EDUCARE.CO.ID – Ketertarikan pada sektor perikanan membawa Vito Reyner Adriananda, alumnus Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR), menjadi pengusaha muda yang sukses mengembangkan bisnis budidaya rumput laut.
Melalui PT Rejeki Bintang Samudra (RBS) yang ia dirikan bersama rekannya pada 2022, Vito kini memimpin pengembangan usaha budidaya rumput laut yang telah menembus pasar internasional.
Berdasarkan rilis Universitas Airlangga (UNAIR), perusahaan tersebut saat ini rutin memasok produk rumput laut kering ke sejumlah negara di Asia Timur.
Aktif Berorganisasi Sejak Kuliah
Saat menempuh pendidikan di FPK UNAIR, Vito aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan organisasi kemahasiswaan. Ia terlibat dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta sejumlah kegiatan kepanitiaan kampus.
Pengalaman tersebut membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen yang kini mendukung perannya sebagai direktur perusahaan.
Menariknya, Vito tidak berasal dari latar belakang keluarga perikanan. Sejak kecil, ia justru lebih akrab dengan dunia teknologi informasi.
Namun, proses pembelajaran di FPK UNAIR membuka wawasannya tentang besarnya potensi sektor perikanan Indonesia.
Ia melihat peluang besar pada budidaya, pengolahan hasil perikanan, pemanfaatan limbah, hingga pengembangan produk bernilai tambah.
“Selama kuliah saya melihat bahwa sektor perikanan memiliki peluang yang sangat besar, mulai dari budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga pemanfaatan limbah yang dapat menghasilkan nilai tambah,” ujarnya.
Bangun Usaha Budidaya Rumput Laut
Vito bersama rekannya mendirikan PT Rejeki Bintang Samudra pada 2022.
Perusahaan tersebut fokus mengembangkan budidaya Gracilaria verrucosa, salah satu jenis rumput laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan sistem polikultur dengan mengombinasikan budidaya rumput laut dan ikan bandeng dalam satu kawasan tambak.
Strategi tersebut membantu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menghasilkan dua komoditas dalam satu siklus budidaya.
Pada fase awal pengembangan usaha, Vito menangani aspek administrasi dan manajemen perusahaan. Sementara itu, rekannya mengelola kegiatan operasional di lapangan.
Perusahaan kemudian memperoleh dukungan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023. Program tersebut memperkuat pengembangan proyek budidaya yang mereka jalankan di wilayah Gresik.
Proyek Pertama Jadi Titik Awal
Di antara berbagai proyek yang pernah dijalankan, Vito mengingat proyek budidaya di Gunung Anyar, Surabaya, sebagai pengalaman paling berkesan.
Proyek tersebut menjadi langkah awal yang membuka jalan bagi pertumbuhan perusahaan hingga saat ini.
“Proyek pertama selalu memiliki tempat tersendiri karena menjadi fondasi dari seluruh perjalanan dan pencapaian berikutnya,” kata Vito.
Melalui proyek tersebut, ia memperoleh banyak pengalaman tentang pengelolaan usaha, strategi produksi, dan pengembangan pasar.
Kelola Puluhan Hektare Tambak
Saat ini PT Rejeki Bintang Samudra mengelola lebih dari 27 hektare lahan budidaya yang tersebar di Gunung Anyar, Porong, dan Ujungpangkah, Gresik.
Perusahaan juga menyiapkan ekspansi usaha ke wilayah Kalanganyar, Sedati, untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Rumput laut kering hasil budidaya RBS kini masuk ke berbagai negara di Asia Timur.
Tiongkok, Jepang, Taiwan, Hong Kong, dan Korea Selatan menjadi pasar utama yang menyerap produk perusahaan tersebut.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa komoditas perikanan Indonesia mampu bersaing di pasar global ketika pelaku usaha menjaga kualitas produk dan menerapkan strategi bisnis yang tepat.
Hilirisasi Jadi Peluang Besar
Vito menilai masa depan sektor perikanan tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam.
Menurutnya, generasi muda perlu menciptakan inovasi dan meningkatkan nilai tambah setiap komoditas yang mereka hasilkan.
Karena itu, ia mendorong pelaku usaha untuk tidak berhenti pada penjualan bahan baku.
Ia melihat peluang besar pada hilirisasi dan diversifikasi produk perikanan yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Peluang di sektor perikanan tidak hanya berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi juga terbuka luas melalui hilirisasi dan diversifikasi produk yang bernilai tambah,” ungkapnya.
Melalui bisnis yang ia kembangkan, Vito ingin menunjukkan bahwa sektor perikanan dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang ingin berwirausaha sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.



