Dosen UPI Raih Juara Dua dalam Kompetisi Esai Keamanan Siber ASEAN-IPR

EduNews EduSchool

educare.co.id, Bandung – Lazuardi Imani Hakam, dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), meraih juara kedua dalam ASEAN-IPR Cybersecurity Youth Essay Competition yang merupakan bagian dari konferensi CyberCon2025. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi akademisi Indonesia di tingkat regional.

Kompetisi esai ini diselenggarakan oleh ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (ASEAN-IPR) dalam rangkaian CyberCon2025 Regional Conference on Cybersecurity and the Role of Information Technology in Fostering a Culture of Peace. Acara yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 24-26 Februari 2025 ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta kolaborasi dalam bidang keamanan siber dan perdamaian digital di kawasan Asia Tenggara.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh pemuda berusia 21–35 tahun dari negara-negara ASEAN dan Timor Leste. Para peserta mengangkat berbagai isu seputar keamanan siber, perdamaian digital, serta peran teknologi dalam membangun stabilitas regional. Pihak ASEAN-IPR menegaskan bahwa gagasan para pemenang menjadi kontribusi penting dalam pembahasan kebijakan dan penelitian akademik di tingkat ASEAN.

Dalam wawancara usai pengumuman pemenang, Lazuardi Imani Hakam menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Saya sangat bersyukur bisa membawa nama Indonesia ke ajang internasional ini. Ini adalah pengalaman luar biasa yang memberi saya kesempatan untuk berdiskusi dengan pemuda-pemudi hebat dari berbagai negara serta memperdalam pemahaman saya tentang isu-isu penting di bidang keamanan siber,” ujarnya.

Lazuardi juga menekankan pentingnya partisipasi akademisi dan mahasiswa Indonesia dalam kompetisi semacam ini. “Kemenangan ini membuktikan bahwa kita memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Saya berharap lebih banyak akademisi dan mahasiswa Indonesia yang berani tampil dalam ajang internasional, karena penelitian dan gagasan kita memiliki nilai yang bisa berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia,” tambahnya.

BACA JUGA:  Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XI 2020 Resmi Dibuka

Penganugerahan penghargaan dilaksanakan dalam sesi khusus konferensi pada 26 Februari 2025 di Bangkok, di mana Lazuardi menerima trofi dan sertifikat dari perwakilan ASEAN-IPR. Acara CyberCon2025 sendiri dihadiri oleh para pemimpin akademik, pakar keamanan siber, organisasi non-pemerintah (NGO), serta perwakilan pemerintah dari negara-negara ASEAN yang membahas tantangan dan solusi terkait keamanan siber di era digital.

Keberhasilan ini semakin memperkuat komitmen Lazuardi Imani Hakam dalam dunia akademik. “Saya ingin terus berbagi ilmu dan pengalaman dengan mahasiswa serta rekan akademisi, agar semakin banyak generasi muda yang memahami dan siap menghadapi tantangan dunia digital,” tutupnya.

Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), tetapi juga menjadi inspirasi bagi akademisi dan generasi muda Indonesia untuk terus berkarya serta bersaing di tingkat internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *