Digitalisasi Pembelajaran Makin Nyata, PID Ubah Cara Guru Mengajar dan Siswa Belajar

Must read

EDUCARE.CO.ID – Teknologi digital membawa cara baru dalam kegiatan belajar mengajar. Di SMAN 2 Cibinong, Jawa Barat, Papan Interaktif Digital (PID) membantu guru menyajikan materi secara lebih menarik sekaligus mendorong murid untuk aktif berdiskusi, mengeksplorasi pelajaran, dan memahami konsep yang sulit.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan PID atau interactive flat panel (IFP) melalui Program Digitalisasi Pembelajaran. Perangkat ini memperluas fungsi papan tulis konvensional dengan dukungan video, gambar, grafik, dan berbagai sumber belajar digital.

Penggunaan PID di SMAN 2 Cibinong menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperkaya aktivitas kelas. Guru memiliki lebih banyak pilihan untuk menjelaskan materi, sedangkan murid dapat mengikuti pembelajaran melalui tampilan visual dan kegiatan yang lebih interaktif.

PID Membuat Suasana Belajar Lebih Menarik

Dinda Aulia Kasih, murid kelas X SMAN 2 Cibinong, merasakan perubahan dalam kegiatan belajar sejak sekolah menggunakan PID. Menurutnya, perangkat ini membantu guru menghadirkan berbagai sumber materi sehingga murid dapat memusatkan perhatian pada pembahasan yang sama.

Video pembelajaran juga membuat suasana kelas terasa lebih menyenangkan. Dinda menilai fitur penyimpanan materi memberi manfaat tambahan karena murid dapat mengunduh kembali catatan untuk belajar secara mandiri.

“Dulu pas sebelum masuk SMA, saya pernah belajar tidak dengan sarana ini. Sebelum pakai PID ya kami cuma lihat dari papan tulis. Sekarang kami bisa lihat video pembelajaran sehingga jadi lebih seru dan tidak ngantuk. Selain itu, coretan yang kami buat juga bisa disimpan dan diunduh untuk diulas kembali secara mandiri,” ucap Dinda.

Fitur tersebut memberi murid kesempatan untuk mengulang materi sesuai kebutuhan. Mereka juga dapat memanfaatkan catatan dari kelas sebagai bahan belajar ketika menghadapi tugas atau mempersiapkan diri untuk ujian.

Teknologi Bantu Murid Memahami Matematika

Areinta Reisha, murid SMAN 2 Cibinong lainnya, merasakan manfaat PID terutama saat mengikuti pelajaran matematika. Mata pelajaran ini kerap menuntut murid memahami rumus, bentuk gambar, serta karakteristik grafik.

Melalui PID, guru dapat menampilkan grafik dan contoh visual dengan lebih jelas. Murid pun lebih mudah mengamati perbedaan bentuk grafik dan memahami konsep yang sebelumnya terasa rumit.

“Kalau di matematika itu kan cukup banyak rumus dan gambar. Penggunaan PID ini membantu kami untuk membuat gambar yang presisi dan kami juga jadi lebih mudah memahami karakteristik masing-masing grafik. Kalau ada materi yang sulit dipahami, kami bisa melihat contoh secara langsung sehingga lebih mudah mengerti,” terang Areinta.

Visualisasi membantu guru menjelaskan materi secara konkret. Murid juga dapat mengikuti proses pembahasan dengan lebih mudah karena mereka tidak hanya mengandalkan penjelasan lisan atau tulisan di papan.

Guru Ajak Murid Berdiskusi dan Berpikir Kritis

PID turut membantu guru membangun suasana kelas yang lebih partisipatif. Ela, Guru Matematika SMAN 2 Cibinong, memanfaatkan teknologi tersebut untuk membuka ruang diskusi dan mendorong murid menyampaikan pendapat.

Ela biasanya mengawali pelajaran dengan penjelasan singkat. Setelah itu, ia memberi kesempatan kepada murid untuk mengutarakan pemikiran mereka. Murid lain kemudian dapat menanggapi sehingga diskusi berkembang dan setiap peserta memiliki kesempatan untuk terlibat.

“Biasanya ketika awal materi akan saya buka dengan penjelasan singkat kemudian saya lempar kesempatan untuk murid agar bisa menyampaikan pendapatnya dan dari situ kemudian murid yang lain pun ikut menanggapi. Diskusi jadi lebih hidup karena tidak cuma mendengarkan materi dari saya saja. Ada hal yang murid dapat kemudian mereka berpendapat dan menurut saya ini adalah hal yang bagus karena mengasah kecermatan dan rasa kritis murid,” terang Ela.

Menurut Ela, pola belajar seperti ini memberi ruang bagi murid untuk mengolah informasi dan menyampaikan gagasan. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga belajar menilai suatu persoalan, merespons pendapat teman, dan membangun pemahaman melalui diskusi.

Digitalisasi Pembelajaran Dorong Pengalaman Belajar yang Bermakna

Pengalaman di SMAN 2 Cibinong memperlihatkan bahwa teknologi digital dapat memperkaya proses belajar ketika guru menggunakannya sesuai kebutuhan pembelajaran. PID membantu guru menyajikan materi secara visual sekaligus mendorong murid berpartisipasi lebih aktif.

Program Digitalisasi Pembelajaran dari Kemendikdasmen juga membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan kegiatan belajar yang lebih menarik dan beragam. Namun, manfaat teknologi tidak hanya bergantung pada perangkat yang tersedia. Guru tetap memegang peran penting dalam memilih metode, mengarahkan diskusi, dan memastikan murid memahami materi.

Dengan menggabungkan teknologi, metode pengajaran yang tepat, dan keterlibatan murid, sekolah dapat membangun pengalaman belajar yang lebih interaktif. Pendekatan ini juga memberi ruang bagi murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kecermatan, serta kemampuan berpikir kritis.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article