EDUCARE.CO.ID – Guru SDN Sowa di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menghadirkan inovasi pembelajaran bernama TUBORASI atau Tutup Botol Numerasi. Mereka memanfaatkan benda sederhana ini untuk membuat kegiatan belajar lebih menarik sekaligus mendukung kemampuan numerasi siswa.
Inovasi tersebut tumbuh melalui pendampingan Program Sekolah Aman. Yayasan YISA Ambalawi Mbojo bersama YAPPIKA ActionAid menjalankan program ini untuk membantu guru mengembangkan metode belajar sesuai kebutuhan peserta didik.
Melalui pendampingan tersebut, guru mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi ide dan menciptakan media belajar yang lebih kreatif. TUBORASI menjadi salah satu hasil inovasi guru di SDN Sowa, salah satu sekolah dampingan program di Kabupaten Bima.
TUBORASI Hadir untuk Membuat Belajar Lebih Menarik
Community Officer Program Sekolah Aman wilayah Soromandi, Hafni, menjelaskan bahwa guru SDN Sowa mengembangkan TUBORASI sebagai media pembelajaran numerasi.
“TUBORASI atau Tutup Botol Numerasi ini merupakan salah satu inovasi guru di SDN Sowa, salah satu sekolah dampingan Program Sekolah Aman di Kabupaten Bima,” ujar Hafni.
Menurut Hafni, media kreatif dapat mendorong siswa mengikuti pelajaran dengan lebih antusias. Selain itu, guru dapat memanfaatkan alat bantu sederhana untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.
Hafni juga menyoroti peran Komunitas Sekolah dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. Melalui kegiatan bersama, guru dapat berbagi pengalaman dan mencari pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Program Sekolah Aman pun mendorong sekolah dampingan untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi. Upaya ini melibatkan guru sebagai penggerak utama kegiatan belajar di kelas.
Pendampingan Membantu Guru Mengembangkan Metode Belajar
Rahmatullaili, guru kelas V sekaligus Ketua Komunitas Sekolah SDN Sowa, menjelaskan bahwa pendampingan program membantunya mengeksplorasi metode mengajar yang lebih menarik.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan dan bimbingan pembelajaran. Melalui kegiatan itu, guru dapat mempelajari pendekatan baru dan menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta didik.
Rahmatullaili melihat salah satu perubahan positif ketika mendampingi siswa kelas V. Pengalaman itu muncul saat siswa mengikuti ulangan tengah semester.
Ia mengamati bahwa siswa tampak antusias mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi sehari-hari. Menurutnya, hampir semua soal dapat mereka jawab dengan benar.
Meski demikian, sebagian siswa masih kesulitan menjawab satu atau dua soal. Pengalaman ini mendorong guru untuk terus memperbaiki metode pembelajaran.
Rahmatullaili berharap inovasi seperti TUBORASI dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah. Ia juga ingin terus mengembangkan kegiatan belajar yang menarik bagi peserta didik.
Perkuat Numerasi melalui Media Pembelajaran Kreatif
Numerasi merupakan kemampuan dasar yang membantu siswa memahami angka dan menggunakan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, guru perlu menghadirkan pengalaman belajar yang memudahkan siswa memahami konsep tersebut.
TUBORASI menjadi salah satu upaya guru SDN Sowa untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif. Melalui media sederhana, guru berupaya menarik perhatian siswa dan mendorong keterlibatan mereka selama kegiatan belajar.
Namun, guru tetap perlu mengevaluasi penggunaan media tersebut. Evaluasi membantu sekolah melihat apakah pendekatan yang dipilih benar-benar mendukung pemahaman siswa.
Selain itu, Komunitas Sekolah dapat menjadi ruang bagi guru untuk bertukar pengalaman. Mereka dapat mendiskusikan tantangan di kelas dan mengembangkan ide pembelajaran secara bersama-sama.
Program Sekolah Aman Dukung Inovasi Guru di Bima
Pengembangan TUBORASI menunjukkan upaya guru SDN Sowa dalam mencari cara belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Inovasi ini juga memperlihatkan peran pendampingan dalam mendorong kreativitas pendidik.
Yayasan YISA Ambalawi Mbojo bersama YAPPIKA ActionAid melalui Program Sekolah Aman mendorong guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik. Program ini juga menguatkan peran Komunitas Sekolah dalam mendukung literasi dan numerasi.
Guru SDN Sowa mengembangkan TUBORASI sebagai media pembelajaran numerasi. Melalui pelatihan, bimbingan, dan kegiatan Komunitas Sekolah, program tersebut mendorong guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa.

