EDUCARE.CO.ID – Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed) meraih prestasi di tingkat nasional melalui kompetisi ilmiah Medical & Science Theoretical Exploration in Research (MESENTERICA) 2026. Tim yang beranggotakan Izzah Putri Nor Anoraga, Arva Malinda, dan Jasmine Suwandri itu berhasil menyabet Juara 1 kategori Literature Review berkat kajian mengenai potensi terapi CAR-T untuk pasien lupus refrakter.
Kompetisi yang digelar LUNAR-MRC Fakultas Kedokteran Universitas Lampung pada 25–27 September 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa kedokteran dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta berkompetisi dalam empat kategori, yaitu Literature Review, Esai Ilmiah, Poster Publik, dan Video Edukasi.
Penyelenggara menggelar babak penyisihan secara daring, kemudian mempertemukan para finalis secara langsung di Universitas Lampung. Dalam ajang tersebut, tim FK Unsoed membawa kajian yang menyoroti tantangan pengobatan Systemic Lupus Erythematosus (SLE), terutama pada pasien yang tidak merespons terapi standar.
Angkat Potensi CAR-T untuk Lupus yang Sulit Ditangani
Tim FK Unsoed memilih topik imunoterapi Chimeric Antigen Receptor T-cell (CAR-T) karena melihat peluang pengembangan pendekatan terapi baru bagi pasien lupus refrakter. Kondisi ini menjadi perhatian karena lupus dapat memicu komplikasi serius pada berbagai organ, termasuk ginjal.
Izzah Putri Nor Anoraga menjelaskan bahwa tim tertarik menelaah kemungkinan penerapan CAR-T setelah melihat potensinya dalam penanganan kanker darah. Penelusuran literatur kemudian membuka peluang kajian lebih lanjut mengenai penggunaan pendekatan serupa pada penyakit lupus.
“Melihat potensi CAR-T yang sangat baik pada kanker darah, kami tertarik melihat bagaimana potensinya pada penyakit lupus. Ternyata juga sangat menarik, hingga berpotensi menghasilkan remisi bebas obat,” ungkap Izzah.
Menurut Izzah, komplikasi lupus dapat berkembang hingga mengganggu fungsi ginjal. Pada kasus berat, pasien bahkan bisa membutuhkan hemodialisis dan menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan pilihan terapi bagi pasien yang tidak memperoleh respons memadai dari pengobatan standar.
Dalam kajian mereka, tim menyoroti potensi CAR-T untuk membantu mencapai remisi bebas obat melalui pemberian terapi yang relatif singkat, bahkan berpotensi hanya melalui satu kali infus. Namun, pendekatan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan penerapannya dalam penanganan lupus.
Riset Satu Bulan, Dilanjutkan Persiapan Intensif Menuju Final
Tim FK Unsoed menyusun karya ilmiah tersebut selama kurang lebih satu bulan. Mereka memulai proses dengan berdiskusi untuk menentukan persoalan utama dalam pengobatan SLE, kemudian menelusuri jurnal-jurnal ilmiah terbaru sebagai landasan kajian.
Kerja keras itu mengantarkan mereka masuk dalam 10 besar finalis. Setelah memastikan tempat di babak final, ketiganya memperdalam materi bersama dosen pembimbing, dr. Yosefin Ratnaningtyas, Sp.PD.
Tim juga berulang kali berlatih presentasi dan mengevaluasi penyampaian materi. Persiapan ini membantu mereka mempertajam argumentasi sekaligus membangun kesiapan menghadapi pertanyaan juri.
Meski demikian, perjalanan menuju podium juara tidak berjalan mudah. Jadwal kompetisi bertepatan dengan ujian akademik dan proses penyusunan skripsi yang juga menuntut perhatian mereka.
Sempat Ujian, Tim Langsung Bertolak ke Lampung
Pada Jumat pagi, para anggota tim masih harus mengikuti ujian praktikum. Seusai ujian, mereka langsung berangkat ke Lampung untuk menghadiri pembukaan MESENTERICA 2026.
Agenda padat itu belum berakhir setelah kompetisi selesai. Tim kembali ke Purwokerto pada Minggu dan harus melanjutkan rangkaian ujian pada Senin hingga Rabu.
Di tengah keterbatasan waktu, perjalanan jauh, dan tekanan kompetisi, ketiganya tetap berupaya memberikan penampilan terbaik. Hasilnya, tim FK Unsoed berhasil membawa pulang gelar juara pertama kategori Literature Review.
Pencapaian tersebut juga memiliki arti tersendiri karena MESENTERICA 2026 menjadi pengalaman pertama mereka mengikuti kompetisi di luar Pulau Jawa. Selain menambah pengalaman akademik, ajang ini memberi kesempatan bagi mereka untuk menguji kemampuan riset dan presentasi di tingkat nasional.
Ajak Mahasiswa Berani Mencoba Kompetisi Nasional
Bagi Izzah, Arva, dan Jasmine, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Mereka berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong mahasiswa FK Unsoed lainnya untuk mengembangkan gagasan ilmiah dan berani mengikuti kompetisi di tingkat nasional.
Tim juga menekankan pentingnya membangun kerja sama yang solid. Dukungan antarangggota, komitmen untuk berlatih, serta kemauan menghadapi tantangan menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka hingga meraih juara.
“Tidak perlu ragu, tidak perlu takut. Dicoba saja dulu. Cari tim yang solid dan mau berjuang bersama. Perjuangkan semaksimal mungkin. Insyaallah akan ada hasilnya,” pesannya.
Prestasi tim FK Unsoed di MESENTERICA 2026 menunjukkan bahwa ketekunan dalam mengembangkan gagasan ilmiah dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam diskusi riset kesehatan. Kajian mereka tentang CAR-T dan lupus juga menyoroti pentingnya penelitian berkelanjutan untuk mencari alternatif penanganan penyakit autoimun yang lebih efektif.

