Dosen Farmasi Itera Edukasi Warga soal Herbal Radang Sendi
educare.co.id – Tim dosen dari Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengadakan pelatihan langsung mengenai pengobatan herbal untuk radang sendi di Balai Desa Gedung Harapan, Lampung Selatan. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga, khususnya ibu-ibu PKK dan kader Posyandu yang aktif mengikuti sesi praktik pembuatan ramuan tradisional.
Mengusung tema “Pemanfaatan Tanaman Herbal sebagai Obat Alternatif Radang Sendi,” pelatihan ini dipandu oleh apt. Isna Mulyani, S.Farm., M.Si., C.Herbs., bersama tim dosen Farmasi Itera: apt. Untia Kartika Sari R., S.Farm., M.Farm., Dr. apt. Syaikhul Aziz, S.Farm., apt. Annisa Nofriani, M.S.Farm., apt. Nur Adliani, M.Si., apt. Nurul Irna Windari, M.Clin.Pharm., dan apt. Reny Haryani, M.Si.
Sekitar 30 peserta dilibatkan dalam proses pembuatan dua ramuan herbal yang berbasis tanaman lokal, yakni bobok parem dan jamu radang sendi.
Dr. apt. Syaikhul Aziz menekankan pentingnya pelestarian dan pemanfaatan pengobatan tradisional di tengah masyarakat.
“Obat tradisional seperti bobok parem dan jamu radang sendi merupakan warisan budaya sekaligus alternatif kesehatan yang aman dan terjangkau. Masyarakat perlu diberdayakan agar mampu mengolah ramuan herbal secara mandiri di rumah,” ujarnya, dalam siaran tertulis itera (31/7).
Senada dengan hal tersebut, apt. Isna Mulyani sebagai ketua tim menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (Toga).
“Kegiatan ini mendorong pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) sebagai solusi alami dalam menjaga kesehatan sendi dan tubuh secara menyeluruh,” jelasnya.
Bobok Parem, Ramuan Oles Serbaguna
Pada sesi awal, peserta dikenalkan dengan bobok parem—ramuan oles yang lazim digunakan untuk mengatasi pegal, nyeri otot, bahkan keseleo. Campuran berbahan dasar tepung beras, jahe merah, kencur, lengkuas, serai, cabai jawa, kayu manis, kapur sirih, dan cengkeh ini juga kerap digunakan oleh ibu pascamelahirkan untuk mempercepat pemulihan.
Warga diajak langsung mencampur dan meracik bahan hingga menghasilkan ramuan siap pakai.
Sesi berikutnya difokuskan pada pembuatan jamu radang sendi, minuman herbal yang berfungsi meredakan peradangan secara sistemik. Ramuan ini terdiri atas biji adas, daun kumis kucing, rumput bolong, temulawak, dan meniran.
Selain praktik langsung, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai dosis yang aman dan tata cara konsumsi yang tepat, agar khasiat ramuan dapat dirasakan secara optimal serta aman untuk penggunaan jangka panjang.
