EDUCARE.CO.ID – Universitas Negeri Malang (UM) berkolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengenalkan teknologi pertanian berkelanjutan kepada santri Pondok Pesantren Mambaul Abyad, Wajak, Kabupaten Malang. Melalui praktik akuaponik dan pengenalan kultur jaringan tanaman, kegiatan ini mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung kemandirian pangan di lingkungan pesantren.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (22/9) tersebut merupakan bagian dari program International Student Inbound Mobility 2026. Departemen Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM, menyelenggarakan program ini dengan melibatkan mahasiswa UKM dalam kegiatan edukasi dan praktik pertanian bersama para santri.
Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi santri untuk mengenal metode budi daya modern sekaligus mempelajari penerapan teknologi pertanian yang berpotensi dikembangkan di lingkungan pesantren.
UM dan UKM Kenalkan Akuaponik kepada Santri
Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah teknologi akuaponik, yaitu sistem budi daya yang menggabungkan pemeliharaan ikan dengan penanaman sayuran dalam satu ekosistem terpadu. Sistem tersebut memungkinkan pemanfaatan air dan lahan secara lebih efisien dibandingkan sejumlah metode budi daya konvensional.
Dalam sesi praktik, peserta menanam bibit selada pada media akuaponik dan menebarkan ikan nila ke kolam budi daya. Melalui kegiatan ini, santri dapat memahami secara langsung proses dasar penerapan akuaponik, mulai dari penyiapan media tanam hingga pengenalan komponen budi daya ikan dan sayuran.
Praktik tersebut juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara mahasiswa internasional dan santri. Selain memperoleh materi baru, peserta berkesempatan mengenal penerapan teknologi pertanian yang dapat menjadi alternatif kegiatan produktif di lingkungan pesantren.
Pengenalan akuaponik menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan santri mengenai pengelolaan sumber daya pangan. Dengan pendampingan dan pengembangan yang tepat, sistem ini berpotensi mendukung produksi pangan secara mandiri.

Santri Pelajari Kultur Jaringan Tanaman
Selain akuaponik, UM dan UKM memperkenalkan teknologi kultur jaringan tumbuhan. Teknik ini memanfaatkan bagian tanaman untuk memperbanyak tanaman dalam kondisi lingkungan yang terkontrol.
Melalui materi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai perkembangan teknologi perbanyakan tanaman dan pentingnya pengelolaan bibit dalam kegiatan pertanian. Pengenalan kultur jaringan juga menambah wawasan santri tentang inovasi yang dapat mendukung pengembangan sektor pertanian.
Kombinasi materi akuaponik dan kultur jaringan memperkenalkan dua pendekatan berbeda dalam teknologi budi daya. Akuaponik berfokus pada integrasi produksi ikan dan sayuran, sedangkan kultur jaringan berkaitan dengan perbanyakan tanaman menggunakan teknik laboratorium.
Keduanya menjadi sarana pembelajaran untuk mengenalkan perkembangan pertanian modern kepada santri. Namun, penerapan lebih lanjut tetap membutuhkan keterampilan, sarana pendukung, serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Perkuat Kemandirian Pangan dan Kolaborasi Internasional
Program International Student Inbound Mobility 2026 tidak hanya mempertemukan mahasiswa dari dua negara, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan kepada masyarakat. Melalui kegiatan di Pondok Pesantren Mambaul Abyad, kolaborasi UM dan UKM menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi pesantren, pengenalan teknologi pertanian dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kegiatan produktif yang mendukung ketersediaan pangan. Santri juga memperoleh kesempatan untuk mengenal keterampilan praktis yang berpotensi diterapkan di luar lingkungan pendidikan formal.
Meski demikian, pengembangan akuaponik maupun kultur jaringan secara berkelanjutan memerlukan perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi. Keberhasilan penerapannya akan bergantung pada kesiapan sumber daya, ketersediaan sarana, serta kemampuan pengelola dalam menjalankan teknologi tersebut.
Berdasarkan sumber rilis Universitas Negeri Malang (UM), kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Departemen Ekonomi Pembangunan FEB UM bersama UKM untuk memperluas akses pembelajaran teknologi pertanian sekaligus mendukung kemandirian pangan pesantren.
Dukung Pencapaian Tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Kolaborasi UM dan UKM ini juga sejalan dengan tiga tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 2 atau Tanpa Kelaparan, melalui pengenalan teknologi budi daya yang dapat mendukung ketersediaan pangan.
Kedua, SDG 4 atau Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis praktik yang memberi kesempatan kepada santri untuk mengenal dan mencoba teknologi pertanian. Ketiga, SDG 17 atau Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kerja sama akademik antara institusi pendidikan Indonesia dan Malaysia.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan keterkaitan antara pendidikan, inovasi teknologi, ketahanan pangan, dan kemitraan lintas negara.
Ke depan, Departemen Ekonomi Pembangunan FEB UM bersama UKM berharap pengenalan akuaponik dan kultur jaringan dapat meningkatkan keterampilan santri serta membuka peluang pengembangan kegiatan pertanian di lingkungan pesantren. Dengan pendampingan dan evaluasi yang berkelanjutan, teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

