, kegiatan ekstrakurikuler, hingga program pembinaan bagi siswa yang memiliki minat di bidang gim kompetitif.
Berdasarkan informasi dari Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), pembinaan esports terus berkembang melalui sistem kompetisi berjenjang dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melahirkan talenta muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Esports Tak Lagi Sekadar Menjadi Hobi
Industri esports kini menawarkan banyak pilihan profesi. Selain menjadi atlet profesional, generasi muda juga dapat berkarier sebagai pelatih, analis pertandingan, penyelenggara turnamen, caster, pengembang gim, desainer grafis, videografer, manajer tim, hingga kreator konten digital.
Seiring berkembangnya industri tersebut, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis, komunikasi, kreativitas, dan kerja sama tim juga terus meningkat.
Karena itu, banyak pelajar mulai melihat esports sebagai salah satu bidang yang layak dikembangkan sejak bangku sekolah.
Sekolah Mulai Membuka Ruang Pembinaan
PB ESI terus memperkuat ekosistem esports melalui pembinaan yang berlangsung dari tingkat daerah hingga nasional. Organisasi tersebut juga membentuk kepengurusan di seluruh provinsi dan ratusan kabupaten maupun kota agar pembinaan mampu menjangkau lebih banyak talenta muda.
Selain itu, berbagai sekolah dan perguruan tinggi mulai menghadirkan ekstrakurikuler maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) esports. Program tersebut membantu peserta mengembangkan kemampuan bermain sekaligus membangun karakter positif.
Melalui pembinaan yang terstruktur, peserta belajar menyusun strategi, bekerja sama dalam tim, berkomunikasi secara efektif, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Kompetisi Pelajar Terus Bertambah
Perkembangan esports di dunia pendidikan juga terlihat dari semakin banyaknya turnamen khusus pelajar.
Salah satunya ialah GOGOGO School Championship 2026, kompetisi Mobile Legends untuk jenjang SMA dan sederajat yang telah memperoleh lisensi resmi dari PB ESI.
Ajang tersebut tidak hanya menghadirkan pertandingan antarsekolah. Kompetisi juga membuka peluang pembinaan karena pelatih dan pencari bakat profesional memantau peserta pada beberapa tahapan.
Kondisi ini membuat pelajar memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengenal dunia esports profesional.
Tetap Harus Seimbang dengan Pendidikan
Meski peluang karier semakin terbuka, para pendidik tetap mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas bermain dan pendidikan formal.
Pelajar perlu mengatur waktu belajar, menjaga kesehatan fisik, serta memastikan waktu bermain tidak mengganggu prestasi akademik maupun waktu istirahat.
Selain itu, dukungan dari keluarga, guru, dan lingkungan sekolah juga berperan penting dalam membentuk kebiasaan bermain yang sehat dan bertanggung jawab.
Bekal Keterampilan untuk Masa Depan
Para pakar menilai esports mampu melatih berbagai keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Aktivitas ini membantu peserta mengembangkan kemampuan berpikir strategis, mengambil keputusan dengan cepat, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, serta bekerja sama dalam tim.
Kemampuan tersebut akan berkembang lebih optimal apabila pelajar menjalani pembinaan secara disiplin dan terarah.
Melihat pertumbuhan industri gim yang terus meningkat, peluang kerja di sektor esports diperkirakan semakin luas dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, kolaborasi antara sekolah dan industri, serta pengelolaan waktu yang baik, esports tidak lagi hanya menjadi hobi. Bidang ini kini membuka kesempatan bagi pelajar untuk meraih prestasi, mengembangkan keterampilan, dan membangun karier profesional di masa depan.




