Dari Masalah Produksi ke Mesin Baru, Dosen Polbeng Hadirkan Solusi untuk Industri

Must read

EDUCARE.CO.ID – Proses produksi yang masih mengandalkan cara manual bisa memakan waktu dan menghasilkan ukuran bahan yang tidak seragam. Persoalan tersebut mendorong dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) mencari solusi untuk kebutuhan industri.

Tim dosen Polbeng kemudian menciptakan mesin pencacah kulit geronggang. Mesin ini hadir sebagai teknologi tepat guna untuk membantu mitra mempercepat proses produksi dan mengurangi bahan yang terbuang.

Berdasarkan sumber berita kampus Kemendikdasmen, tim mengembangkan mesin tersebut bersama PT Arba Digital Global. Polbeng kemudian menyerahkan satu unit mesin kepada mitra dalam kegiatan diseminasi di Pekanbaru pada Senin, 28 September 2026.

Berawal dari Masalah Pencacahan Manual

Sebelum memakai mesin, mitra masih mencacah kulit geronggang secara manual. Cara tersebut membuat hasil cacahan memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Proses manual juga membuat sebagian bahan terbuang. Kondisi ini tentu dapat mengurangi efisiensi produksi.

Tim Polbeng melihat persoalan tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan teknologi yang lebih praktis. Mereka merancang mesin yang mampu mencacah bahan dengan lebih cepat dan menghasilkan ukuran yang lebih seragam.

Dosen Polbeng Rancang Mesin Selama Dua Bulan

Dosen Abdul Gafur dan Rahmat Fajrul mengerjakan pengembangan mesin tersebut selama sekitar dua bulan.

Mereka tidak sekadar membuat mesin dengan fungsi mencacah. Tim juga menyesuaikan desain mesin dengan karakteristik kulit geronggang dan kebutuhan produksi mitra.

Salah satu fokus utama mereka terletak pada bagian mata pisau. Tim meneliti bentuk dan tingkat kekerasan pisau agar mesin dapat bekerja secara optimal.

Tim juga menyesuaikan ukuran mesh dengan kebutuhan produksi. Sistem tersebut membantu menyaring hasil cacahan berdasarkan ukuran.

Ketua tim, Abdul Gafur, menjelaskan alasan tim memilih pendekatan tersebut.

“Kami mencoba menghadirkan teknologi yang tidak hanya dapat mempercepat proses pencacahan, tetapi juga menghasilkan ukuran cacahan yang lebih seragam,” jelas Abdul Gafur.

Desain Mata Pisau Jadi Bagian Penting

Karakter kulit geronggang menjadi salah satu pertimbangan tim saat merancang mesin. Karena itu, tim memperhatikan bentuk dan tingkat kekerasan mata pisau.

Desain tersebut membantu mesin menghadapi karakter bahan selama proses pencacahan.

Selain mata pisau, sistem mesh juga memegang peran penting. Komponen ini membantu menyaring hasil cacahan sesuai ukuran yang dibutuhkan.

Kombinasi kedua bagian tersebut membuat proses pencacahan lebih terarah. Mitra juga dapat memperoleh hasil yang lebih seragam.

Mesin Polbeng Bantu Kurangi Bahan Terbuang

Teknologi yang Polbeng kembangkan membawa beberapa manfaat bagi proses produksi.

Pertama, mesin dapat mempercepat pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga manual. Kedua, sistem penyaringan membantu menghasilkan ukuran cacahan yang lebih konsisten.

Hasil tersebut juga dapat membantu mitra mengurangi bahan yang terbuang selama proses produksi.

Dengan begitu, teknologi tepat guna ini tidak hanya menawarkan mesin baru. Polbeng juga menghadirkan solusi untuk persoalan efisiensi yang muncul dalam kegiatan produksi.

Polbeng Serahkan Mesin kepada PT Arba Digital Global

Setelah menyelesaikan pengembangan, tim Polbeng menyerahkan satu unit mesin pencacah kulit geronggang kepada PT Arba Digital Global.

Mitra dapat memanfaatkan mesin tersebut untuk mendukung kegiatan produksi.

Jurusan dan Program Studi Teknik Mesin Polbeng turut mendukung proses pengembangan. Dukungan tersebut mencakup penyediaan peralatan dan perlengkapan produksi.

Kolaborasi antara kampus dan perusahaan ini mempertemukan kebutuhan industri dengan keahlian perguruan tinggi vokasi.

Riset Kampus Tak Berhenti di Laboratorium

Inovasi mesin pencacah kulit geronggang memperlihatkan peran pendidikan vokasi dalam menjawab persoalan industri.

Tim Polbeng memulai pengembangan dari masalah yang mitra hadapi secara langsung. Mereka kemudian menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam rancangan teknologi.

Pendekatan ini membuat riset kampus memiliki manfaat yang lebih dekat dengan dunia kerja. Hasilnya juga dapat langsung mendukung proses produksi.

Kolaborasi seperti ini membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk terus menghasilkan teknologi tepat guna. Industri pun mendapat akses terhadap solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Pada akhirnya, inovasi Polbeng menunjukkan bahwa riset perguruan tinggi dapat menghasilkan solusi nyata bagi industri. Dari proses manual, kini mitra memiliki alternatif teknologi yang lebih efisien dan mampu menghasilkan cacahan dengan ukuran lebih seragam.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article