EDUCARE.CO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen memperkuat budaya kerja kolegial agar layanan pendidikan semakin efektif. Menurutnya, kolaborasi antarsatuan kerja menjadi kunci untuk menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.
Berdasarkan sumber rilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat memberikan pembinaan kepada pegawai UPT Kemendikdasmen se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan itu berlangsung bersamaan dengan pembukaan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended–Magang Gelombang 2 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Rabu (8/7/2026).

Bangun Budaya Kerja Kolegial
Abdul Mu’ti menilai budaya kerja kolegial harus tumbuh di seluruh lingkungan Kemendikdasmen. Oleh karena itu, setiap UPT perlu saling mendukung dan bekerja sebagai satu tim.
Ia menegaskan bahwa setiap balai memiliki peran penting dalam menjalankan program kementerian. Karena itu, seluruh unit harus saling memperkuat agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program pendidikan tidak bergantung pada satu unit saja. Sebaliknya, semua pihak harus bergerak bersama.
Perbanyak Forum Berbagi Pengalaman
Selanjutnya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh pegawai memperbanyak ruang diskusi dan kolaborasi.
Ia berharap setiap UPT rutin menggelar forum yang memungkinkan pegawai bertukar pengalaman, berbagi keterampilan, dan memperluas wawasan. Dengan cara tersebut, setiap insan pendidikan dapat terus meningkatkan kompetensinya.
Menurutnya, kebiasaan saling belajar akan memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kinerja organisasi.
Hapus Sekat Antar-UPT
Kemendikdasmen juga terus membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi. Karena itu, Abdul Mu’ti meminta seluruh UPT menghilangkan sekat antarsatuan kerja.
Ia mencontohkan bahwa seluruh program kementerian, termasuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), memerlukan dukungan semua unit. Setiap UPT harus merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan kebijakan tersebut.
Dengan begitu, koordinasi menjadi lebih cepat dan pelaksanaan program berlangsung lebih efektif.
Pegawai Berperan sebagai Penyampai Informasi
Selain memperkuat kolaborasi internal, Abdul Mu’ti meminta seluruh pegawai aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, komunikasi publik bukan hanya tugas biro humas. Sebaliknya, setiap pegawai dapat mengenalkan berbagai kebijakan dan capaian Kemendikdasmen melalui ruang interaksi yang dimiliki.
Langkah tersebut akan membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap layanan pendidikan.
Terapkan Prinsip SIMI
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti memperkenalkan prinsip SIMI, yaitu Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi.
Melalui pendekatan tersebut, setiap UPT diharapkan mampu menyosialisasikan kebijakan, menyampaikan informasi yang akurat, mengantisipasi munculnya isu, serta meluruskan informasi yang keliru.
Selain itu, prinsip SIMI juga membantu kementerian menghadapi tantangan penyebaran disinformasi di ruang digital.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa informasi yang salah akan mudah dipercaya apabila tidak segera diimbangi dengan penjelasan yang benar.
Kolaborasi Jadi Fondasi Pendidikan Bermutu
Menutup arahannya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh pegawai terus memperkuat kerja sama lintas unit.
Ia berharap budaya kerja kolegial mampu melahirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas sekaligus mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.
Di sisi lain, komunikasi publik yang baik akan memperkuat hubungan antara Kemendikdasmen dan masyarakat sehingga setiap kebijakan dapat dipahami dengan lebih utuh.




