DLI Buka Akses Pendidikan Internasional Lewat Program Beasiswa untuk Mahasiswa Baru
educare.co.id, Jakarta – Deakin University Lancaster University Indonesia (DLI) meluncurkan program beasiswa untuk mahasiswa baru yang akan memulai studi pada September 2025, sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi berkualitas di tengah tantangan finansial yang dihadapi banyak pelajar di Indonesia.
Data dari Kementerian Pendidikan Tinggi Saintek menunjukkan bahwa lebih dari 350 ribu mahasiswa menghentikan studi pada tahun 2023, sebagian besar berasal dari perguruan tinggi swasta. Kondisi serupa juga terjadi pada 2020, saat lebih dari 600 ribu mahasiswa putus kuliah, dengan hampir 80% berasal dari institusi swasta.
Menanggapi tantangan tersebut, DLI yang merupakan hasil kolaborasi dua universitas ternama dunia, Deakin University dan Lancaster University mengambil langkah konkret dengan membuka berbagai jenis beasiswa bagi mahasiswa Indonesia maupun internasional. Tujuannya adalah menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan terjangkau.
“Pendidikan seharusnya menjadi hak, bukan privilese. Kami ingin memastikan bahwa siapa pun, dari latar belakang apa pun, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujar Rektor DLI, Professor Greg Barton.
Program beasiswa yang ditawarkan DLI meliputi:
-
Rector Scholarship, beasiswa penuh untuk program gelar ganda sarjana bagi mahasiswa Indonesia dengan nilai rata-rata kelas 12 minimal 90 dan aktif di bidang sosial, seni, atau olahraga. Seleksi dilakukan melalui wawancara langsung dengan rektor.
-
Excellence Scholarship, berupa potongan biaya kuliah hingga 60% untuk pelamar dengan nilai akhir SMA minimal 90. Beasiswa ini diberikan otomatis berdasarkan dokumen akademik.
-
DLI Perdana Scholarship, potongan biaya hingga 50% untuk mahasiswa Indonesia yang mendaftar ke program sarjana atau foundation berdasarkan prestasi akademik.
-
International Student Scholarship, beasiswa potongan sebesar 20% bagi mahasiswa internasional yang memenuhi syarat akademik tertentu.
-
Early Acceptance Bursary, potongan tambahan sebesar 12% bagi calon mahasiswa yang menerima dan mengonfirmasi tawaran masuk sebelum 31 Mei 2025.
Seluruh beasiswa ini berlaku untuk program studi Bisnis dan Teknologi Informasi, dan hanya dapat diterima oleh mahasiswa yang memulai perkuliahan pada periode September 2025.
DLI juga berupaya memperluas akses informasi melalui rangkaian kegiatan Application Day, Info Session, dan Open House di berbagai kota besar seperti Jakarta dan Bandung sepanjang Mei hingga Juni 2025. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa dan orang tua untuk berkonsultasi langsung dengan perwakilan universitas serta mendapatkan informasi mendalam mengenai program studi dan proses pendaftaran.
“Dunia pendidikan seharusnya tidak membatasi siapa pun yang ingin berkembang. Melalui program beasiswa kami berupaya membantu lebih banyak orang untuk mengejar impian mereka tanpa merasa terbebani oleh biaya. Melalui beragam program beasiswa yang kami tawarkan ini, kami berusaha membukakan lebih banyak pintu, bukan hanya ke ruang kelas, tapi juga ke masa depan yang lebih luas,” tambah Greg.
Menutup pernyataannya, Greg menegaskan bahwa inisiatif DLI dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang inklusif merupakan bagian penting dalam mencetak Generasi Emas Indonesia 2045 yang unggul dan kompetitif di kancah global.
