BEM Fakultas Psikologi UNAIR Gelar Scholarship Mentoring, Kupas Tuntas Beasiswa Djarum
educare.co.id, Surabaya – Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (ADVOKESMA) BEM KM Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan program Scholarship Mentoring untuk memberikan informasi seputar peluang beasiswa kepada mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (1/6/2025).
Program ini hadir sebagai upaya mendukung mahasiswa yang menghadapi kendala finansial dalam menempuh pendidikan tinggi, dengan membuka akses informasi yang komprehensif mengenai jalur pendanaan alternatif, khususnya beasiswa.
Dalam sesi mentoring tersebut, Fadhilah Afqa Alghifari, mahasiswa Psikologi UNAIR angkatan 2021 yang juga merupakan penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum), membagikan pengalamannya mengikuti proses seleksi beasiswa bergengsi tersebut.
“Dulu, saya juga ikut mentoring sebagai moderator yang tidak tahu apa-apa. Tapi, setelah saya tahu materi narasumber, saya mulai mempersiapkan lebih awal terkait syarat-syarat yang dibutuhkan,” kata Alghi.
Ia menjelaskan bahwa Djarum Beasiswa Plus tidak hanya memberikan bantuan dana sebesar Rp1.000.000 per bulan selama satu tahun, tetapi juga menyediakan program pengembangan soft skills secara intensif. Program tersebut mencakup character building, leadership development, nation building, hingga jaringan alumni nasional.
“Bakal banyak banget kesempatan magang hingga kerja,” tuturnya.
Alghi menyebutkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima beasiswa, seperti sedang menempuh pendidikan S1 atau D4 pada semester empat, memiliki IPK minimal 3,00 pada semester tiga, serta aktif dalam kegiatan organisasi. Ia juga mengingatkan adanya pembatasan bagi pendaftar, seperti penerima beasiswa lain atau kampus yang belum menjalin kerja sama dengan Djarum Foundation.
Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus dibuka mulai 6 Mei hingga 11 Juli 2025. Alghi mengimbau calon pendaftar untuk tidak menunggu hingga tenggat akhir pengumpulan berkas.
“Usahakan jangan terlambat submit, kalau bisa di tengah-tengah pendaftaran karena tidak ada perpanjangan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan secara rinci tahapan seleksi beasiswa, mulai dari seleksi berkas, tes tulis (online dan offline), hingga tahap wawancara. Salah satu tahap penting adalah Group Assessment Test (GAT) yang menilai dinamika kerja tim melalui simulasi permainan kelompok.
“GAT bukan mencari siapa yang paling menonjol, tapi siapa yang mampu berdinamika, menjadi pemimpin yang merangkul,” jelasnya.
Menutup sesi mentoring, Alghi memberi pesan kepada peserta untuk jujur dan autentik saat mengikuti proses seleksi.
“Jangan mempermanis. Jadikan formulir kalian sama dengan diri kalian saat mendaftar. Tidak perlu dilebihkan atau dikurangkan,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri mahasiswa dari berbagai universitas seperti ITS, UNPAD, UPN, dan lainnya. Salah satu peserta dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) menyampaikan kesannya,
“Ini salah satu cara saya upgrade diri dengan mempersiapkan sejak Maba,” pungkasnya.
