Dosen Unesa Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia, Kembangkan Lampu Jalan Pintar Hemat Listrik 50 Persen

Must read

EDUCARE.CO.ID – Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Widi Aribowo, masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 yang dirilis Elsevier bersama Stanford University. Pengakuan ini menyoroti rekam jejak risetnya di bidang teknik elektro, khususnya pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi energi dan keandalan sistem tenaga listrik.

Widi merupakan dosen Program Studi D-4 Teknik Listrik, Fakultas Vokasi Unesa. Selain aktif meneliti dan menerbitkan karya ilmiah, ia mengembangkan teknologi yang menghubungkan riset komputasi dengan kebutuhan infrastruktur sehari-hari.

Salah satu inovasinya berupa Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Pintar berbasis AI dan Internet of Things (IoT). Teknologi ini memanfaatkan sistem deteksi visual untuk menyesuaikan penggunaan listrik berdasarkan aktivitas pengguna jalan.

Kembangkan Algoritma Optimasi Terinspirasi Fauna Indonesia

Dalam bidang penelitian, Widi mengembangkan dua metode optimasi, yakni Jalak Bali Optimization Algorithm dan Cendrawasih Bird Optimization Algorithm. Kedua algoritma tersebut mengadaptasi perilaku biologis burung khas Indonesia ke dalam model komputasi untuk membantu menyelesaikan persoalan teknis yang kompleks.

Pendekatan optimasi ini berkaitan dengan kebutuhan sistem tenaga listrik, termasuk pengaturan frekuensi jaringan dan peningkatan stabilitas sistem. Widi mengembangkan metode tersebut sebagai bagian dari upayanya memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam bidang teknik elektro.

Menurut informasi dalam rilis Unesa, kedua metode tersebut telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi yang masuk kategori Q1 dan Q2. Publikasi ini menjadi bagian dari rekam jejak akademik Widi dalam pengembangan metode komputasi untuk berbagai persoalan teknik.

PJU Pintar Berbasis AI Bisa Deteksi Pejalan Kaki hingga 15 Meter

Selain mengembangkan algoritma optimasi, Widi yang juga menjabat Kepala Seksi Smart Energi Unesa menerapkan keahliannya melalui inovasi PJU Pintar. Ia bersama tim memadukan teknologi computer vision YOLO (You Only Look Once) dan platform Node-RED untuk membangun sistem penerangan jalan yang mampu menyesuaikan kebutuhan pencahayaan.

Sistem ini berbeda dari sensor gerak konvensional yang hanya merespons perubahan gerakan. Melalui teknologi YOLO, perangkat dapat mendeteksi sekaligus mengklasifikasikan pejalan kaki secara real-time hingga jarak 15 meter pada malam hari, sesuai keterangan dalam rilis.

Kemampuan tersebut memungkinkan lampu menyesuaikan tingkat pencahayaan berdasarkan keberadaan pengguna jalan. Ketika sistem mendeteksi pejalan kaki, lampu meningkatkan pencahayaan. Sebaliknya, saat area tidak menunjukkan aktivitas, sistem mengurangi pencahayaan atau mematikan daya sesuai pengaturan.

Mekanisme tersebut dikenal sebagai adaptive lighting. Pendekatan ini membantu mengurangi konsumsi listrik ketika jalan tidak membutuhkan pencahayaan maksimal, tanpa mengandalkan lampu yang terus menyala dengan daya penuh sepanjang malam.

Pengujian Catat Potensi Penghematan Listrik hingga 50 Persen

Salah satu hasil yang disoroti dalam pengembangan PJU Pintar Unesa ialah potensi penghematan energi. Berdasarkan pengujian yang disampaikan dalam rilis, penerapan adaptive lighting mampu mengurangi pemborosan energi listrik PJU sebesar 25–50 persen.

“Pengujian menunjukkan konsep adaptive lighting ini mampu memangkas pemborosan energi listrik PJU sebesar 25 hingga 50 persen,” ujar Widi.

Hasil tersebut menunjukkan peluang penerapan AI untuk membantu pengelolaan energi pada infrastruktur publik. Namun, tingkat penghematan aktual dapat bergantung pada kondisi penerangan, pola aktivitas pengguna jalan, pengaturan sistem, serta durasi pengoperasian.

Karena itu, penerapan di berbagai lokasi perlu mempertimbangkan karakteristik lingkungan dan kebutuhan keselamatan pengguna jalan. Pengelola juga perlu memastikan sistem tetap menyediakan pencahayaan yang memadai sesuai kondisi setempat.

Masuk Daftar World’s Top 2% Scientists 2026

Daftar World’s Top 2% Scientists menggunakan pendekatan bibliometrik untuk menilai rekam jejak ilmuwan berdasarkan sejumlah indikator publikasi dan sitasi. Penilaian tersebut mencakup jumlah sitasi, indeks-H (h-index), serta kontribusi kepenulisan dalam publikasi ilmiah.

Masuknya Widi dalam daftar tahun 2026 menambah pengakuan terhadap kiprah risetnya di bidang teknik elektro. Rekam jejak tersebut juga memperlihatkan keterkaitan antara penelitian akademik dan pengembangan teknologi yang berpotensi menjawab kebutuhan masyarakat.

Bagi Widi, penelitian tidak cukup berhenti pada publikasi ilmiah. Ia juga ingin mendorong penerapan hasil riset agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan di luar lingkungan akademik.

Prinsip itu tercermin dalam pengembangan PJU Pintar yang menggabungkan algoritma, pengenalan objek, dan pengaturan pencahayaan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

Siapkan PJU Pintar untuk Mendukung Smart City

Ke depan, Widi merancang pengembangan PJU Pintar agar terhubung dengan dasbor pemantauan berbasis web. Sistem tersebut diharapkan membantu pengelola memantau kondisi penerangan dan mendukung pengelolaan infrastruktur perkotaan secara lebih terintegrasi.

Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, teknologi ini berpotensi mendukung kebutuhan Smart City, penerangan fasilitas umum, serta penerapan Smart Green Campus di lingkungan Unesa.

Integrasi tersebut dapat membuka peluang pengelolaan penerangan yang lebih terukur, terutama ketika pengelola menggabungkan data penggunaan energi dan aktivitas di area tertentu untuk mendukung pengambilan keputusan.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Widi Aribowo masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 berkat rekam jejak penelitiannya di bidang teknik elektro. Selain mengembangkan algoritma optimasi berbasis AI, ia bersama tim juga merancang PJU Pintar yang mencatat potensi penghematan energi sebesar 25–50 persen dalam pengujian. Ke depan, tim menargetkan pengembangan sistem pemantauan berbasis web untuk mendukung infrastruktur cerdas dan efisiensi energi di lingkungan kampus maupun fasilitas publik.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article