EDUCARE.CO.ID – Hotel biasanya identik dengan kamar nyaman, restoran, fasilitas rekreasi, dan pelayanan untuk tamu. Namun, bagi Vertu dan Yello Hotels Harmoni Jakarta, aktivitas hotel juga dapat menjadi ruang untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR), Vertu dan Yello tidak hanya mengajak tamu menikmati fasilitas hotel. Kedua hotel juga membuka kesempatan bagi talenta dari sekolah luar biasa, mengajak masyarakat mengolah minyak jelantah, serta mengurangi limbah pakaian.
Program tersebut berjalan melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak. Salah satunya adalah SLB 8 Jakarta, yang sudah bekerja sama dengan hotel selama sekitar dua tahun.
Gita Rayza, Digital Marketing Supervisor Vertu & Yello Hotels Harmoni, menceritakan berbagai kegiatan tersebut dalam wawancara bersama EDUCARE.CO.ID.
Talenta dari SLB Dapat Ruang untuk Berkarya

Salah satu program yang menarik perhatian adalah kerja sama Vertu dan Yello dengan SLB 8 Jakarta.
Hotel membuka kesempatan bagi peserta untuk mengikuti pelatihan dan pengalaman kerja di sejumlah area. Penempatan mengikuti kemampuan serta kondisi masing-masing peserta.
Beberapa peserta mendapat kesempatan belajar di kitchen, termasuk bagian dessert. Di area tersebut, peserta menunjukkan kemampuan membuat berbagai kreasi makanan dan karakter dengan hasil yang menarik.
“Kalau CSR itu kita di sini tuh kalau staf kita ada program di mana kita tuh mempekerjakan training dari SLB,” ujar Gita.
Selain kitchen, hotel juga menempatkan peserta di bagian housekeeping, public area, hingga back office. Tim hotel menyesuaikan penempatan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta.
Pendekatan tersebut membuat program tidak berhenti pada pemberian bantuan. Hotel justru membuka ruang bagi peserta untuk mencoba pekerjaan sekaligus menunjukkan keterampilan yang mereka miliki.
Menariknya, peserta tidak selalu membutuhkan pendampingan langsung dari guru selama berada di hotel. Gita menjelaskan bahwa hotel juga memberikan penanda tertentu pada name tag agar staf dapat memahami kebutuhan komunikasi peserta.
Kerja sama dengan SLB 8 Jakarta sendiri sudah berjalan sekitar dua tahun.
Minyak Jelantah Tak Berakhir Jadi Limbah

Kepedulian Vertu dan Yello juga menyentuh persoalan lingkungan. Hotel bekerja sama dengan Noovoleum dalam program pengumpulan dan pengolahan minyak jelantah.
Hotel menyediakan mesin pengolahan minyak jelantah. Masyarakat sekitar dapat membawa minyak bekas dari aktivitas memasak mereka ke lokasi tersebut.
Program ini menyasar lingkungan sekitar hotel yang memiliki banyak pelaku usaha makanan. Pedagang gorengan, penjual pecel ayam, hingga pemilik usaha katering menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Namun, hotel tidak hanya menyediakan tempat pengumpulan. Tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi nilai ekonomi dari minyak bekas.
“Di sini tuh bisa dijadikan rupiah jelantah-jelantahnya,” kata Gita saat menjelaskan edukasi yang diberikan kepada masyarakat sekitar.
Dengan pendekatan tersebut, minyak jelantah tidak sekadar menjadi limbah. Masyarakat juga mengenal cara mengelolanya sekaligus melihat peluang ekonomi dari bahan yang sebelumnya mereka buang.
Pakaian Bekas Bisa Punya Kehidupan Baru

Program lingkungan lainnya hadir melalui kolaborasi dengan Eco Touch.
Kerja sama ini mengajak masyarakat mengumpulkan pakaian yang sudah tidak terpakai. Eco Touch kemudian mengolah material tersebut menjadi produk atau material lain, termasuk peredam suara dan berbagai pernak-pernik.
Vertu dan Yello menyediakan ruang khusus untuk pengumpulan pakaian. Hotel juga mengajak para tamu berpartisipasi dalam program tersebut.
Namun, partisipasi ternyata tidak berhenti pada tamu hotel.
Gita mengatakan sejumlah masyarakat sekitar dan pekerja kantoran di kawasan tersebut juga mengetahui keberadaan fasilitas Eco Touch melalui media sosial hotel. Mereka kemudian menghubungi hotel untuk menanyakan apakah masih bisa menitipkan pakaian.
Hotel pun membuka kesempatan tersebut.
Artinya, fasilitas yang awalnya ditujukan untuk tamu juga berkembang menjadi ruang partisipasi bagi masyarakat sekitar.
CSR Tak Selalu Harus Berlangsung di Dalam Hotel
Vertu dan Yello juga menjalankan kegiatan CSR di luar lingkungan hotel. Program tersebut berjalan melalui kolaborasi dengan grup dan berbagai pihak.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah aksi bersih-bersih dan pengecatan di Kebun Binatang Ragunan.
Kegiatan sosial juga menyasar sejumlah kawasan permukiman. Dalam kegiatan tersebut, tim membagikan makanan dan mengadakan aktivitas bersama anak-anak di lingkungan sekitar.
Gita menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga rutin hadir pada momen tertentu, termasuk saat Ramadan.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa CSR hotel tidak hanya berfokus pada lingkungan internal. Hotel juga dapat mengambil peran dalam menjaga ruang publik dan membangun hubungan dengan masyarakat sekitar.
Ketika CSR Bertemu dengan Edukasi
Jika melihat rangkaian program tersebut, ada satu benang merah yang cukup kuat: edukasi.
Kerja sama dengan SLB membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal lingkungan kerja. Program minyak jelantah mengajarkan masyarakat mengenai pengelolaan limbah sekaligus nilai ekonominya.
Sementara itu, program Eco Touch mengajak tamu dan masyarakat melihat kembali barang yang sudah tidak mereka gunakan.
Pendekatan tersebut membuat CSR tidak berhenti pada kegiatan berbagi. Program juga menciptakan pengalaman dan pengetahuan yang dapat dibawa pulang oleh peserta.
Bagi kelompok disabilitas, kesempatan bekerja dan berlatih dapat menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan. Sementara itu, pengelolaan minyak jelantah bagi masyarakat sekitar dapat membuka perspektif baru mengenai nilai ekonomi limbah.
Tamu hotel juga dapat ikut berkontribusi melalui pengumpulan pakaian bekas selama menginap.
Hotel dan Masyarakat Bisa Tumbuh Bersama
Program CSR Vertu dan Yello Hotels Harmoni memperlihatkan bahwa kontribusi perusahaan tidak selalu hadir dalam bentuk bantuan langsung.
Kadang, kontribusi justru muncul ketika sebuah perusahaan membuka akses dan memberikan kesempatan.
Pada akhirnya, rangkaian program tersebut membuka ruang untuk belajar, bekerja, sekaligus mengembangkan keterampilan.
Bagi dunia hospitality, pendekatan seperti ini membuat hubungan hotel dengan lingkungan sekitar menjadi lebih bermakna.
Sementara bagi masyarakat, ruang kolaborasi dapat membuka pengalaman baru yang sebelumnya mungkin sulit mereka dapatkan.
Pada akhirnya, hotel bukan hanya tempat orang datang untuk menginap. Di tengah masyarakat, hotel juga dapat menjadi ruang bertemu, belajar, berkarya, dan membangun kepedulian bersama.


