EDUCARE.CO.ID – Puluhan anak mengisi liburan sekolah dengan cara berbeda melalui Smart Kids Camp 2026 di Sari Ater Hotel & Resort. Selama tiga hari dua malam, mereka menjelajahi alam, bermain di sawah, menangkap ikan, bertani, mengenal budaya lokal, hingga membangun kemandirian melalui berbagai aktivitas luar ruangan.

Kepada EDUCARE.CO.ID, Dindin Dinal, Recreation Manager Sari Ater Hotel & Resort yang juga menjadi Ketua Pelaksana Smart Kids Camp 2026 menjelaskan bahwa, tim penyelenggara merancang Smart Kids Camp sebagai program edukasi yang memadukan petualangan, rekreasi, dan pembentukan karakter anak. Melalui konsep tersebut, Sari Ater ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menghadirkan Ruang Belajar di Alam Terbuka
Dindin Dinal menjelaskan bahwa Smart Kids Camp rutin digelar setiap tahun sebagai bagian dari program edukasi Sari Ater Hotel & Resort.
Ia melihat banyak anak lebih akrab dengan gawai daripada lingkungan sekitar. Karena itu, tim Sari Ater memilih menghadirkan kegiatan yang membuat anak aktif bergerak sekaligus menikmati alam secara langsung.
“Kami ingin anak-anak kembali bermain di alam. Mereka bisa mengenal lingkungan pedesaan sekaligus mencoba aktivitas yang mungkin belum pernah mereka lakukan,” ujarnya.
Selama mengikuti kegiatan, peserta mengeksplorasi alam secara langsung. Mereka berinteraksi dengan teman, pembimbing, dan masyarakat sekitar sehingga memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata.

Mengenalkan Budaya Lokal Sejak Usia Dini
Selain mengajak peserta berpetualang, Smart Kids Camp juga mengenalkan budaya Sunda kepada anak-anak.
Panitia memperkenalkan lagu nasional, lagu daerah, permainan tradisional, kesenian Sunda, hingga aktivitas masyarakat pedesaan. Peserta juga mencoba menanam padi, membajak sawah, dan mengenal kehidupan para petani.
Dindin Dinal menilai alam dan budaya saling melengkapi dalam proses pendidikan anak.
“Kami ingin anak-anak mengenal budaya bersamaan dengan alam karena keduanya saling melengkapi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Aktivitas Sawah Selalu Menjadi Favorit
Panitia menyusun berbagai kegiatan selama pelaksanaan Smart Kids Camp. Peserta mengikuti hiking, treasure hunt, tea walk, edukasi pertanian, bermain angklung, menangkap ikan, meneropong bintang, hingga menikmati wahana waterpark.
Meski begitu, aktivitas di area persawahan selalu menarik perhatian peserta.
Anak-anak tampak antusias saat menanam padi, membajak sawah, dan menangkap ikan bersama teman-temannya. Bahkan, banyak peserta masih ingin melanjutkan kegiatan ketika waktu bermain berakhir.
“Mereka benar-benar menikmati aktivitas di sawah. Banyak yang mengatakan ingin kembali mengikuti kegiatan seperti ini,” ungkap Dindin.
Ia menilai pengalaman tersebut membantu anak belajar tanpa merasa terbebani.
Mendorong Anak Mengurangi Penggunaan Gadget
Smart Kids Camp juga mengajak peserta menikmati aktivitas tanpa bergantung pada gadget.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak lebih banyak bergerak, berdiskusi, bekerja sama, dan bermain bersama teman-teman dibandingkan menggunakan telepon genggam.
Dindin Dinal berharap pengalaman tersebut membentuk kebiasaan baru setelah peserta kembali ke rumah.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa bermain tanpa gadget tetap menyenangkan karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Panitia tidak hanya mengembangkan kegiatan edukasi, tetapi juga menjalankan program sosial.
Setiap penyelenggaraan Smart Kids Camp, Sari Ater mengundang lima anak yatim dari yayasan di sekitar kawasan wisata untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara gratis.
Dindin Dinal mengatakan langkah tersebut mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Kami ingin lebih banyak anak memperoleh kesempatan menikmati pengalaman belajar di alam tanpa memikirkan biaya,” ujarnya.
Terus Mengembangkan Program Setiap Tahun
Smart Kids Camp kini memasuki penyelenggaraan ke-16. Tim penyelenggara terus mengevaluasi setiap kegiatan agar peserta memperoleh pengalaman yang semakin lengkap.
Ke depan, Dindin Dinal bersama tim akan memperluas area aktivitas, memperkuat unsur budaya lokal, serta menambah program berbasis alam yang lebih variatif.
Ia berharap semakin banyak keluarga memilih Smart Kids Camp sebagai sarana belajar di luar kelas.
“Kami ingin setiap peserta pulang membawa pengalaman baru, mencintai alam, menghargai budaya, dan menikmati kebersamaan bersama teman-temannya,” tutup Dindin.




