Cari Kos di Sleman Kini Bisa Lebih Mudah, Inovasi Mahasiswa UGM-ITB-Undip Jadi Juara 1 MAPID WebGIS Competition

Must read

EDUCARE.CO.ID – Kolaborasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Diponegoro (Undip) berhasil meraih Juara 1 MAPID WebGIS Competition. Tim bernama Cinajawabatak tersebut menawarkan solusi berbasis WebGIS untuk membantu mahasiswa menemukan kawasan kos yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kompetisi yang diselenggarakan MAPID dengan dukungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) itu berlangsung di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Kompetisi mengusung tema “Maps That Think: Mass Transportation Edition”. Ajang tersebut mempertemukan ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan solusi berbasis data dan teknologi pemetaan.

Berdasarkan sumber laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), kompetisi tersebut diikuti 175 tim dari 71 perguruan tinggi yang tersebar di 57 kota. Dari seluruh peserta, panitia memilih 50 tim untuk mengikuti tahap survei lapangan, mentoring, dan pengembangan WebGIS.

Proses tersebut kemudian mengerucut hingga menghasilkan 10 tim finalis.

Gabungkan Teknologi Peta dan AI untuk Cari Kos

Tim Cinajawabatak terdiri dari Andalan Raihad Nobelim dari Statistika UGM, Gerardus Theo Sitinjak dari Teknik Geodesi dan Geomatika UGM, Bernardinus Adhika Bramaksatra dari Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, serta Devon Rama Wikunanda dari Teknik Geodesi Undip.

Mereka mengembangkan Grahantara, sebuah WebGIS yang membantu mahasiswa mencari kawasan kos di Sleman.

Platform tersebut tidak hanya mempertimbangkan harga. Grahantara juga memperhitungkan konektivitas transportasi, fasilitas di sekitar lokasi, serta kemudahan akses berjalan kaki.

Andalan menjelaskan bahwa tim merancang Grahantara berdasarkan kebutuhan mahasiswa baru yang sering menghadapi tantangan ketika mencari tempat tinggal di lingkungan kampus.

Data yang mereka gunakan berasal dari survei lapangan melalui MAPID Apps. Tim kemudian mengelola data tersebut menggunakan GEO MAPID dan memanfaatkan basemap MAPID MAPS.

Grahantara juga memiliki komponen artificial intelligence (AI) untuk membantu pengguna mendapatkan rekomendasi.

“Dengan target mahasiswa baru, Grahantara merekomendasikan dengan mempertimbangkan bobot prioritas yang bisa diatur mereka,” jelas Andalan.

Berangkat dari Pengalaman Mencari Kos

Ide Grahantara juga lahir dari pengalaman langsung anggota tim ketika memasuki masa perkuliahan.

Devon, mahasiswa Undip yang tergabung dalam tim, pernah merasakan sendiri tantangan mencari kos sebagai mahasiswa baru. Saat itu, ia belum memiliki kendaraan pribadi sehingga harus mempertimbangkan lebih banyak faktor sebelum menentukan tempat tinggal.

Menurutnya, mahasiswa tidak bisa hanya melihat harga ketika memilih kos. Jarak dan akses menuju transportasi umum juga menjadi pertimbangan penting.

Lokasi tempat makan serta fasilitas pendukung lain di sekitar kos turut memengaruhi keputusan.

Pengalaman tersebut kemudian mendorong tim untuk membuat Grahantara sebagai solusi yang lebih praktis bagi mahasiswa baru.

“Adanya Grahantara memudahkan mahasiswa baru dalam menentukan kos yang sejalan dengan berbagai fasilitas pendukung terlebih bagi mereka yang belum ada kendaraan pribadi,” ujar Devon.

Kolaborasi Lintas Kampus Hadirkan Solusi Nyata

Kemenangan Tim Cinajawabatak menunjukkan bagaimana kolaborasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dapat menghasilkan solusi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui WebGIS, mereka tidak sekadar menyajikan informasi dalam bentuk peta. Tim mengolah data lapangan dan menggabungkannya dengan teknologi AI agar pengguna dapat memperoleh rekomendasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Konsep tersebut juga sejalan dengan tema kompetisi “Maps That Think”, yang mendorong pemanfaatan teknologi pemetaan untuk menjawab persoalan mobilitas dan transportasi.

Bagi mahasiswa baru, Grahantara menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam mencari tempat tinggal. Harga, akses transportasi, fasilitas, hingga kenyamanan berjalan kaki dapat menjadi bagian dari pertimbangan sebelum memilih kawasan kos.

Keberhasilan tersebut sekaligus membawa nama UGM, ITB, dan Undip dalam satu kolaborasi yang menghasilkan inovasi berbasis data untuk kebutuhan mahasiswa.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article