EDUCARE.CO.ID – Kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari pengalaman hidup sehari-hari. Hal itu terlihat dari perjalanan Sri Herlina, alumni Magister Ilmu Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), yang memilih menekuni riset molekuler untuk mendukung pelestarian sumber daya perairan Indonesia.
Berdasarkan sumber rilis Universitas Airlangga (UNAIR), Sri berasal dari Desa Talaga, Sulawesi Tengah. Sejak kecil, ia melihat langsung bagaimana danau dan laut menjadi sumber kehidupan masyarakat. Namun, ia juga menyaksikan berbagai tantangan yang mengancam keberlanjutan ekosistem perairan.
Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya mendalami ilmu perikanan. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Tadulako, Sri melanjutkan studi Magister Ilmu Perikanan di FPK UNAIR. Ia lulus pada 2025 dengan IPK 3,94.

Meneliti Spesies Ikan Melalui Teknologi DNA
Selama menjalani studi magister, Sri memilih konsentrasi Biologi Molekuler. Ia meneliti identifikasi spesies ikan menggunakan metode DNA barcoding di bawah bimbingan Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T. dan Dr. Woro Hastuti Satyantini, Ir., M.Si.
Melalui penelitian tersebut, Sri berupaya meningkatkan akurasi identifikasi spesies ikan. Data yang akurat sangat penting karena menjadi dasar pengelolaan sumber daya perairan serta konservasi keanekaragaman hayati.
Selain itu, risetnya berhasil menemukan keberadaan spesies ikan invasif di Danau Dampelas, Sulawesi Tengah. Ia memadukan analisis morfologi dan molekuler sehingga hasil penelitian menjadi lebih lengkap.
Tidak berhenti di sana, Sri juga bergabung dalam penelitian yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Novalina Serdiati pada 2024. Tim tersebut memperoleh pendanaan dari PDDIKTI dan mempublikasikan penelitian mengenai hubungan panjang-berat serta analisis genetik Osteochilus vittatus di Danau Dampelas.
Aktif Mengajar dan Mendampingi Mahasiswa
Selain melakukan penelitian, Sri aktif membimbing mahasiswa. Selama kuliah, ia menjadi asisten peneliti dan mendampingi berbagai kegiatan akademik.
Ia juga mengoordinasikan praktikum pada sejumlah mata kuliah. Di antaranya mikrobiologi, manajemen kualitas air, manajemen kesehatan ikan, serta biota akuatik endemik Sulawesi.
Sesudah menyelesaikan studi di UNAIR, Sri kembali ke Sulawesi Tengah. Ia mengajar di Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPL) Palu. Selain itu, ia juga menjadi dosen pada Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Tadulako.
Dengan cara tersebut, Sri ingin membagikan ilmu kepada generasi muda yang tertarik pada bidang perikanan dan kelautan.
Menguatkan Ekonomi Masyarakat Lewat Pengabdian
Sri tidak membatasi kontribusinya di laboratorium. Sebaliknya, ia juga aktif menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Pada 2025, ia mengikuti program pemberdayaan masyarakat yang didanai PDDIKTI bersama tim yang dipimpin Madinawati, S.Pi., M.Si.
Program tersebut mengajarkan kelompok PKK di Desa Talaga mengolah kerang air tawar dari Danau Dampelas menjadi produk bernilai ekonomi.
Menurut Sri, pemberdayaan perempuan mampu memperkuat ekonomi keluarga. Di sisi lain, masyarakat juga dapat memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Meneliti Ikan Endemik yang Terancam Punah
Pada tahun yang sama, Sri kembali bergabung dalam penelitian kolaboratif bersama Universitas Tadulako, STPL Palu, Universitas Muhammadiyah Luwuk, dan Universitas Airlangga.
Tim tersebut meneliti karakteristik fenotip dan molekuler Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni), salah satu ikan endemik Indonesia yang kini menghadapi ancaman kepunahan.
Penelitian yang dipimpin Dr. Ir. Samliok Ndobe, M.Si. itu menghasilkan data ilmiah yang mendukung upaya konservasi sekaligus pengelolaan spesies secara berkelanjutan.
Karena itu, hasil penelitian diharapkan dapat membantu penyusunan kebijakan perlindungan ikan endemik Indonesia.
Berkomitmen Menjaga Perairan Indonesia
Sri meyakini Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang peduli terhadap sektor perikanan dan kelautan.
Menurutnya, riset tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah. Lebih dari itu, penelitian mampu memberikan solusi bagi masyarakat sekaligus menjaga kekayaan hayati Indonesia.
Ia juga menilai pengelolaan sumber daya perairan harus didukung ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi lintas perguruan tinggi.
Melalui penelitian, kegiatan mengajar, serta pengabdian kepada masyarakat, Sri terus menunjukkan kontribusinya bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia.
Kiprahnya sekaligus mencerminkan komitmen alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Selain mendukung konservasi, berbagai riset tersebut juga memperkuat pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan demi masa depan Indonesia.





