Dirjen Dikti Kunjungi USK, Bahas Transformasi Perguruan Tinggi

EduNews

Banda Aceh (educare.co.id) – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Dr. Ir. Khairul Munadi, M. Eng, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Syiah Kuala (USK) untuk menjaring aspirasi terkait dunia pendidikan tinggi. Kedatangannya disambut langsung oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, di Balai Senat USK.

Dalam pertemuan tersebut, Khairul Munadi menekankan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional. Ia menyebutkan bahwa Kemdiktisaintek menargetkan perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. Oleh karena itu, transformasi tata kelola perguruan tinggi yang otonom dan berdampak langsung bagi masyarakat menjadi hal yang krusial.

Menurutnya, konsep otonomi perguruan tinggi, khususnya bagi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) seperti USK, perlu disesuaikan agar lebih fleksibel dalam pengelolaan akademik dan kelembagaan.

“Kemdiktisaintek tengah mengkaji peraturan untuk menghadirkan kelincahan dan kebebasan dalam tata kelola perguruan tinggi, pengembangan akademik, dan variabel lain yang menunjang kontribusi pendidikan tinggi untuk pembangunan,” ujar Khairul Munadi.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah menengah. Salah satu contoh yang ia sampaikan adalah perlunya intervensi USK dalam mengatasi rendahnya tingkat numerasi siswa SMA di Aceh, yang berdasarkan Rapor Pendidikan 2024 hanya mencapai 55,97%.

“Kalau angka ini saja tidak diselesaikan, siswa yang masuk ke USK pun akan menjadi permasalahan baru,” tambahnya.

Rektor USK, Prof. Marwan, menyambut baik kunjungan Dirjen Dikti dan menyatakan dukungannya terhadap gagasan transformasi perguruan tinggi yang lebih otonom dan berdampak. Ia juga berharap regulasi yang sedang dikaji dapat segera ditetapkan agar menjadi acuan dalam perencanaan kelembagaan USK.

BACA JUGA:  Menggali Inspirasi, Mendikbudristek Ajak Bincang Enam Siswa Berprestasi

“Kami sangat mengharapkan adanya peraturan atau arahan tertulis sehingga dapat menjadi panduan dalam pengelolaan perguruan tinggi,” ujar Rektor.

Dalam kesempatan ini, akademisi dan pimpinan USK turut menyampaikan berbagai aspirasi terkait tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini. Mereka merespons positif gagasan Kemdiktisaintek dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

Sejumlah permasalahan turut diungkapkan dalam diskusi, di antaranya regulasi bagi mahasiswa asing, kendala dalam sertifikasi dosen, serta pengelolaan kelembagaan program studi dan fakultas. Para akademisi berharap adanya solusi konkret dari pemerintah guna meningkatkan efektivitas tata kelola perguruan tinggi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *