EDUCARE.CO.ID – Kota Tangerang Selatan memiliki sebuah perpustakaan unik bernama Pustaka Pahala. Tempat ini tidak hanya menawarkan ribuan buku, tetapi juga menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda lewat arsitektur bergaya rumah adat Wae Rebo dari Nusa Tenggara Timur.
Bentuk bangunan yang menyerupai kerucut langsung menarik perhatian pengunjung sejak pertama datang. Di tengah suasana perkotaan yang padat, Pustaka Pahala tampil menonjol sebagai ruang baca yang tenang sekaligus estetik.
Arsitek sekaligus mantan guru besar Arsitektur Universitas Indonesia, Gunawan Tjahjono, merancang perpustakaan ini dengan mengambil inspirasi dari rumah adat Wae Rebo. Sentuhan budaya tersebut menghadirkan suasana hangat dan membuat Pustaka Pahala tampil berbeda dari perpustakaan modern pada umumnya.
Koleksi Lebih dari 5.000 Buku
Pustaka Pahala menyimpan lebih dari 5.000 buku dari berbagai genre dan bidang ilmu. Pengelola membagi koleksi berdasarkan lantai agar pengunjung lebih mudah mencari bacaan.
Lantai pertama menghadirkan buku fiksi, novel, dan literatur anak-anak. Sementara itu, lantai kedua menampung koleksi nonfiksi seperti filsafat, arsitektur, psikologi, seni, dan ekonomi.
Dengan penataan tersebut, pengunjung dapat menjelajah koleksi secara lebih nyaman tanpa harus mencari buku di rak yang bercampur.
Ruang Baca Nyaman dan Tenang
Pengelola merancang setiap sudut perpustakaan untuk mendukung kegiatan membaca dan belajar. Pengunjung dapat menggunakan area baca yang nyaman, meja kerja, hingga sudut-sudut tenang untuk menulis atau sekadar menikmati buku.
Selain itu, pengelola mewajibkan pengunjung menggunakan sandal yang disediakan sebelum memasuki area perpustakaan. Selain menjaga kebersihan, aturan ini mengajarkan kedisiplinan kepada pengunjung.
Aktif Gelar Kegiatan Literasi Anak
Pustaka Pahala tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca. Setiap bulan, pengelola rutin mengadakan sesi mendongeng untuk anak-anak guna menumbuhkan minat baca sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat menikmati cerita secara interaktif dan mengenal buku sebagai sumber pengetahuan yang menyenangkan. Karena itu, Pustaka Pahala juga berperan sebagai ruang belajar dan berkumpul bagi keluarga.
Akses Mudah dengan Transportasi Umum
Pengunjung dapat mencapai Pustaka Pahala menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Sudimara. Setelah turun di stasiun, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 20 menit atau menggunakan transportasi online.
Karena lokasinya mudah dijangkau, pelajar, mahasiswa, pekerja, maupun wisatawan dapat menjadikan perpustakaan ini tujuan akhir pekan untuk menikmati suasana tenang.
Perpustakaan yang Menyatukan Budaya dan Literasi
Perpaduan arsitektur tradisional, koleksi buku yang lengkap, dan suasana yang nyaman menjadikan Pustaka Pahala salah satu destinasi literasi menarik di Tangerang Selatan.
Kehadiran perpustakaan seperti ini menunjukkan bahwa ruang publik dapat memadukan fungsi pendidikan, budaya, dan rekreasi sekaligus. Ke depan, perpustakaan berbasis budaya lokal seperti Pustaka Pahala dapat menginspirasi daerah lain untuk menghadirkan ruang literasi yang lebih kreatif dan dekat dengan identitas budaya setempat.
Penulis: Putri Faathiman Niara



